Terjebak Di Dua Pilihan

Terjebak Di Dua Pilihan
Mencoba memberikan perhatian


__ADS_3

Dan tanpa Pras sadari, ternyata Tania sudah bersandar di bahunya, Pras hanya tersenyum dia berpikir kalau Saat ini Tania sedang ingin berada dekat dengan dirinya.


"Tan kamu tau? Sebenarnya untuk saat ini, Tasya mulai sedikit menghilang dari hari ku."


"Karena untuk saat ini aku malah lebih takut untuk kehilangan kamu."


"Tapi kamu jangan bertanya sejak kapan Akau takut kehilangan kamu, karena aku tidak tau pasti kapan itu itu hadir."


"Apa kamu juga saat ini merasakan hal yang sama seperti yang kurasakan?"


Pras kembali diam, menunggu orang yang di sampingnya berikan jawaban, namun setelah beberapa saat pras tak juga mendengarkan suara Tania yang masih bersandar di bahunya.


Pras pun mengalihkan pandangannya ke arah Tania dan ternyata pras baru sadar kalau Tania sedang tidur pulas bersandar di bahunya.


"Tania Tania,ternyata kamu sedang tertidur pulas ,pantas saja aku tidak mendapatkan jawaban apapun darimu."


Pras menatap wajah Tania yang saat itu berada begitu dekat dengan wajah dirinya, Pras tersenyum sendiri menatap wajah polos yang saat ini sedang bersandar dari bahunya.


"Ternyata kamu sangat cantik saat sedang tidur."


Pras menyentuh pipi Tania dengan lembut, setelah beberapa lama mereka menikah hari ini Pras berani menyentuh pipi Tania.


Pras tersenyum geli sendiri, dia tak menyangka gadis disampingnya bisa membuatnya takut kehilangan .


Perasaan apa yang sedang dia rasakan saat itu. Pras menatap Tania begitu lama, gadis yang kadang membuatnya kesal, dan kadang membuatnya terhibur.


Pras akhirnya mengangkat tubuh Tania yang sedang bersandar di bahunya, Pras tidak tega untuk membangunkan Tania.


Pras membawa Tania ke kamar nya , menyelimutinya , dan tiba-tiba Pras mendaratkan sebuah kecupan di kening Tania.


Menatap nya untuk beberapa saat sebelum Pras pergi dari kamar Tania. Pras berjalan menuju kamar nya yang bersebelahan dengan kamar Tania.


Pras melirik jam dinding yang ada dikamar , ternyata sudah jam 11.00 malam ,pantas saja Tania tertidur pulas.


Pras akhirnya ikut merebahkan tubuhnya, mencoba memejamkan mata untuk beberapa saat, Sampai akhirnya Pras pun ikut terlelap dalam tidur nya.


Keesokan paginya , Tania pun terbangun dan melihat dirinya berada di atas tempat tidur, tania mencoba mengingat-ingat tentang kejadian malam tadi.


Dia ingat benar kalau dia sedang berada di taman belakang rumah, tapi kenapa tiba-tiba dia sudah tertidur dikamar nya.


"Apa Om Pras yang membawaku ke kamar?" tanya tania pada dirinya.


Perlahan Tania turun dari tempat tidur nya dan berjalan menuju dapur , dengan malas Tania membuka kulkas dan ingin membuat sarapan pagi.


namun belum sempat Tania membuat kulkas, dia mencium aroma yang menggugah selera.


Dan Tania melihat kompor di dapur masih menyala, Tania mendekat dan melihat ternyata ada sesuatu yang sedang dimasak disana.


Tapi siapa yang sedang memasak , batin Tania saat itu karena dia tidak melihat siapa pun disana. Tania mengarahkan pandangannya ke sekeliling ruangan namun tak menemukan Pras juga disana.


Tak ingin ambil pusing dengan siapa yang memasak, Tania pun mengaduk-aduk masakan yang ada di atas kompor saat itu, sampai akhirnya dia dikejutkan oleh Pras yang Tiba-tiba hadir dibelakang nya.

__ADS_1


"Kamu lapar?" tanya Pras yang sekaligus mengagetkan Tania.


"Om kenapa mengagetkan Tania." ucap Tania terlihat kesal.


Namun Pras hanya tersenyum, dia tak ingin merusak mood nya Tania pagi-pagi.


"Kamu duduk aja dimeja makan."


"Tumben Om rajin?"


"Kamu aja Yang baru menyadari nya."


"Bisa jadi!"


Tania duduk di meja makan sambil memperhatikan Pras yang sedang memasak, tanpa disadari oleh nya ,dia mulai mengagumi pras, ternyata banyak sisi lain dari Pras yang tidak pernah Tania ketahui.


