Terjebak Di Dua Pilihan

Terjebak Di Dua Pilihan
Hati Pras mulai terusik kehadiran Tania


__ADS_3

Malam itu pras dan Tania sama-sama tidak turun untuk makan malam, sebetulnya Tania malu untuk bbertemu Pras karena kejadian tadi siang, sedangkan Pras enggan bertemu Tania, Pras tidak ingin rasa ibanya pada Tania membuatnya luluh dan lemah, dia tak ingin menyakiti Tasya, yang selama empat tahun ini menemani dirinya.


Bik Siti yang sudah menyiapkan makan malam pun masih menunggu di ruang makan, takutnya Tuan atau nona nya ingin makan, bik siti memang pelayan terbaik di kelurga Pras, bahkan selama ini dia lah yang mengurus segala kebutuhan pras selama memutuskan untuk hidup terpisah dari papanya, bahkan bik siti pun ikut dengan pras untuk mengurus segala kebutuhan hidup pras.


bik siti menghubungi Tania melalui sambungan telpon kamar nya, namun jawaban Tania tidak lapar, sama dengan pras yang beralasan belum ingin makan, bik siti pun menyimpan semua makanan kedalam lemari, dan membersihkan meja makan. malam pun semakin larut, semua sudah sepi terlelap dalam tidur nya.


Tania, yang belum makan malam tiba-tiba terbangun , dia haus dan lapar, akhirnya Tania memutuskan untuk keluar kamar dan turun kebawah untuk minum , karena Tania tidak membawa air minum ke atas, maklum saja biasa dirumahnya Tania tinggal keluar kamar dan langsung jumpa dengan dapur nya.


Dengan malas Tania pun menuruni tangga satu persatu, Tania paling malas menggunakan lift, dia lebih senang turun naik tangga, katanya sekalian olah raga. Sesampai didapur Tania malah merasa begitu lapar, dia pun duduk di meja makan sambil meminum air putih yang sudah dituang kedalam gelas, dan akhirnya Tania memutuskan untuk tidur lagi dia bingung cara memanaskan makanan menggunakan microwave, dan kalau menggunakan kompor, Tania takut menimbulkan suara dan membangunkan bik siti.


Namun pada saat berbalik dan keluar dari pantry tania dan pras sama-sama kaget, dan tentu saja menimbulkan kegaduhan Karena Tania dan pras yang sama-sama berteriak, dan akhirnya bik siti pun terbangun, entah kapan dan dari mana Pras datang, tau-tau sudah berada didapur, tentu saja Tania menjadi kaget, begitu juga dengan Pras yang turun karena lapar, dia heran kenapa ada lampu yang menyala didapur, pras pun berjalan pelan menuju pantry ingin melihat apakah ada maling yang masuk rumah nya, alhasil keduanyan pun terkejut.


Bik siti pun keluar dari kamarnya yang terletak dekat dengan dapur, dia ingin melihat ada hal apa yang membuat gaduh ditengah malam begini, dan ternyata kedua majikan nya sedang berada didapur, dan masih sambil memgang dada masing-masing yang mungkin disebabkan kaget


"Tuan, Nona, kenapa berteriak ditengah malam?"


" Ini bik, bikin kaget" kedunya menjawab secara bersamaan , bik siti hanya tersenyum ke arah kedua majikannya yang terpaut usia jauh itu.


" Tuan sama non lapar?"


" iya bik, Tania kan belum makan malam."


" kalau begitu bibik panaskan dulu makanan nya!"


"Tidak usah bik, tidak bagus makan berat ditengah malam, Tania mau makan buah saja, bik siti tidur lah kembali."


" Tidak apa-apa non biar bibik yang kupas kan buah nya."


" Tidak usah bibik, Tania bisa kok bik, maaf ya bik sudah mengganggu tidur bibik, sebenarnya Tania sudah sangat hati- hati supaya tidak menimbulkan suara, Tapi Om Pras malah ngagetin Tania."


Pras masih diam ditempat nya, dia juga sangat lapar, tapi benar juga kata Tania tidak baik makan berat ditengah malam begini. pras pun berjalan mendekat ke meja makan dan duduk di salah satu kursi.


" Tuan ingin makan apa biar saya buat kan ?"


"Tidak usah bik, saya juga makan buah saja."


" kalau begitu biar bibik ku paskan tuan."


"Tidak usah bik, kan sudah ada Tania,bibik tidur saja istirahat besok harus bangun pagi untuk masak."

__ADS_1


"Iya tuan baik, tapi apa besok pagi tuan dan nona akan sarapan? bibik takut kompakan lagi tidak lapar nya" jawab bik siti dengan tersenyum.


Namun keduanya tak menjawab hanya saling pandang saja, membuat bibik tersenyum lebar, dan mohon izin untuk istirahat kembali, pras dan Tania pun merasa kalau hari ini mereka saling menghindar namun malah dipertemukan juga, ditengah malam begini, Tania pun berjalan mengambil pisau dan buah, untuk menghilangkan rasa canggung nya saat itu, dan meletakkannya di atas meja makan tepatnya dihadapan Pras.


" kamu meminta saya untuk memakan buah bersama kulit nya? "


" Bukan lah om, Tania mau minta Om milih buah apa yang mau dimakan, jadi biar Tania kupas."


