
Astaga.
Delete berucap cemas, jam menunjukkan pukul empat subuh, fazar menyingsing mulai hadir, Namun Lipa masih menyandra dokter Fhiari di atas atap. bahkan saat Wijaya dan aswan pulang sekalipun, Lipa tidak berniat melepaskan tawanannya.
Dalam drama yang mengasyikkan, berbalik dengan yang Fhiari rasakan, di sandra oleh Lipa di atas atap, sungguh mengesalkan. namun dokter Fhiari bukan pria yang suka memberontak, ia lebih suka diam dan mengamati tingkah konyol Lipa terhadap dirinya.
Sehabis isya, Sejak kedatangan mereka, Dokter Fhiari sudah di seret oleh Lipa, bahkan sampai Wijaya pulang sekalipun ia tidak di lepaskan.
“Sampai kapan harus seperti ini.” Dokter Fhiari bicara dengan sikap tenangnya seolah tidak terjadi apa-apa.
Sang dokter menatap keadaannya yang di ikat di tiang paling pojok di atap, ia utuh tanpa kekurangan apapun, namun tetap saja perlakuan Lipa di batas hal wajar.
“Kenapa tidak mau saja, terima saja lamaran ku Dokter, kau tidak akan sememderita ini.” ujar Lipa sambil memasangkan syal di leher pria tertampan ketiga setelah Sean dan Ham.
“Tidak, Terimakasih.” Jawab Fhiari menolak lembut.
“Yah sayang sekali, padahal hari sudah subuh. memangnya Dokter tidak shalat apa, kau bisa mengubah keputusan dokter.” ujar Lipa sambil bersandar di bahu Fhiari.
Dia wanita bukan sih, kenapa sikapnya bar-bar sekali. baru kali ini aku bertemu insan se tidak tahu dirinya.
Batin Fhiari lemas.
Saat azan berkumandang, Fhiari sudah tidak bisa menahan lagi,
Sudahlah, demi kebaikan Alam semesta, aku iyakan saja.
Batinnya lagi.
“Bagaimana dokter, maukah engkau menerima.”
Dokter Fhiari terpaksa berujar ia, tentu saja itu tidak dengan hatinya, hanya ingin bebeas saja.
Mendengar anggukan Dokter Fhiari, Lipa jungkir balik ke kanan kiri.
__ADS_1
“Yuhuuuu.”
Membuka tali yang mengikat Fhiari, dan langsung membawa dokter tampan itu ke pendopo.
berhubung Dinia sudah lelah bermain peran-peran dengan Suaminya.
Menyeret Fhiari di hadapan orang banyak. lalu meraih gitar menatap mata Fhiari yang membuatnya selalu gelagapan.
~Dengarkanlah pria pujaan ku
malam ini akan ku sampaikan
Hasrat suci kepdamu dewa ku
dengarkan lah kesungguhan ini
~Aku ingin, mempersunting mu, tuk yang pertama dan terakhir
ku tak akan mengulang tuk meminta
satu keyakinan hati ku ini
akulah yang terbaik untuk mu.
[Yovie and Nuno]
“It's always gonna be you, bang Fhiari.”
Semua orang tercengang, mendengar Lipa tiba-tiba bisa bernyanyi dengan merdu sekali, sampai-sampai Aina, Nosi dan Alenta keluar dari kamar mereka.
“Ya tuhan, apa itu putri ku.” Menty terharu di tempat duduknya,
Dinia ikut bersorak ria.
__ADS_1
“Te ri ma.”
di ikuti yang lainnya.
“Te ri ma.”
berulang kali. dan membuat Fhiari gemetar.
seumur hidupnya, Baru kali ini Fhiari merasa di paksa, tapi demi melihat senyum sumringah Dinia, ia mampu mengangguk dan berkata. Always gonna be you
Mungkin Pementasan bukan hanya sekedar pertunjukan dan hiburan semata, tapi juga membawa banyak sekali hikmah, seperti lamaran yang mendadak ini.
sejurus itu Fhiari pun menerima seorang gadis berisik mempersunting dirinya.
_____________________________________________
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.
hai Readers, selamat menunaikan ibadah puasa ya.
hehe maaf kalau ada salah dengan jadwal up-nya, padahal aku udah janji kan ya, tapi beberapa halangan tiba-tiba melanda.
untuk itu aku minta maaf, lain kali ngga bakal janji-janji lagi, takut ngga tertepati lagi.
tapi aku akan berusaha update terus sampai Cerita ini selesai.
Terimakasih yang sudah setia menanti. Love you Readers 😘
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang melaksanakan, semoga kita memperoleh pahala yang banyak di bulan yang berkah ini.
Aamiin.
🙏
__ADS_1