
Tengah malam itu, Sean sangat murka kepada Sekertaris Ham karena telah berani-beraninya membocorkan penyamaran itu.
Tuan, tolong tenanglah sedikit, ini bukan di rumah, Ini Rumah Tuan Wijaya.
Batin Ham, ia Tidak habis pikir Tuan mudanya bisa marah juga di Rumah orang lain.
“Kau Mau bagaiamana lagi Ham, kau mau ku pecat Ha.” Bentak Sean, di ruang baca itu, bukan hanya mereka berdua, Bahkan Fhiari dan Wijaya juga ada Disana dan kedua pria itu hanya bisa menonton tanpa tahu cara menolong Ham.
“Maafkan saya Tuan.” Ham bersuara.
Brukkkk.
“Simpan ucapan maaf mu itu.” Sean menendang betis Ham, pria itu hampir saja terjungkal ke depan.
“Kau membuat ku Sangat Marah.” Sean lalu duduk di sova.
Wijaya yang melihat itu bergetar, sekarang ia tahu kenapa Ham sangat berhati-hati, Ternyata ngeri juga saat tuan muda itu sedang marah.
“Eh Ham, Apa Dinia sudah Tidur?” Tanya Sean lagi, Tidak ada lagi nada murka bahkan suara itu terdengar ramah.
“Sudah Tuan.” Jawab Ham.
Sean akhirnya tersenyum, menarik langkah,
“Kakek, boleh aku menemani Istri ku Dinia malam ini.” Ujarnya kepada Wijaya.
“Eh Itu,,, Tentu saja.” Ujar Wijaya Terbata.
Sean akhirnya pergi ke kamar Istri kesayangannya.
“Kenapa dia, Apa tuan mu itu punya penyakit keterbelakangan mental?” Tanya Wijaya, Dia begitu heran melihat Sikap yang berubah sekejap itu.
“Tuan muda memang seperti itu Tuan Wijaya.” jawab Ham.
Wahhhh Keren, Cucu ku punya Suami yang keren. akhirnya aku bisa tenang setelah mengetahui semuanya.
Batin Wijaya.
__ADS_1
“Tapi Ham, kapan kebohongan ini akan terungkap, Dinia sedang hamil tidak baik membuatnya setres atau terbebani.” Ujar Fhiari mencemaskan Dinia.
“Tenang Dokter, Tuan muda bisa ngatasin semua itu.”
“Baiklah.”
*****
Di Dalam kamar Dinia, Di hari yang mulai subuh Ini. Sean memeluk tubuh Dinia sambil mengusap-usap perut itu.
“Thanks Dear.” Ujarnya berbisik, Nafasnya menyapu telinga yang runcing itu.
Dinia mengerjap-ngerjapkan matanya, merasa murka dengan tangan yang melingkar di pinggangnya.
“Sialan.” Dinia menjewer telinga Sean membuat pria itu kesakitan.
“Siapa yang menyuruh mu tidur di kamar ku.” Bentak Dinia.
“Dear Tenangkan, kakek yang mengijinkan ku bersama mu.” Sean mencium tangan Dinia yang lebar.
“Dear, tangan mu seperti tangan pria.” Ujar Sean lalu mencubit urat-urat syaraf tangan yang sedikit timbul.
Sean yang ada di tempat tidur Tergelak tidak tertahan, sambil memandangi punggung tangannya yang mulus.
“Kenapa tangannya bisa seperti itu.” Sean tidak bisa berhenti tertawa, Sepertinya ia menemukan hiburan terbaru, bahwa melihat tangan Dinia membuatnya ingin tertawa.
“Dear Kemarilah, berikan aku tangan mu.”
“Dasar Sialan, Kurasa dia sudah Gila. berani-beraninya menyelinap ke kamar ku bahkan di rumah kakek.” Guammnya.
Dinia Tiba di depan pintu kamar Wijaya, mengetuknya, lalu pintu itu terbuka.
“Lho Sekertaris Ham, kenapa kau disini? Di mana kakek?” Ujar Dinia.
“Tuan Wijaya sudah tidur nona, tadi beliau menyuruh saya dan Dokter Fhiari memijit-mijit tangannya, sampai ia tertidur.” Ujar Ham terpaksa berbohong demi atasan.
“Hai Nia, kakek sudah tidur, kau juga harus tidur ya.” Saran Fhiari dari atas ranjang.
__ADS_1
“Tidur Dengkul mu, ini sudah subuh. kalian cepat mandi sebentar lagi waktu subuh dapat.” Ujar Dinia, lalu menutup pintu kamar.
“Apa cucu ku sudah pergi.” Wijaya duduk dari baringnya.
“Sudah.” jawab Ham dan Fhiari.
“Ayo kita lanjutkan.” Wijaya melempar selimutnya, lalu berjalan ke Sova di ikuti Ham dan Fhiari, sedari tadi ketiga pria itu asyik menonton pertandingan bola kesukaan mereka.
di temani cemilan yang melimpah ketiganya bersorak gembira kala kubu kesayangan mencetak Gol.
“Goool.”
“Hu fiuiiiit.”
berbagai macam teriakan mereka bunyikan.
membuat Dinia yang masih berada di area itu merasa janggal, Sepertinya ada yang tidak beres.
*********
Readers 💕, hehe.
Kenapa sih banyak banget yang minta, atau yang komen, atau sekedar bertanya.
“Kak bongkar dong penyamarannya.”
satu golongan lagi, “Thor kapan nih kebongkarnya, kasian Dinia.”
dan golongan yang lainnya.
“Udah bongkar aja penyamarannya kak thor.”
Dan aku menjadi, Ya ngga bisa gitu donk, kan ini cerita udah di rilis sampe tammat, masa di ubah-ubah sih alurnya. Gini aja deh, aku kasih tahu ya. Kabar gembiranya, Cerita ini akan up minimal dua chapter satu hari.
gimana luas ngga dengan berita bahagianya.
Jadi jangan ada yang suruh di bongkar penyamarannya atau apalah itu ya.
__ADS_1
love Readers 💕🤭🤫.