Pras membawa makanan yang baru siap dimasak nya ke meja makan.


"Kamu ngelamun apa?" tanya Pras.


" Hmmm, enggak Om."


"Apa Om sudah selesai masak?"


"Sudah."


"Tania bantu ya Om."


"Memang nya apa yang membuat hari ini harus menjadi spesial?"


"Sudah ,jangan banyak tanya."


Tania pun hari ini menurut, hanya menjadi penonton saja, Pras lah yang menyiapkan segalanya.


"kita makan sekarang?" tanya Pras.


"Sebenarnya Tania sudah lapar Om, tapi lebih baik Om mandi dulu ,pasti bau bumbu dapur."


"Apa itu masalah?"


"Tentu saja."


"Oke, kalau begitu tinggi disini."


"Hmmm."


Pras pun pergi kekamar nya untuk mandi, Dan begitu Pras pergi Tania pun ikut pergi ke kamar nya , dia juga ingin mandi, karena Tanak belum mandi tadi langsung ke dapur.


Tak berapa lama keduanya pun keluar dari kamar, bahkan kali ini secara bersamaan.


"Kamu ganti baju?" tanya Pras.

__ADS_1


Yang saat itu melihat Tania di pintu kamar nya. Dan sudah lebih rapi dari sebelum nya.


"Tania juga baru selesai mandi Om."


Tania pun berjalan pelan melewati Pras ya masih termangu di depan pintu kamarnya. Pras akhirnya ikut ke dapur menyusul Tania yang sudah duduk manis di meja makan.


Pagi itu Pras langsung mengambil posisi dihadapan Tania, biasanya mereka duduk berdampingan.


"kenapa Om duduk disitu?"


"Kenapa memang nya?"


"Tidak ada, tapi biasanya Om selalu duduk disini." menunjuk kursi disebelah kanan nya.


"Jadi kamu merasa kehilangan kalau aku duduk disini?"


"Ish, bukan begitu Om, hanya saja tumben aja."


Tanpa memberikan jawaban Pras pun berpindah tempat ke samping Tania. Duduk menghadap ke arah Tania, menatap nya begitu dekat. Sampai-sampai Tania memundurkan sedikit wajahnya kebelakang.


Tania terlihat grogi dan sedikit salah tingkah, dan untuk menghindari itu Tania bangun dari duduk nya. Dan menawarkan sarapan untuk Pras.


"Kita lebih baik makan sekarang ya Om." bangun dari duduk nya.


"Mau kemana?" belum sempat berdiri Pras sudah menarik tangan Tania.


Karena tidak siap, tubuh Tania pun oleng dan langsung jatuh ke pelukan Pras. Dan tentu saja Pras menang bnyak, dia langsung melingkarkan tangannya ke pinggang Tania.


Tania begitu kaget dengan apa yang dilakukan Pras, karena ini untuk yang pertama kalinya Pras bersikap seperti itu kepadanya.


Tubuh Tania sesaat menegang, dia seakan membeku ditempat nya, dan melihat reaksi Tania, Pras sengaja menggodanya, dengan mengelus pelan perut Tania.


Tania untuk beberapa detik hanyut dalam sentuhan Pras, dan sampai akhirnya alam sadarnya pun kembali.


"Om, lepaskan Tania." memaksa melepaskan tangan Pras.


Namun Tania sedikit kesusahan , karena tenaga nya Pras yang kuat.


Dan bukannya menurut pras malah menyandarkan kepalanya dipunggung Tania. Tania semakin salah tingkah dibuat nya.


"Om tolong lepaskan Tania, Tania udah lapar Om, apa Om Pras mau Tania mati kelaparan?"


Tania terlihat mulai kesal, namun lain hal nya dengan Pras, dia masih senang menggoda Tania. Dia malah semakin mempererat pelukannya di pinggang Tania.


"Om lepas!" suara Tania sedikit tinggi, sambil mencoba melepaskan diri dari pelukan Pras.


Dan melihat Tania begitu kesusahan melepaskan diri dari dekapan Pras, akhirnya Pras melepaskan Tania, sebenarnya bukannya karena Pras capek, akan tetapi karena gerakan tubuh Tania Yang berada didalam pangkuannya ,malah membuat dirinya yang kegerahan.


Begitu lepas dari Pras Tania langsung berpindah duduk ketempat dimana Pras duduk sebelum nya, Tania menatap Pras dengan wajah cemberut, namun hanya dibalas dengan senyuman oleh Pras.


Apa setelah ini Tania akan marah dengan Pras atas sikap nya?

__ADS_1


__ADS_2