
Hal termistis kenapa Fhiari menghubungi Aina, kini terjawab.
dengan pesan singkat dari sang dokter muda itu.
“Ya ampun apa ini?” Alenta merampas gawai dari tangan Aina, lantas membaca dengan volume sedang dengan suara nge-bas.
"Untuk menemui pujaan hatiku.
Aina,,,, sejujurnya aku tidak bisa. memendam rasa sungguh menyakitkan, jika kau bersedia, temui aku di pondok indah.” itulah isi pesan dari dokter Fhiari.
“Apa? bukanlah pria itu sudah bersedia dengan kak Lipa.” Nosi murka.
“Kenapa tiba-tiba menghubungi Aina.” Protesnya tidak terima.
“Hayo Aina, kamu ada hubungan apa dengan Dokter Fhiari, masa kamu mau merebut calon kakak ipar sendiri sih.” Alenta ikut mengintimidasi.
“Aku, aku tidak ada hubungan apa-apa dengan kak Fhiari!” Tegas Aina.
“Apa? kak Fhiari? kau sudah sedekat itu dengan dokter Fhiari sampai-sampai memanggilnya kakak.” Ujar Nosi tidak percaya, Selain Ham tidak ada pria asing yang mereka sebut kakak.
“Kami hanya sebatas teman, aku menyukainya karena Kak Dinia juga menyukainya, aku memanggilnya Kakak karena kakak ipar juga memanggilnya kakak.” tutur Aina memberi penjelasan.
“Tidak mungkin, pasti ada apa-apanya, pesan ini jadi buktinya, Lipa apa tanggapan mu.” Seperti biasa, Alenta selalu menjadi kompor untuk memanas-manasi kakak beradik itu.
Lipa hanya diam, menatap Aina dengan mimik wajah tidak percaya.
“Mana mungkin, Adik ku Aina tidak akan berbohong pada kakaknya, aku percaya yang di katakan Aina–tida ada hubungan yang spesial antar mereka berdua.” Lipa adalah gadis yang selalu Husnuzdon.
“Terimakasih kakak sudah mempercayaiku.” Ujar Aina terharu.
__ADS_1
“Alah paling juga ada apa-apanya, Kalau emang ngga ada apa-apa kamu bisa buktikan ngga Aina.” Alenta masih belum menyerah.
“Tentu saja, aku akan menemuinya dan meminta penjelasan kenapa dia memgirimi pesan tidak jelas seperti itu.”
Kesan akrab antara Aina dan Alenta seketika musnah, pasalnya Alenta seolah meyakinkan Lipa bahwa Aina sudah menghianatinya.
namun perselisihan itu tidak akan bertahan lama. keempat dara jelita itu tidak pernah bertikai lebih dari satu pekan.
____________________________________________
Di ruangannya, seharian Sean hanya mengeluh sakit hati karena perlakuan dunia yang tiba-tiba menyuruhnya pergi.
“Dia tidak menyukai ku Ham, bisa-bisanya menjauhiku sampai menyuruhku pergi, semembosankan itukah aku baginya.” Ujar Sean tidak terima.
“Dinia sungguh berlebihan.”
Tidak tuan! Bukan nona yang berlebihan, tapi anda.
“Aku harus gimana Ham, masa aku terus yang menunjukakn rasa sayang Untunya, seolah-olah hanya dia yang membutuhkannya.” ia mendengus kesal.
“Aku juga butuh perhatian dan kasih sayang.”
Ham hanya diam, tidak ada komentar yang keluar, semua hanya ledekan dari hati yang paling dalam.
Nikmati saja tuan, bukankah ini yang anda perlukan. perlakuan cuek dari wanita yang anda cintai, agar anda bisa mengerti menghargai perasaan perempuan yang pernah anda sakiti.
Plakkkkkkk, Sebuah benda padat mendarat di jidat Ham.
“Kau dengar aku tidak! kenapa hanya diam saja. aku butuh solusi dan pendapat mu.” Gertak Sean kepada sekretaris nya.
__ADS_1
Maaf tuan, Aku mendadak bodoh dan tidak memiliki ide sedikit pun.
Batin Ham, masih enggan mengeluarkan suara meski Sean sudah di ambang murka.
“Oooh kau mau mogok bicara karena peran itu ya.” Ujar Sean menduga.
Jhebbb.
Ham mendelik, Anda benar tuan, untung saja anda ingatkan. saya masih balas dendam dengan peran konyol itu, gara-gara anda Gadis alien itu begitu GR ingin mendekati saya terus.
Batin Ham semakin kesal dan semakin tidak mau bersuara.
“Hei.” Sean melempar benda-benda lagi, tapi Ham dapat menangkisnya.
“Sampai kapan kau diam seperti itu, kau mau aku membuka mulutmu dengan martil.” ancam Sean tidak main-main.
“Tidak tuan.” Jawab Ham terpaksa.
“Ternyata kamu masih punya rasa takut juga. untung saja aku tidak punya, kalau aku punya marti aku jamin mulutmu akan sobek-sobek tak karuan.” Murka Sean benar-benar membuat Ham merinding.
Tok tok.
Anja asisten Ham tiba-tiba masuk.
“Tuan, Nyonya Menty ingin menemui tuan muda.”
Ham memelototi asistennya, seolah berkata semua sedang tidak baik-baik saja, jadi suruh saja Ibu pulang.
“Tapi Tuan, nyonya membawa serta nona dinia.” ujar Anja lagi.
__ADS_1
“Dimana? kenapa tidak membawanya masuk saja, kenapa harus bertanya, istri ku menunggu lama. sialan cepat bawa masuk.” celoteh Sean, antara gusar dan bahagia.
Kira-kira kenapa Dinia mauenemuinya, sampai bela-belain datang keperusahaan.