Terjebak Di Dua Pilihan

Terjebak Di Dua Pilihan
Permintaan yang tak masuk akal


__ADS_3

Malam itu Tania pun bermalam dirumah sakit, ditemani Tia dan juga Caca, malam itu Tania pun menemani ibunya diruang ICU, menggenggam erat tangan ibunya yang telah dipasang berbagai alat.


Dan diluar ruangan ada Caca dan Tia, yang saat itu sedang menghubungi teman-teman nya yang lain untuk bisa membantu Tania.


Dan akhirnya kabar itu juga sampai kepada Danil, Danil yang saat itu berada dikamar nya langsung turun kelantai satu untuk minta izin kepada kakek nya.


"Kakek, Danil ingin kerumah sakit?"


"Ada keperluan apa malam-malam kerumah sakit?"


"Kakek, ibunya Tania, yang kita temui dijalan saat acara perpisahan masuk rumah sakit, dan kondisinya sedang kritis."


"Lalu kenapa kamu yang harus kerumah sakit, apa kamu dokternya?" Tanya kakek dengan sikap dinginnya.


Danil pun terlihat kesal, dengan kakek nya yang seakan bersikap begitu dingin dengan orang lain.


"Kakek, Tania butuh uang, untuk operasi ibunya."


"Berapa biaya yang dibutuhkan nya?"


"Dua ratus juta kek,dan setidak nya Danil dan kawan-kawan bisa sedikit membantu."


"Itu bukan urusan kita, lebih baik kamu masuk kekamar dan istirahat."


"Kakek, kenapa kakek tega sekali."


"Jangan tidak sopan pada orang tua, dengar kan kakek dan masuk kekamar mu, kamu tidak perlu jadi pahlawan karena kamu pun belum menghasil kan uang."


Suara kakek terdengar begitu keras, Danil pun terdiam, ya memang benar dirinya sama sekali tidak punya uang, karena selama ini dia selalu menghamburkan uang yang didapat dari orang tuanya.


Danil pun kembali ke kamarnya, dia terduduk lemas, dia pun berpikir apa dia harus menelepon orang tuanya, tapi jumlah yang dibutuhkan Tania sangat besar apa mereka akan memberikannya?


Danil, mengusap wajah nya dengan kasar, ternyata dia Sama sekali tak bisa membantu Tania saat dibutuhkan, kalau menggunakan tabungannya pun, dia sama sekali tak memilikinya, semua uang nya ludes untuk foya-foya bersama teman-teman nya selama ini.


Lain hal nya dengan sang kakek, setelah Danil pergi dari hadapannya, kakek pun terlihat tersenyum, padahal dia baru saja mendengar berita duka tentang Tania, entah apa yang dipikirkan pria tua itu.


Kakek mengambil handphone nya dan menelpon seseorang, dan memintanya untuk segera datang kerumah orang tua Danil.


Kakek pun terlihat berjalan menuju kamar nya yang berada dilantai satu tersebut, menggambil jaket kulit hitam dari dalam kamar nya dan keluar lagi menuju ke depan rumah.


Tak berpa lama, sebuah mobil berwarna hitam pun berhenti dihalaman rumah , seorang pria berbaju hitam pun keluar dari sana dan membuka pintu samping mobil tersebut.


Dan Tampa menunggu lama, kakek nya Daniel langsung masuk ke mobil tersebut. Dan mobil itu pun melaju menembus jalan raya malam itu.


Dan ditengah keheningan, kakek mulai bicara pada pria yang sedang mengendarai mobil disampingnya.


"Apa kamu sudah tau tempat yang akan kita tuju?"


"Iya tuan."


Dan tak ada lagi pembicaraan, mobil mewah itu pun terlihat memasuki pekarangan sebuah rumah mewah, rumah milik om dan Tante Tania.

__ADS_1


Apa sebenarnya tujuan dari kakek Danil, apa dia ingin membantu Tania?


Pintu mobil itu pun terbuka, pria yang tadi mengendarai mobil itu segera menekan bel rumah om nya Tania.


Tak berapa lama, seorang wanita paruh baya keluar dari dalam rumah.


" Maaf tuan sedang mencari siapa?"


Tanya wanita tersebut, yang ternyata adalah pembantu kelurga om dan Tante tania.


"Kami ingin bertemu pemilik rumah ini, apa mereka sedang dirumah?"


"Iya sebentar tuan, duduk lah dulu."


Wanita paruh baya itu pun masuk kedalam meninggalkan kakek nya Danil. dan merek pun memutuskan untuk menunggu diteras rumah.


Tak berapa lama, yang dicari pun terlihat keluar dari dalam, dan mereka begitu terkejut ketika melihat siapa yang sedang duduk diteras rumah nya.


