
Hari sudah menunjukkan pukul 15.10 sore, Acara pun terlihat telah selesai satu persatu tamu mulai meninggalkan aula sekolah, begitu juga dengan Tania dia pun menggandeng tangan ibunya untuk pulang kerumah. Tania dan ibu berjalan menuju gerbang sekolah, dan ternyata disana tania bertemu lagi dengan pria tua yang sama sekali tak dikenal nya namun bisa membuat nya takut.
Namun kali ini Tania pun menjadi bertanya-tanya karena dia melihat pria tua itu bersama dengan danil, teman sekelasnya, apa sebenarnya hubungan danil dengan pria itu, karena selama ini tania tak pernah melihat pria itu hadir disekolah nya dalam acara apapun yang dihadiri oleh keluarga danil.
Namun hari ini tania malah melihat danil tak bersama keluarga nya , Namun bersama pria yang seminggu ini terus saja dia temui nya. Namun Tania pun tak ingin ambil pusing lagi tentang apa hubungan nya dengan danil.Tania dan ibu pun Terus berjalan meninggalkan gerbang sekolah.
Begitu juga dengan danil , dia pun memasuki mobilnya bersama dengan pria yang tadi membuat Tania penasaran ,Mobil danil pun
mulai meninggalkan pekarangan sekolah nya .Danil terus saja fokus menyetir, tak ada yang bicara saat itu, dan tak jauh dari sekolah danil melihat Tania dan ibunya yang berjalan kaki menuju arah pulang.Danil memberhentikan mobil nya , dan mengajak mereka untuk ikut pulang bersama.
" Tan , yok kita bareng aja." Ajak danil.
" Tidak usah Dan , Aku sama ibu jalan aja kan dekat."
" Tapi tan kasian ibu jalan kaki."
"Tidak apa-apa nak danil, Ibu sudah biasa jalan kaki ."
Danil terus saja memaksa tania untuk naik, Namun Tania tetap menolak nya , dia bahkan tak menatap Danil yang sedang bicara dengan nya, Bukan karena Tania tidak sopan, Namun karena Tania takut melihat pria tua yang duduk disamping Danil yang saat itu terus menatap lurus kedepan, Padahal saat jauh dari tania dia terus saja menatap dengan tatapan yang tak bisa tania artikan.
Setelah bicara pada Danil, Tania pun berjalan menuju rumah nya lagi, bahkan kali ini langkah nya dipercepat, Ibu pun terus saja mengikuti Tania tampa berpikiran apapun .Apalagi ibu tau Tania memang tidak pernah mau diantar siapapun, dia tak ingin merepotkan teman-temannya. Tania lebih senang berjalan kaki saja.
Danil yang saat itu masih menatap Tania dari kejauhan merasa sedikit aneh, Karena tak biasanya Tania tak menatap lawan bicaranya , Tapi Danil pun tak ingin berpikiran apapun, Dia melajukan mobilnya setelah menaikan kaca jendela mobil dan kembali fokus menyetir.
Ditengah keheningan, lelaki yang berada disamping Danil pun membuka pembicaraan.
"Siapa dia?"
Danil hanya mengarahkan pandangannya dan kembali fokus pada laju kendaraan nya. Dia pun merasa aneh, sepertinya pria tua disamping nya itu sangat penasaran dengan Tania.
"Apa dia teman sekelas mu?"
Kembali pertanyaan dari pria yang disamping nya itu membuat Danil mengalihkan pandangannya.
"Kenapa?"
Danil malah menjawab dengan memberikan pertanyaan lagi.
"Kalau ditanya orang tua itu tidak baik balik bertanya"
Suara pria disamping Danil itu tegas namun tenang, dengan tatapannya yang terus serius, seperti orang yang tak punya senyuman.
"Dia teman sekelas Danil, kenapa sepertinya kakek sangat penasaran?"
Pria yang di samping Danil itu ternyata adalah kakek nya, kebetulan hari ini papa dan mama nya sedang berada diluar negeri jadi sang kakek yang beberapa hari ini membuat Tania takut inilah yang menemaninya.
Namun Danil sama sekali tidak tau kalau Tania takut dengan tatapan kakek nya, dan Danil pun tak tau kalau Tania dan kakek nya sudah sering bertemu ,walaupun sebagai pelanggan dan kasir supermarket.
Sesaat setelah Danil terdiam, sang kakek pun melanjutkan pertanyaan nya.
"Apa itu orang tua nya?"
__ADS_1
"Iya, itu ibunya Tania?"
"Tania?"
"Iya kek, namanya Tania."
Kakek nampak mengangguk-angguk kan kepalanya pelan, tapi ntah apa yang sedang dipikirkan pria itu.
"Papa nya dimana bekerja?"
"Tania sudah tidak memiliki ayah, sejak Tania sekolah SMP ayahnya telah meninggal karena kecelakaan."
" Kecelakaan?"
"Iya kek, makanya Tania tinggal bersama ibunya, dan ibunya lah yang membiayai hidup Tania, makanya Tania bekerja paruh waktu."
Kakek masih mendengarkan dengan seksama setiap cerita Danil, Tampa Danil sadari Danil pun mulai menceritakan tentang Tania yang iya ketahui, bahkan Danil sampai tak sadar kalau sang kakek sedang mengorek informasi darinya.
