Ternyata Suamiku Tampan

Ternyata Suamiku Tampan
Dua adik sayang


__ADS_3

“Maaf Kak Fhiari, Aina tidak bisa.” Gadis itu menolak lamaran pria yang sudah lebih dahulu di lamar kakak perempuannya.


“Ku mohon Aina, aku menyukaimu apa adanya, Jangan tolak aku, ku mohon.” Fhiari terus bersikukuh mendapatkan Aina, namun pria itu tidak memperoleh hasil yang ia inginkan, Hanya ada Selaksa kebencian dari sudut pandang Aina, Karena telah berani melamarnya dan berhianat Kepada Lipa.


“Tolong cintai kak Lipa, aku sudah menganggap kak Fhiari seperti saudara sendiri, terlebih lagi aku tidak bisa mengecewakan kakak kandung ku sendiri.” Jelas sekali Aina kecewa.


Nosi hanya bisa diam menyaksikan. yah sepertinya cinta memang tidak bisa dipaksa, seperti perasaan kosong Fhiari kepada Lipa–


Aina yang hanya menganggap Fhiari saudara.


Hati memang rumit ya. tidak bisakah satu hati mencintai hati yang mencintainya juga. kenapa harus ada perasaan serumit itu.


******


Sean sudah terbaring di ranjang, suhu badannya meninggi. untuk pertama kali pria itu demam tinggi.


Ia tidak berucap nama atau panggilan yang biasa ia ucapkan untuk Dinia, bahkan membuka mata saja sangat panas rasanya.


“Sean.” Selesai mengganti baju Suaminya, Dinia mengusapkan telon ke tubuh pria itu.


“Apa masih sakit?” tanya Dinia, mengusap air mata panas yang mengalir dari mata terpejam Suaminya.


Sean menggeleng, dia berbohong, rasanya teramat nyeri, tapi demi menjaga citra kelakiannya ia harus pura-pura tegar kan.

__ADS_1


“Jangan bohong, rasanya sakit kan.” Dinia mencium kening itu lantas berkata.


“Bibirku hampir terbakar tapi kamu bilang ini tidak sakit.” Dinia meraba wajah dengan mata yang masih terpejam itu, Sean tersenyum tipis perlakuan lembut Dinia memberi energi positif untuknya.


“Dear.”


“Iya sayang.”


seperti sengatan listrik yang memberi energi pada tubuhnya, saat Dinia menyahuti dengan panggilan kesukaannya, bulu kuduknya merinding, mata itu terbuka dengan sendirinya. tampaklah bidadari dalam sosok Dinia.


“Dear aku begitu menyukaimu, aku tidak mengerti lagi harus bagaimana.” langsung memeluk Dinia dan melakukan hal yang sewajarnya.


******


“Apa katamu Ham? Apa gunanya kau ada jika adik-adik ku dalam bahaya.” murka Sean.


“Cepat kita cari mereka.”


“Tapi tuan anda kan masih sakit.” cemas Ham


“Tidak usah pedulikan aku, kalau Lipa dan Alenta tidak di temukan selamat, aku akan menggorok mu Ham.” Ancam sean tidak main-main.


Mendengar suara kasar itu, Dinia yang tertidur karena kelelahan mulai menggeliat,.Sean yang sadar itu karena ulahnya langsung mengusap lembut kepala wanitanya dan menutupi tubuh polos itu dengan selimut tebal.

__ADS_1


mencium Dinia lalu memasuki kamar mandi, ada mandi besar yang harus di lakukan sebelum pergi mencari kedua adik kesayangannya.


Dasar si Ham ini, menjaga empat gadis saja tidak becus.


Grutunya kesal.


Sean sudah turun ke bawah dan menemui prem yang terlihat ketakutan.


“Tuan.” suaranya bergetar.


“Kenapa Lipa dan Alenta sampai hilang begini? kalian tidak tahu kerjaan kalian apa?” Sean begitu murka, ya jelas saja adik-adiknya adalah harta berharganya. dan ia tidak akan sanggup kehilangan salah satu diantara keempatnya.


Ham pun tiba juga, pria itu turun dari mobil langsung menemui Sean.


Plakkkkkkk.


Sean menendang betis yang kokoh itu.


“Kau main-main dengan ku Ham.”


“Maaf tuan.”


“Aku tidak mau tahu, Lipa dan Alenta harus segera di temukan dalam kondisi baik-baik saja.”

__ADS_1


“Baik tuan," Ham menyanggupi, meski ia cemas akan hal itu, Ham harus mengurus semuanya belum lagi pekerjaan yang bertumpuk di Swalla group apalagi keadaan perusahaan sedang ada perlawanan.


__ADS_2