Pras pun mengambil dua buah apel dan pir dan meletakkan di piring yang dibawa tania tadi, Tania pun langsung mengambil dan mengupas buah yang sudah di ambil pras, Tania begitu serius bahkan tidak melirik kepada Pras yang saat itu sedang menatap ke arah nya.


" Lain kali pakai lah baju tidur yang lebih bagus !"


Tania mengangkat wajahnya menatap ke arah Pras,namun tania kurang fokus pada apa yang dikatakan pras saat itu.


"Om bilang apa?"


" lain kali pakailah baju tidur yang lebih bagus!"


Tania menatap baju yang dipakainya, dia merasa tak ada yang salah dengan bajunya, bagus bahkan baju itu masih baru ,dan baru kali ini dipakainya setelah dibawa dari Jakarta.


"Apa yang salah om dengan baju Tania? Baju ini masih bagus dan juga baru kali ini Tania pakai."


"Bukan itu Masalah nya."


Pras, terlihat frustasi dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal saat itu.


Dan akhirnya hanya diam saja ,karena tidak ada guna nya bicara dengan gadis dihadapannya, dia harus menjelaskan semuanya dengan detail, dan tentu saja itu tidak mungkin dia lakukan, apa yang dipikirkan Tania tentang nya nanti.


Tania yang tidak paham akan apa yang dikatakan Pras pun terus saja berdiri disamping Pras, sambil mengupas buah, kulit putih Tania Ter ekspos dengan jelas, dengan baju tidur tanpa lengan yang hanya panjang sejengkal di atas lutut, memperlihatkan pahanya yang putih dan mulus itu.


Pras, sesekali mencoba membuang pandangannya kedepan, tapi sesekali Pras juga tertarik melirik kesamping nya, Pras seakan kesulitan bernafas dalam situasi seperti ini, walau bagaimana pun Pras adalah pria dewasa yang normal, apalagi kehidupannya dengan Tasya jauh dari kata orang pacaran.


Dalam hati Pras berharap Tania cepat selesai mengupas buah disamping nya, agar dia bisa bernafas dengan santai, Tania saat itu yang melihat Pras begitu gelisah pun menghentikan mengupas buah.


"Om Pras kenapa, kepanasan?"


"Iya!"


"Aneh Om ini kepanasan padahal cuacanya dingin, apa perlu Tania kipasin?"

__ADS_1


"Lebih baik Tania kupas buah nya cepat-cepat, Saya lapar."


Tania hanya mengedipkan bahu nya, dan melanjutkan mengupas buah dan memotongnya untuk Pras.


"Ini Om makan lah!"


Akhirnya Pras bernafas lega melihat Tania pergi menjauh darinya, tak berapa lama Tania kembali lagi, ternyata dia hanya cuci tangan saja.


Dan Tania malah menarik kursi yang ada diseberang meja mendekat kesamping Pras.Kamu mau apa?"


"Mau duduk Om, kan Tania juga lapar."


"Kan bisa dari sebelah sana, kenapa harus disini?"


"Om ini aneh, kan susah om kalau Tania dari sebelah sana, piringnya disebelah sini."


"Buat di piring terpisah."


"Tidak perlu Om, mengotori banyak tempat, kan begini bisa juga kita makan."


"Iya, tapi saya tidak fokus makan!"


"Apa yang salah?"


Pras diam tak ingin melanjutkan perdebatan, cepat menghabiskan buah agar bisa kembali ke kamar nya. Begitu juga dengan Tania dia tak ambil pusing karena tak mendapat jawaban dari Pras.


Setelah selesai menghabiskan buah, keduanya pun ke atas, Pras menggunakan lift, dan Tania juga ikut karena dia ngantuk, jadi tidak ingin menggunakan tangga.


"Kenapa tidak pakai tangga saja?"


"Capek Om, Tania ngantuk mau cepat tidur."


Pras mengaktifkan lift nya, di juga ingin cepat tidur, didalam lift keduanya hanya diam , tak bicara apa pun, setelah pintu lift terbuka mereka pun langsung menuju kamar masing-masing.


Malam itu Tania kembali tidur dengan nyenyak, dia gusar kalau setiap hari melihat Tania seperti itu, Pras pun berpikir mungkin dalam Minggu ini dia akan bicara dengan Tasya masalah rencana untuk menikah, dengan begitu Pras merasa aman.


Dia tak ingin sesuatu terjadi di antar dia dan Tania, mungkin Tania tetap berlaku biasa saja, namun dirinya lah yang takut tak bisa mengendalikan diri.


Pras mengakui kalau Tania adalah gadis yang cantik, body nya yang seperti gitar spanyol itu membuat nya bisa kehilangan arah, apalagi kulit nya yang putih dan mulus benar-benar menggoda iman Pras saat itu.

__ADS_1


Malam itu Pras benar-benar tak bisa memejam kan mata, dia terus terbayang dengan kesempurnaan tubuh Tania,dan kalau memang benar Tania memang belum pernah disentuh pria mana pun, seharusnya dia adalah pria paling beruntung.


Akan tetapi Pras saat ini hanya mencintai Tasya saja, dan Pras akan melamar Tasya untuk menikah dengannya, walaupun sebenarnya, ini bukan pertama kali Pras melamar Tasya, dan Tasya masih dengan jawaban belum siap, namun akan kah untuk yang kali ini Tasya setuju menikah dengan Pras?


__ADS_2