Ternyata Suamiku Tampan

Ternyata Suamiku Tampan
Calon Abang ipar


__ADS_3

Seperti ratu, Wanita yang mendapatkan pria yang mencintainya pasti akan menjadi ratu, seperti yang Dinia rasakan sekarang.


Di ruangan Sean, Dinia hanya perlu menunjuk yang ia suka, Sean benar-benar memanjakannya.


“Ibu pulang saja, biarkan Dinia bersama ku.” Ujarnya kepada Menty.


“Ih kamu kok gitu sih, Mama kan mau nemenin Dinia seperti yang sudah ku tawarkan tadi.” Ujar Menty, yang terlalu menikmati pijitan dari jasa khusu' yang di pesan khusus untuk Dinia.


demi melihat istrinya kelelahan, Sean sengaja mendatangkan jasa khusuk wanita yang akan melayani Dinia. akan tetapi Dinia menolak semena-mena dan pada akhirnya Menty lah yang menikmatinya.


“Lagian kamu sombong banget sih, Masa mama di usir, Tanya tuh Dinia, Dia bersedia ngga mama minggat.” ujar Menty.


Mendengar itu Sean langsung bertanya.


“Dear apa sebaiknya Ibu pulang?”


“Jangan.” jawab Dinia dengan es krim yang penuh di mulutnya.


“Aku dan ibu sama-sama datang, berarti sama-sama pulang donk.” Ujarnya Tersenyum sumringah.


“Baiklah.”


Sean hanya bisa menyetujui keinginan Istrinya.


*****


Pondok indah tempat yang di janjikan Fhiari untuk bertemu dengan Aina. sore ini Aina berniat menemui dokter muda itu.

__ADS_1


Berteman kan Nosi, gadis yang paling muda diantara empat saudara itu kini ingin mengklarifikasi isi pesan yang mengundang salah paham.


“Pondok indahnya masih jauh ngga nih.” tanya Nosi yang sedang menyetir.


“Bentar lagi nyampe kak, lewat pasar dulu baru pondok indah.” ujar Aina yang melihat titik letak Pondok indah dari google maps.


“Asik Nanti kalau udah selesai bisa mampir makan Seblak bang jali.” Ujar Nosi bersemangat.


“Iya kak, nanti kita mampir sekalian.”


Di belakang mobil merah Nosi, ada sosok mobil mengkilap yang mencurigakan, seperti milik Alenta.


demi membuktikan tudingan itu benar, Alenta bersikeras mengajak Lipa membuntuti dua gadis itu.


meski Lipa menolak tapi Alenta memiliki banyak cara agar gadis itu mau menurut.


“Udah kawani aku bentar aja, ntar ku traktir Seblak deh.” balas Alenta yang fokus menyetir.


“Boleh juga tuh.” balas Lipa sumringah.


***


Sampai di tempat tujuan.


seperti yang di duga, pondok indah adalah wisata anak muda, tempat ngedate sore untuk pasangan romantis, danau biru menjadi daya tarik di pondok indah perahu-perahu cinta berlayar di danau yang luas itu. sungguh menyenangkan bagi pasangan muda-mudi yang sedang mencinta.


“Dimana tu Dokter.” Mata Nosi celingak-celinguk menatap keberadaan Fhiari.

__ADS_1


Di antara lautan manusia pria tampan dan tinggi itu sangat mudah di cari mata.


“Itu dia, calon abang ipar.” sambung Nosi lagi setelah mendapati Fhiari duduk di kursi teduh dengan latar bunga yang di bentuk hati.


“Sebentar, calon Abang ipar apa adek ipar nih.” goda Nosi. membuat Aina menatapnya tidak suka.


“Ya Abang ipar lah, kak Nosi pikir aku wanita apaan tega merebut calon suami kakak sendiri.” balasnya tidak Suak.


“Iya maaf.”


Di sana, pria berprofesi dokter itu sedang tersenyum kearah Aina berdiri menyambut kedatangan gadis itu.


“Aina.”


“Kak Fhiarai mau ngomong apa.” tanya Aina masih di dampingi Nosi.


“Dokter pesan minum nggak, haus nih.” Nosi mulai menggibas-gibas kan tangannya.


“Oh iya, kita minum dulu yok, atau sekalian makan? kalian pesan saja biar aku yang teraktir..” Balas Fhiari, pandangannya tidak teralihkan dari Aina.


“Oh dokter Fhiari yang dermawan, terimakasih.” balas Nosi berbinar.


“Terimakasih atas kebaikan Kak Fhiari, kami bayar sendiri saja.” Ujar Aina.


“Baiklah.” Fhiari menjadi canggung, tidak seperti yang ia bayangkan. kenyataannya Aina membawa serta kakaknya, bagaiamana pria itu mengungkapkan perasaannya.


*******

__ADS_1


To be continued 😘


__ADS_2