Bahkan sifat Tania dan juga bnyak hal yang Danil ceritakan, sejujurnya Danil juga memiliki hati pada Tania jadi tentu bnyak hal yang ia tau tentang gadis itu.
Namun Danil tau Tania tak ingin menjalin hubungan dengan siapapun, jadi Danil pun menyimpan perasaan nya sendiri.yang penting untuk nya dia masih bisa berteman dengan tania, dan bisa dekat dengan nya.
Tak berapa lama mobil yang mereka kendarai pun memasuki halaman rumah mewah, rumah keluarga Danil, Karena Danil memang Anak seorang konglomerat, dan kakek nya merupakan orang yang sangat kaya raya dan terpandang.
Setelah mobil berhenti, sang kakek langsung membuka pintu dan turun Tampa mengatakan apapun, namun terlihat seutas senyum dibibir tua itu.
Apa sebenarnya yang kakek nya sedang rencana kan , kenapa kakek nya begitu ingin tau tentang Tania, Danil baru menyadari kalau selama diperjalanan kakek nya terus saja bertanya tentang kehidupan Tania.
Sedangkan dirumah nya, Tania Yang baru saja mandi dan beristirahat di kamarnya yang sederhana itu,sedang memikirkan siapa sebenarnya pria tua yang bersama Danil dan kenapa seakan pria itu terus dipertemukan dengan nya.
Tania pun duduk disudut tempat tidur nya, menatap langit-langit kamar, pikiran nya terus saja terfokus pada pria yang bersama Danil, yang selama seminggu ini terus memberikannya tips tanpa bicara apapun, apalagi mendengar penolakan dari dirinya.
Tania yang merasa takut bahkan masih menyimpan semua uang tips yang menurutnya begitu besar.
Tak berapa lama, Tania pun mendengar dering handphone jadul nya, yang mungkin sudah tak lagi digunakan teman-teman sebaya nya, dia pun meraih handphone tersebut dan melihat nama Danil tertera disana.
Tania ,yang memang sedang ingin bicara dengan Danil pun langsung saja mengangkat telpon nya. Dan terdengar suara Danil dari seberang sana.
"Hallo Tania, maaf apa aku mengganggu istirahat kamu?"
"Gak apa-apa Dan, ada apa tumben kamu nelpon aku."jawab Tania.
"Gak.. aku hanya ingin bicara dengan kamu Tan, tadi kan kita tidak sempat bicara."
"Iya , tadi kita sibuk dengan keluarga masing-masing kan?"
"Iya Tan."
"O iya Dan, tadi aku tidak melihat orang tua kamu, kemana mereka?"
"Papa sama Mama sedang diluar negeri Tan, jadinya aku hanya ditemani kakek saja."
__ADS_1
Kakek? Begitulah pertanyaan dibenak Tania, berarti pria tua yang beberapa hari ini memberikannya tips adalah kakek nya Danil, tapi kenapa kakek Danil memberikannya uang, apa karena dia tau kalau aku adalah teman Danil.
Tapi tidak, Tania terus saja berdebat dengan pikirannya sendiri, sampai-sampai dia lupa kalau sedang bicara ditelpon dengan Danil.
Danil yang merasa Tania sedang melamun dan tak ada suara lagi pun berulang kali memanggil nama Tania.
"Hallo Tan, Tan kamu ngapain?"
"Tania, kamu ngelamun ya?"
"Hmm ,eh gak kok Dan."
"Jadi kamu kok diam?"
"Engga
ak Dan, aku hanya merasa familiar dengan wajah kakek kamu ,tapi aku lupa melihatnya dimana." Bohong Tania.
"Ha ha ha.."
Terdengar gelak tawa Danil diseberang telpon, dan tentu saja Tania menjadi bingung, kenapa Danil malah tertawa.
"Kamu kenapa tertawa ,apa ada yang lucu?"
"Enggak , aku hanya lucu saja, tentu saja wajah nya familiar dia kan sering terlihat di televisi, diberita bisnis."
Tania kembali terdiam dan bicara pada diri sendiri" apa iya dia sering terlihat di televisi, Kenapa aku tidak pernah melihatnya?"
Namun lamunannya kembali dibuyarkan dengan suara Danil.
"Apa kamu benar tidak tau dia siapa Tan?"
"Tidak, Aku hanya rasanya pernah melihat nya."
"Kamu pernah dengar nama seorang pengusaha ternama dan sukses Sanjaya Wiranata?"
"Sanjaya Wiranata?"
"Iya.."
Yang seorang konglomerat itu ,yang perusahaan nya bertebaran dimana-mana?" Tanya Tania.
"Iya, jadi Sanjaya yang mana lagi?"
Setelah bicara panjang lebar dengan Danil, Tania pun menutup telponnya, dia baru sadar kalau pria tua yang ditakutinya karena tatapannya yang lain terhadap dirinya adalah oranga terkaya.
Akhirnya Tania sedikit tenang, dan berpikir mungkin karena dia memiliki banyak uang makanya dia memberikan banyak tips padanya.
Tania pun berpikir positif ,dan rasa takutnya dengan pria tua yang ternyata kakeknya Danil pun sedikit berkurang.
Tapi apakah hanya sekedar memberikan tips karena memiliki banyak uang, ataukah ada alasan lain dari kakek Danil?
__ADS_1