Terjebak Di Dua Pilihan

Terjebak Di Dua Pilihan
Saling Cemburu


__ADS_3

Pras yang baru menyadari kalau Tania tidak ada disana, dia pun melepaskan genggaman tangan Tasya di lengannya. Dan tanpa memperdulikan Tasya yang terus memanggil namanya.


Pras berusaha mencari keberadaan Tania namun dia tak menemukannya , Pras meraih handphone yang ada di kantong celananya mencoba menghubungi handphone Tania, Namun Tak ada jawaban.


Pras terlihat begitu kesal, dia yakin kejadian ini akan semakin memperkeruh hubungannya dengan Tania, Tapi ini semua diluar rencana nya Pras.


Dia yang merencanakan bisa menghabiskan waktu bersama dengan Tania , Namun semuanya malah gagal.


Dan lain hal nya dengan Pras yang sedang gundah , Tania yang sedang menunggu taksi tak jauh dari mall yang tadi dia dan Pras datangi malah bertemu seseorang.


Dan orang itu adalah orang yang begitu merindukan Tania, siapa lagi kalau bukan Danil.


Danil yang sedang berada di dalam mobilnya, langsung turun dari mobil dan menghampiri seorang gadis yang dilihatnya di pinggir jalan.


"Tania!" panggil Danil.


Tania yang sedang menunggu taksi begitu kaget melihat kedatangan Danil ,seorang lelaki yang selama ini selalu membantu dirinya ,namun karena pernikahannya dengan Pras membuat dia dan Danil tak bisa bertemu lagi.


"Danil!" dengan ekspresi terkejut.


"Kamu kemana aja selama ini Tan?" tanya Danil.


Namun Tania tidak bisa memberikan jawaban, dia masih terdiam di tempatnya. Tania benar-benar tidak menyangka kalau akan bertemu lagi dengan Danil.


"Tan kamu kenapa diam?" tanya Danil sambil meraih kedua pergelangan tangan Tania.


Tania masih terdiam, bahkan dia tak bicara apapun. bukan karena Tania tidak senang bertemu dengan Danil, akan tetapi karena Tania bingung harus menjawab pertanyaan dari Danil.


"Tan, apa yang terjadi dengan kamu sehingga kamu menghilang bagai ditelan bumi?"


"Apa yang terjadi, Kamu cerita sama aku!"


Tania masih bungkam Dia tak ingin mengatakan apapun kepada Danil. Karena yang seharusnya mengatakan semua yang terjadi dengan dirinya kepada danil adalah Pras.


Dan ternyata tak jauh dari tempat mereka berdua ada Pras yang sedang memperhatikan keduanya. dan Pras terlihat sangat marah.


karena Danil yang saat itu menggenggam tangan Tania, ingin rasanya Pras menarik Tania untuk pulang. namun tidak mungkin itu semua Pras lakukan, karena apa yang harus dikatakan Dirinya kepada Danil.


Tapi Pras juga tidak rela kalau ada lelaki lain yang menyentuh istrinya. Pras berjalan mendekat ke arah Tania. Namun bukan Tania yang dipanggil Pras melainkan Danil.


"Dan, kamu disini?"tanya Pras basa-basi.

__ADS_1


"Om!' panggil Danil.


Namun saat itu Danil belum melepaskan genggaman tangannya pada Tania.


Pras menatap tajam ke arah Tania, namun saat itu Tania masih bersikap sangat santai. Iya seakan tak peduli, Tania begitu jenuh dengan sikap Pras yang terus susah untuk lepas dari Tasya.


" Kamu apa kabar? tanya Pras.


"Baik Om."


Saat itu posisi Danil , masih menggenggam pergelangan tangan kanan Tania. Pras yang melihat hal itu benar-benar ingin marah kepada mereka berdua.


Namun Pras tidak bisa melakukan hal itu, Karena dia tidak ingin kalau Danil tahu tentang hubungannya dengan Tania.


Tania yang paham betul kalau Pras tidak akan mau kalau hubungannya diketahui oleh orang lain, Tania pun berusaha untuk membuat Pras semakin kesal.


"Danil!" panggil Tania.


Danil yang tersadar kalau Tania ada disampingnya pun ,mencoba memperkenalkan Tania kepada Om nya.


" Om pras, kenalkan ini Tania sahabat Daniel sewaktu SMA."


"Iya, saat ini sahabat. tapi Danil akan membuat semua itu berubah." jawab Danil sambil tersenyum ke arah Om nya.


