Ternyata Suamiku Tampan

Ternyata Suamiku Tampan
sebagai seorang istri


__ADS_3

Sean bangkit dari ranjang, ia memakai kostumnya sebelum Wanitanya terjaga.


Sean kembali berbaring di samping Dinia, Pria itu menarik selimut menutup Tubuh polos Dinia.


Sean tersenyum,


“Ini sangat lucu. permainan ini benar-benar menggelitik.


Kau berlari dari ku lalu berlari kepadaku lagi.


kapan kau akan sadar hah?


kau mau menunggu ku sampai puas dengan permainan ini?


seharusnya kau sadar bahwa aku adalah suami mu, Sean Arsaga Dinata, pria muda dan sangat tampan.” Gumamnya sambil membelai pipi merah jambu itu.


“Dia sangat menggemaskan saat tidur, Tapi lebih lucu saat dia galak.”


Memandangi Dinia sampai subuh, hanya itu yang di lakukan Sean sampai sang empu benar-benar terjaga.


Dinia menggeliat perlahan, membuka matanya dan Mengkucel-kucelnya.


“Ahh.” Teriaknya saat melihat kakek tua di sampingnya.


“Istri ku, ada apa.”


Dinia terdiam, ia mengingat kembali apa yang mereka lakukan semalam.


“Kakek, aku harap kau tidak kebangetan memintanya lagi ya. ini cukup yang pertama dan terakhit kita melakukannya.” Tangkas Dinia memberi penjelasan.


“Istri ku, kan kau yang memberikannya bahkan memohon padaku, aku sama sekali tidak memintanya.” Jawab Sean dengan Nada polosnya.


Dinia terlihat kikuk, Ia menjambak rambutnya sendiri.


“Anggap saja kakek mendapat rezeki semalam, tapi ingat ini cukup yang pertama dan yang terakhir.” ujar Dinia, lalu melenggang membawa selimut Sean yang melilit di tubuhnya.

__ADS_1


Sean tersenyum penuh makna.


“Kita lihat saja apa yang terjadi, apa ini akan menjadi yang pertama dan terakhir, atau kau menginginkannya lagi, aku akan membuatmu berlari padaku. haha.”


Sean bangkit dari Ranjang, melepas sepray yang di hiasi Darah dan cairan ulang mereka semalam.


Pria itu mencucinya sendiri.


******


Pagi yang cerah, Semua penghuni rumah tersenyum bahagia.


Apalagi Sean, wajahnya berseri-seri kala memijaki lantai bawah itu.


“Dimana Dia! Kenapa belum sarapan juga.” tanya Sean kepada bibi Del.


“Nona muda berada di kamarnya tuan, Nona bilang dia malas turun karena kakinya terasa sakit.” Ujar Delete.


“Oh, layani Nona muda kalain, berikan apa saja yang ia minta.”


Sean tersenyum ramah sebelum akhirnya pergi bersama Ham.


Di dalam kamarnya, Dinia mengeluh kesakitan. ia berkutat dengan gawai di tangannya, mencari artikel mengenai hubungan suami istri itu.


Dia pria tua bukan sih, Kenapa tenaganya kuat sekali, tubuh bagian bawahku terasa sakit sampai sekarang, apa yang harus ku lakukan, aku sama sekali tidak berpengalaman.


Batin Dinia


tapi


“Nona, saya datang membawa sarapan.” Ucap bibi Del dari depan kamar.


“Masuklah bi.” sahut Dinia.


Delete masuk dengan membawa nampan berisi sarapan.

__ADS_1


“Masih sakit nona?”


“Tidak, pengen istirahat saja.”


“Baiklah nona, habiskan sarapan anda.”


“Terimakasih bi.”


“Nona, apa anda dengan tuan sudah melakukannya.” tanya bibi Del tanpa sungkan.


“Melakukan apa, jaga bicaramu bibi Del.” Dinia menyangkal.


“Kami tidak melakukan apa-apa.”


“Nona tidak bisa berbohong.” Delete menunjuk layar Gawai yang terpampang dengan judul artikel.


"Mungkinkah hamil saat melakukan hubungan suami istri yang pertama kalinya." begitu kira-kira kunci pencari yang di operkan Dinia ke mbak googala itu.


“Emangnya kenapa? aku hanya ingin tahu saja, kenapa bibi bisa seenaknya menyimpulkan hal seperti itu.” protes Dinia.


“Karena aku banyak bukti nona.” Delete kemudian berdiri di hadapan Dinia, Subuh tadi aku memergoki Nona keluar dari kamar tuan, di balut seprey putih itu, saat aku membersihkan kamar saat nona mandi aku mendapat bercak darah di selimut anda.”


“Itu, bukan seperti yang kau pikirkan bibi Del, aku dan kakek sedang melakukan eksperimen menggunakan cat merah, karena tidak hati-hati aku menumpahkannya di mana-mana.”


“Hus nona, anda jangan berbohong lagi, Saya Delete tahu persisi kejadiannya seperti apa. nona telah terpikat dengan tuan kami kan.”


“Astaga siapa yang terpikat dengan kakek tua, aku hanya menjalankan kewajiban ku sebagai istrinya.”


“Nah kan, Akhirnya mengaku juga.”


“Bibi Del kau sengaja ya, awas saja kau.” Dinia meneriaki Delete yang berlari keluar dari kamar.


“Menyebalkan,” sungutnya kesal.


******

__ADS_1


__ADS_2