Ternyata Suamiku Tampan

Ternyata Suamiku Tampan
Alenta


__ADS_3

“Dinia ku sayang, apa kau merindukan ku.” Kakek tua berjalan mendekati Dinia yang sedang berselonjor kaki di atas tempat tidur.


“Humm.” Demi untuk merajuk kepada sang suami, Dinia rela menahan gejolak ingin mencium kakek tua, entah kenapa akhir-akhir ini ia sangat menyukai pria itu.


lha kok bisa?


entahlah aku sendiri juga tidak tahu.


“Prem bilang kau mencari ku.” pungkas Kakek tua lagi, lalu duduk di sisi tempat tidur.


“Kenapa pulang, tidur bersama istri pertama mu saja ngapain menemuiku.” Sungut Dinia lagi sambil memasang wajah cemberut.


“Oh sedang cemburu ya ceritanya.” Kakek tua tersenyum menyebalkan.


“Kalau begitu baiklah, aku akan pergi lagi ke pemakaman.” kakek tua beranjak dari duduknya.


“Jangan.” Cegat Dinia secepat kilat, secepat ia langsung memeluk Pria itu dari belakang.


“Jangan pergi, sudah cukup ziarahnya.” ucapnya bersikap manja.


Cihhhh, sialan, apa ini diri ku, bagaiamana mungkin aku bisa berucap semanis ini. menyebalkan.


Cibir Dinia di dalam hati, karena memang sikap manjanya ini murni bawaan bayi.


“Jadi kau tidak merajuk lagi istri ku.” Tanya kakek tua.

__ADS_1


Enak saja, aku kesal kau menghilang seharian. tentu saja aku merajuk dan marah.


Dinia ingin berucap begitu, tapi lagi-lagi yang terucap dari bibir manisnya adalah kalimat lemah lembut seperti ini;


“Tidak kok kakek, aku tidak merajuk sama sekali.”


Menyebalkan.


“Baiklah istri ku, kau memang sangat baik hati.” Sean mencolek dagu Dinia, dan itu membuat sisi Dinia yang asli meratap jijik, di satu sisi menjadi bersemu.


Aneh memang tapi itulah yang terjadi, Haha.


*****


Ham mendengus kasar, selama perjalanan menuji airport kota ia tidak berhenti mengeluh.


i don't like that girl.


Yah selama mengenal perempuan itu, Ham mulai membenci wanita, bagi pria berusia dua puluh tujuh tahun itu wanita ada pengganggu, tidak semua, tapi karena Kegilaan Perempuan itu membuat Ham menganggap semua wanita yang mendekatinya sama gilanya.


mungkin itu yang membuat Ham membenci orang yang ingin berpasangan dengannya.


Crazy Women.


Di lobby Bandara, seorang wanita kurus kerempeng sedang melambai-lambai kesetanan kearahnya, bahkan tubuh itu seakan tidak memiliki lemak sama sekali sangkin kurusnya.

__ADS_1


“Hei cintaku Ilham Rajeksa.” Ujar seorang Wanita bertubuh langsing dan paras yang cukup menarik.


Di pendiriannya Ham sudah berusaha menutupi celah agar tidak ada pasang mata yang melihatnya, karena akan sangat memalukan berdampingan dengan perempuan minim etika itu.


“Sayang.” perempuan itu menghampiri Ham.


“Hentikan panggilan konyol yang terdengar bodoh itu Alenta.” ujarnya menyebut nama sang empu.


Alenta, nama yang bagus bukan. tapi jangan tanya nama aslinya, nanti anda akan terguling-guling mendengarnya.


“Kenapa kau kemari.” Ujar Ham tidak terima.


“Yah kenapa kau bicara seperti itu Ilham sayang, tentu saja aku kemari untuk mengunjungi bibi dan keempat sepupu ku.”


“Sebenarnya kau tidak perlu kemari.” Tuding Ham.


“Hentikan Ilham, aku tahu kau merindukan ku, hanya saja kau malu-malu kan.” ujarnya memfitnah pria yang tidak pernah tertarik terhadap wanita itu.


“Idihh percaya diri mu itu tidak berkurang-kirang ya.” ujar Ham terdengar ilfil, teramat ilfil.


“Ouhh Hentikan Ilham, coba lihat apa aku terlihat gemukan, oh tuhan aku hampir depresi karena timbangan ku naik dua ons.” curhatnya kepada Ham.


“Apa katamu? gemukan, kau bahkan tidak memiliki lemak sama sekali, di dalam tubuhmu hanya ada tukang tanpa lemak kau mengerti, kau seperti tengkorak.” Ham mencibir lalu berjalan cepat ke mobilnya.


“Ouhhh Ham sayang, kau tetap seperti dulu tidak berubah tetap cerewet dan menyenangkan.” I like it.

__ADS_1


*****


Haha, ada yang penasaran sama nama asli Alenta. coba tebak di kolom komentar.


__ADS_2