"Maksud kamu?" tanya Pras pura-pura tidak paham.


Pras pun mendekat dan memeluk Danil, yang saat itu masih menggenggam tangan Tania seperti seseorang yang takut akan kehilangan.


Pras melepaskan pelukannya dan menatap ke arah Tania, namun ekspresi Tania masih seperti sebelum nya


"Dan, aku harus pergi." ucap Tania.


"Kamu mau kemana biar aku antar, apalagi sudah lama kita tidak bertemu aku masih ingin bicara banyak dengan kamu."


"Ya kalau kamu tidak sibuk!" jawab Tania.


Pras terlihat menatap Tania semakin tajam, namun Tania masih biasa saja.


"Kita pergi sekarang?"


Tania hanya mengangguk. Pras terlihat semakin kesal dengan sikap tania saat itu.

__ADS_1


"Om Pras, aku duluan aku ingin mengajak Tania untuk makan siang berdua."ucap Danil.


"Tunggu dulu, tapi Om ingin minta bantuan kamu ."


Sesaat Danil terlihat bimbang, tapi Danil ingin pergi dengan Tania. Sudah sangat lama dia tidak bertemu dengan Tania, jadi Danil tak ingin membuang kesempatan untuk bisa bersama dengan Tania. Gadis yang dulu pernah ditaksir nya .


"Om bagaimana kalau nanti Danil akan menghubungi Om lagi?"


"Tapi Om juga sangat perlu bantuan kamu."


"Begini saja , Om ikut dengan kalian."


Pras mencoba untuk mencegah mereka pergi berdua. Dan dengan berbagai alasan Daniel tidak dapat menolak pras untuk ikut dengan mereka.


Pras akhirnya juga ikut bersama dengan mobil Danil, namun Tania juga tidak ingin mengalah dia langsung masuk dan duduk di depan di samping Danil, Pras nampak terlihat kesal dengan sikap tania namun Tania berpura-pura tidak tahu.


"Om Pras!" panggil Danil saat sedang di perjalanan.


Pras menatap Danil dari spion, sebagai jawaban untuk panggilan Danil.


"Dimana istri Om sekarang, kenapa om hanya sendirian?"


Pras diam, dia sedang mencari jawaban untuk pertanyaan danil, karena tidak mungkin kalau Pras menjawab bahwa istrinya ada disamping Danil.


"Dia sekarang sedang ada di Jakarta dan Om ingin minta tolong sama kamu menyangkut dengan istri Om." jawab Pras.


"Kalau begitu nanti kita akan bicarakan."


Tak berapa lama mobil Danil pun berhenti di sebuah restoran, mereka bertiga langsung turun dan masuk ke dalam restoran.


tanpa menunggu lama mereka langsung membuat pesanan untuk makan siang hari itu, pras masih diam sesekali dia menatap ke arah istrinya, namun kali ini sepertinya Tania benar-benar sedang kesal. Bahkan dia enggan menatap ke arah Pras.


saat sedang makan tiba-tiba Danil menyuapi Tania, dan Tania pun sama sekali tidak menolak. itu semua tania lakukan karena tania kesal dengan Pras, dia ingin membuat pras juga merasakan apa yang dia rasakan saat Pras bersama Tasya.


dan benar saja pras menatap ke arah Tania dengan tatapan yang tak bisa dijelaskan, namun Tania hanya melihat ke arah Pras sekilas dia berusaha untuk tak peduli dengan hal itu.


sejujurnya saat ini yang Tania inginkan hanya kejujuran Pras pada semua orang untuk mengakui dirinya sebagai istri dari Pras. Tania berharap dengan begini mudah-mudahan pras sadar dan ingin segera memberitahu orang-orang kalau dia adalah istrinya, dan kalaupun tidak Tania pasrah dan Tania tetap pada keinginan awalnya untuk berpisah dengan Pras.


Anggap saja saat ini Tania hanya ingin melihat bagaimana perasaan pras terhadap diri nya, Karena untuk apa Pras mempertahankan rumah tangga mereka jika Pras sama sekali tidak mencintai Tania.


Tania tidak ingin hidup dalam bayang-bayang masa lalu suaminya, dan Tania juga tidak ingin hidup dengan orang yang sama sekali tidak mencintainya. Namun akankah Tania mampu menghapus perasaan yang mulai hadir di hatinya saat ini?

__ADS_1


__ADS_2