"Tu tuan!"


Ucap om Tania dengan tergagap, seperti nya om Tania sudah sangat mengenal kakek nya Danil.


"Silah kan masuk tuan!" Tampa menunggu lama, orang yang dipanggil tuan itu pun langsung masuk kedalam rumah, dan duduk disofa ruang tamu Tampa menunggu dipersilahkan duduk oleh pemilik rumah.


"Maaf tuan, ada hal apa yang membuat tuan datang malam-malam kerumah saya, kalau ada sesuatu hal, tuan bisa menelpon saya dan saya yang akan datang."


"Saya tidak ingin basa basi, saya ingin Tania?"


"Tidak tuan, bukan begitu, tapi kenapa tuan kenal dengan Tania?"


"Saya tidak mengenal nya, tapi saya pernah bertemu dengan Tania."


"Lalu apa maksud tuan menginginkan Tania?"


"Saya ingin mengambil Tania sebagai istri"


Keduanya nampak begitu terkejut, Tania ingin dijadikan istri pria tua dihadapannya, begitulah pemikiran om dan Tante saat itu, bahkan terlihat tantenya Tania bergidik ngeri.


Memang pria tua dihadapannya itu adalah orang paling kaya, tapi dia lebih pantas jadi ayah atau pun kakek untuk Tania.


"Apa kamu bisa mengabulkan permintaan saya?"


"Tapi tuan, pasti Tania akan menolak nya."


"Kalau begitu, kalian punya seorang putri kan? bagaimana kalau putri kalian yang menggantikan Tania?"


"Apa? Putri kami?"


Tante terlihat begitu terkejut, tentu saja dia tak akan setuju melakukan hal itu, dia tak ingin punya menantu kakek tua.


Memang dia menginginkan kekayaan nya tapi dia tak akan sudi putri semata wayang nya menikah pria tua itu.

__ADS_1


"Kenapa kalian diam, saya tidak punya banyak waktu."


"Tapi tuan putri kami masih akan melanjutkan kuliah, dia juga baru lulus SMA."


"Saya tidak tanyakan itu, kalau kamu tidak bisa memenuhi permintaan saya, maka kerjasama perusahaan kita akan saya putus kan, dan kamu tau kan apa yang akan terjadi?"


"Bujuk Tania, atau gantikan dengan putri mu."


"Tapi tuan, saya tidak bisa memaksa Tania, dia juga tidak begitu dekat dengan kami."


Om Tania mencoba memberikan alasan, dia tentunya juga tak ingin mengorbankan Tania, tapi dia juga tak ingin kehilangan perusahaan nya.


"Saya tunggu jawaban kalian dua jam kedepan, dan jika kamu bisa memenuhi keinginan saya, saya akan menyuntikkan dana dua kali lipat untuk perusahaan kalian,


Saya tunggu dua jam kedepan."


Tampa menjawab, Tuan Sanjaya pun meninggalkan rumah om dan Tante Tania, dan mobil mewah berwarna hitam itu pun pergi meninggalkan rumah mereka.


Om dan Tante Tania saling pandang, mereka sedang mencoba berpikir dalam waktu dua jam, apa bisa mereka memberikan jawaban.


"Ma, apa yang harus kita lakukan."


"Mama juga bingung pa, dua jam itu waktu yang singkat, tapi mama tak ingin menyerahkan putri kita."


"Lalu mama tega menyerahkan Tania?"


"Pa, Tania itu bukan putri kita, dan Tania pun tidak akrab dengan kita, apa papa rela kehilangan perusahaan dan kita jatuh miskin?"


"Tentu saja tidak, lalu apa yang harus kita lakukan sekarang."


"Kita kerumah sakit dan temui Tania."


" Sekarang? "


"Ya tentu saja, papa lupa kita cuma punya waktu 2 jam pa."


"Lebih baik kita berangkat sekarang."


"Apa rencana mama?"


"Nanti kita pikirkan dijalan."


"Tapi ma, papa bingung apa pria tua itu tidak sadar kalau dia sudah bau tanah, tapi malah menginginkan gadis yang masih berusia 18 tahun."


"Mama juga bingung pa, tapi mama gak mau memikirkan itu."


Mereka pun akhirnya masuk kemobil dan melajukan mobilnya kerumah sakit, setelah hampir satu jam mobil itu pun sampai diparkiran rumah sakit, om dan Tante segera turun dan mencari keberadaan Tania.


Apa akan terjadi pada Tania setelah ini, akan kah om dan Tante bisa memaksa Tania menikahi seorang pria tua?


Demi Dua kali lipat yang dia janjikan?

__ADS_1


__ADS_2