Ternyata Suamiku Tampan

Ternyata Suamiku Tampan
Pelepasan Status Lajang (Prem-Delete)


__ADS_3

Mereka bertiga adalah bagian keluarga, tentu setiap anggota keluarga Dinata merasa Kawatir dan mencemaskan keadaan mereka.


Ruangan pasien nomor 203, Tempat Prem dirawat. Dimana pria itu yang mengalami cedera paling berat.


Delete dan Jusuf sudah siuman beberapa jam lalu, namun Prem tetap saja memejamkan mata meski sudah mendapat penanganan dari dokter.


Melihat Prem yang belum menunjukkan kesadaran, Menty semakin di lema.


Ia tidak sanggup jika harus kehilangan Orang seperti Prem.


Pria itu sudah sangat berjasa terhadap keluarganya. Jauh sebelum ia menikah dan masuk kekeluarga Dinata, Prem sudah menjadi bagian dari keluarga itu.


Sekarang Menty tengah menemani saat-saat koma kepala pelayan itu.


Mengaji di samping Prem dan berdoa agar pria itu segera sadarkan diri.


Semetara di bilik yang lain, pak Jusuf di temani Sean dan Dinia.


Berhubung pria itu sudah siuman mereka mengajaknya mengobrol ringan.


“Pak Jus, yang paling sakit di bagian mana?” Dinia bertanya dengan sangat Kawatir.


“Huh, Nona. Kebunnya.” Bukannya menjawab pertanyaan Dinia, Jisuf malah sedih dan mengingat kebun yang susah payah ia rawat hanya untuk Dinia.


“Kebunnya sudah patah.” Ia menangis sesenggukan hatinya hancur.


“Tidak apa-apa, Pak Jus jangan sedih. Kalau masalah kebun kita rawat sama-sama nanti.” Dinia menghibur Jusuf.


“Patah satu–Tumbuh seribu.” Ucap Sean yang mendadak prihatin.


“Yang terpenting sekarang adalah kesehatan bapak. Sekiranya ada yang sangat menyakitkan boleh katakan sama saya atau sama Sean.” ujar Dinia yang sejurus dengan itu mendapat cubitan manja dari Suaminya.

__ADS_1


“Siapa yangengijinkan mu memanggil namaku, panggil sayang dong ah.” Protesnya.


“Iya sayang.” Dinia berbisik ke telinga Sean membuat pria itu mabuk kepayang.


“Maaf nona, seharusnya anda bisa memanen strawberry pertama di tahun ini, tapi karena kejadian itu....”


“Sssst, tidak apa-apa Pak. Lagi pula tanamannya tidak semua rusak kan.” Dinia menenangkan lagi.


“Iya Nona, terimakasih.”


Setelah beberapa jam menghibur Jusuf, Sekarang Dinia ingin melihat pelayan Del yang selalu setia disisinya.


Dari kamar rawat Jusuf menuju kamar rawat Delete, Semakin dekat kedepan pintu, Sean dan Dinia mendengar tangisan yang teramat pilu.


Ternyata setelah pintu di buka, Delete sedang bercerita tentang riwayat hidupnya yang menyedihkan yang hampir tidak memiliki cinta.


Dan Alenta, Lipa, Nosi dan Aina menjadi pendengar yang Budiman.


Sean dan Dinia hanya duduk di sova tanpa ingin mengganggu suasana haru ini.


Delete bercerita, sejak ia kecil ia sudah kehilangan cinta, ayah dan ibunya telah tiada sejak ia masih balita.


Untuk melanjutkan hidupnya, pamannya mengantarkan kesebuah panti asuhan.


Namun tidak ada seorang pun yang ingin mengadopsinya.


Hingga saat ia berusia 20 tahun, ia melamar pekerjaan sebagai pelayan di rumah keluarga Dinata dan bertemu dengan Prem yang menjadi Cinta pertamanya.


Namun Prem sangat jutek dan Seperti tidak ingin memiliki cinta, membuat Del harus menyimpan perasaannya erat-erat.


Ia sengaja menolak semua lamaran pria hanya karena ia mencintai Prem.

__ADS_1


Sekarang usianya sudah tidak muda lagi. Tapi ia yakin suatu saat nanti dirinya dan Prem akan bersatu.


Sean dan Dinia saling bergenggaman tangan dengan erat. Demi mendengar cerita Del yang mengharukan.


Mereka setuju ingin menyatukan kedua insan yang sudah tidak muda itu lagi.


Sementara di ruang rawat Prem,Menty yang ketiduran di kursi terganggu dengan ributnya Prem.


Menty menatap pria itu, matanya masih terpejam tapi bibirnya komat Kamit memanggil nama.


“Bibi Del.”


“Bibi Delete.”


Menty sangat bergembira, melihat Prem yang sepertinya ingin siuman.


Ia menghubungi Anak-anaknya agar secepatnya mendatangkan delete untuk Prem.


Namun sebelum panggilannya di gubris, Sean dan Dinia sudah lebih dulu membawa Delete, menuntun wanita itu kesisi ranjang.


Mereka menyatukan tangan dua instan itu dan membiarkan Delete berbisik kata-kata syahdu di telinga Prem.


********


Malam semakin larut, Namun beberapa anggota keluarga masih sibuk musawarah tentang pernikahan Prem dan delete.


Sepertinya tahun ini akan banyak perubahan, pelepasan status lajang dua pelayan legendaris misalnya.


Juga penantian buah hati pertama Sean dan dini.


Juga kepastian hubungan Fhiari dan Aina yang memang belum mendapatkan ketenangan, namun sepertinya Lupa sudah merelakan cintanya.

__ADS_1


Setiap rongga dada Anggota keluarga Dinata saling bergejolak meriah.


Meski banyak sekali kejadian aneh dan Mala petaka, namun selalu indah pada akhirnya.


__ADS_2