
Pras masih berdiri ditempat nya, dia benar-benar tidak menyangka dengan orang yang saat itu datang kerumah Tania, dan dari mana dia tau tempat tinggal dirinya dan Tania.
Belum sempat Pras bertanya, orang yang berada didalam taksi tersebut langsung berhamburan ke pelukan nya.
"Pras sayang Aku kangen!" ucap seorang wanita yang ternyata adalah Tasya.
Pras masih diam membisu, dia tak menyangka dengan siapa yang datang, dan tentu saja Pras menjadi galau , ini bukan lah hal yang baik untuk hubungannya dan Tania.
"Tasya, kenapa kamu bisa berada disini, dan dari mana kamu tau kalau aku sednga berad dirumah ini?"
"Pras, tadinya memang aku kesusahan mencari kamu." jawab Tasya sambil melepaskan pelukannya yang tak berbalas.
Pras, memandangi wanita yang berbaju seksi dihadapan nya itu, namun entah kenapa Taka dan lagi rasa yang mengusik gairah nya data menatap Tasya.
Wanita yang selama ini bisa membuatnya tergila-gila, dan lupa akan segala nya, apa yang terjadi dengan dirinya.
Pras bertanya pada hatinya saat itu, apakah dirinya sudah tidak normal, sampai tidak lagi tertarik pada wanita dihadapannya?
"Pras, kamu kenapa diam? Apa kamu tidak rindu dengan ku?" tanya Tasya manja.
Dan terlihat Tasya mendekatkan wajah nya ke arah Pras, namun dengan cepat Pras menahan tubuh Tasya .
"Apa yang kamu lakukan?" ucap Pras.
"Sayang, apa maksud kamu kita juga bisanya melakukan hal yang lebih dari ini."
"Tapi ini Jakarta, kamu jangan berbuat sesuka mu."
"Kalau begitu kita ke hotel sekarang , aku mau kamu temani Aku hari ini."
"Maaf Tasya, aku tidak bisa."
"Apa tidak bisa? Sejak kapan kamu menolak aku Pras?"
"Tasya, bukan begitu, tapi ini bukan Amerika."
"Aku tau Pras, tapi kamu sudah begitu lama meninggalkan aku, apa kamu lupa?"
__ADS_1
"Aku tau Dan kenapa kamu harus menyusul Akau kesini?"
"Karena kamu pergi tanpa memberitahu aku Pras, bahkan kamu memblokir nomor aku."
"Aku hanya ingin menenangkan diri , kamu harus paham."
"Menenangkan diri di untuk apa Pras, bukankah hanya Aku tempat kamu menenangkan diri!"
"Cukup Tasya, lebih baik kamu pulang."
"Oke, Aku akan pulang asal kan bersama kamu."
"Aku tidak bisa."
"Kalau begitu, aku juga enggak akan pulan."
"Tapi Tasya, disini bukan tempat kamu."
"Aku akan berada di manapun kamu berada Pras."
"lalu kenapa kamu menolak untuk menikah dengan ku?"
"Tapi Akau butuh itu Tasya."
"Sejak kapan? Selama ini kamu tidak pernah mempermasalahkan semua itu, sampai papa kamu datang ke Amerika."
"Tasya, papa itu sudah tau, dia butuh seorang menantu dan juga cucu untuk menemani hari tua nya."
"Pras, itu hal yang gampang."
"Gampang kamu bilang?"
"Iya tentu saja, kamu tinggal angkat anak di panti sosial."
"semudah itu kamu bicara, aku ingin anak dari darah daging ku sendiri."
"Selama ini kita berdua menikmati saja semua nya Pras, tanpa da nya komitmen dan juga anak."
__ADS_1
"Iya Aku tau, selama ini Akau sudah banyak berbuat salah, bahkan aku sampai lupa kalau aku masih punya papa Tasya."
"Apa yang membuat kamu berubah Pras?"
"Akau hanya ingin seorang istri Tasya."
"Lalu kamu kemana selama ini?"
"Mungkin saat ini Aku baru sadar kalau aku butuh seorang istri Tasya, bukan hanya pemuas nafsu."
"Ooo, jadi kamu baru sadar pras, perempuan mana yang membuat kamu berubah seperti ini."
"Ini tidak ada hubungannya dengan siapa pun."
"Apa kamu yakin?".
Pras terdiam sesaat, dia yang saat itu tersulut emosi ,menatap Tasya tanpa berkedip.
"Kalau kamu Memang ingin kebebasan, oke!
Aku akan kasih kamu kebebasan."
"Dan kalau memang kamu enggak bisa berkomitmen ,Aku mau hubungan kita berakhir."
"Apa Pras! Kamu bilang apa?"
"Aku enggak bisa Pras, aku enggak mau kalau kamu ninggalin Aku begitu saja."
"Aku sudah memberikan kamu pilihan Tasya."
"Kami memberikan aku pulang yang sulit Pras."
"Lebih baik kamu kembali ke Amerika, Dan lupakan apa yang sudah terjadi diantara kita."
"Enggak Pras, aku enggak mau!" ucapan Tasya.
Tasya memeluk tubuh Pras yang masih berdiri dihadapannya, namun Pras hanya diam dan tak memberikan balasan.
__ADS_1
Dan saat itu juga sebuah taksi berhenti tepat di pintu gerbang, dan ternyata itu adalah seorang wanita yang sejak tadi ditunggu Pras.
Apa yang akan terjadi setelah ini? Akan kah ini malah membuat Pras kehilangan keduanya?