Ternyata Suamiku Tampan

Ternyata Suamiku Tampan
Badut Lampu merah


__ADS_3

Demi mendapati Sean yang masih tertidur pulas di sampingnya, Dinia memasamg roman masam.


wanita itu tampak berbeda akhir-akhir ini, selain doyan nangis dan doyan tertawa, Ia juga doyan menatap sinis Suaminya.


entahlah ini mungkin bawaan dari bayi di perutnya.


Masih menyaksikan wajah tampan yang tertidur pulas, Dinia perlahan tersenyum setelah menemukan liptik di nakas.


lantas berbaring menghadap pria dengan kadar tampan tingkat tinggi itu.


“Uuuu tayang ku yang tampan.” Dinia cekikikan sendiri, sambil mengubah suara bayi demi melihat mahakarya di wajah suami dinia tertawa lepas.


membangunkan Sean yang berbetah-betah bersender di tangannya.


“Dear kau sudah bangun.” sapanya kepada istrinya.


“Eh iya, tapi aku mulai mengantuk sekarang.” Dinia mulai memejamkan mata lantas menyesap ibu jarinya, itu adalah kebiasaan barunya kalau tidur.


Sean tersenyum teduh, menahan kegemesan kepada istrinya yang kalau di cubit pasti akan marah, dan kata maaf tidak sesederhana yang di bayangkan, pasti akan ada drama terjun bebas dari ranjang, seperti yang biasa dinia lakukan.


“Dear, kau sangat menggemaskan.” Sean mengelus pipi Dinia. hanya mengelus namun Istri yang tidak boleh di usik itu langsung membuka mata dan cemberut kepada Sean.


“Apa itu tadi, aku bermimpi di tampar badut lampu merah. menyebalkan.” ia berkomentar setelah itu membalik badan membelakangi Sean.


Sean mendengar gumaman istrinya hanya bisa mendelik.


“Dia menyindirku? badut lampu merah.” Sean langsung bergidik ngeri mendengar kata-kata Istrinya barusan.


Ggggrruu, kruyukkk.


Perut Dinia keroncongan, seperti petir yang menggelegar.


“Dear kau lapar? mau makan apa? mau ku suruh Ihh Norak menyiapkan makanan untuk mu.” ujar Sean.


“Tidak perlu repot-repot suamiku.” Ujar Dinia sungkan, namun mendorong suaminya agar cepat melaksanakan.


“Tidak repot dear.” Sean langsung bergegas, dalam hati ia bangga.


Kau membutuhkanku kan Dinia, kau tidak bisa hidup tanpa diriku kan haha.


Ia berjalan menuruni tangga, sambil berpikir makanan apa yang cocok untuk ibu hamil di subuh tak utuh seperti ini.


sekarang bahkan belum azan subuh tapi Diniah milik Sean itu sudah bangun dengan keadaan papar, terpaksa lelaki perkasa itu turun ke bawah menyuruh koki rumah menyiapkan masakan untuknya.


Namun ketidak sadarannya membawa malapetaka, derajat sang tuan muda sedikit terheyang gara-gara mahakarya sang istri di wajah tampannya.


Seperti subuh ini misalnya, Koki Nora dan yang lainnya sedang menyiapkan segala sesuatu di dapur, dan mereka kedatangan orang yang tidak di kenal, sama sekali tidak di kenal.


wahai penduduk bumi, berikan sanjungan kagum kepada Dinia yang terlampau mahir mengukir di wajah tampan itu sampai tidak terkenali.


“Hm, Koki Nor, tolong siapkan Makana untuk Dinia.” ujar Sean yang berujung pengosongan dapur seketika.

__ADS_1


keempat koki perempuan itu saling menghambur dari pintu masuk menuju rumah belakang.


“Anjirrr, apa itu tadi? aku sedang tidak berhalusinasi kan, semalam kebanyakan nonton film horor bertema psycopat." komentar Norak kepada rekan-rekan.


“Kak Nor gak halusinasi, saya juga lihat, menyeramkan.” balas salah satu dari mereka sambil bergidik seram.


“Ya tuhan, tolong. kak Nor Apa kita salah jam? atau masak terlalu bising hingga penunggu di dalam lift marah (mahkluk astral di rumah Dinata😬).”


“Tidak Casanova. sekarang jam empat subuh. kita tidak mungkin salah.” jawab norak kepada rekannya.


“Tunggu deh kak Nor, kak Casanova, kak Beu. yang tadi kayaknya sosok hantu yang baru deh. soalnya sosok yang di dalam lift itu wajahnya tampan dan pucat-pucat gitu, kalau yang tadi sih mirip badut persimpangan.” ujar Fiffa si koki indigo yang kerap melihat penampakan hantu ganteng di dalam lift, konon hantu itu mirip Sean. canda.


“Hah.” semua orang membeku dan ketakutan juga kebingungan.


“Ituloh, badut ya g kalau lampu merah,” Fiffa kembali menerangkan.


“Iya- kami paham, tapi yang tadi kok terlihat jelas ya, bukannya cuma kamu yang indigo Fif.” Norak mulai ragu, sekarang ia mulai curiga diantara mereka bertiga sekarang mampu melihat hal-hal yang di lihat Fiffa.


“Ini ngga benar kak Nor,”


“Benar-benar tidak benar, Sekarang kita ke kamar masing-masing, siap-siap subuhan masaknya selesai shalat subuh aja. dan jangan lupa ngaji nanti ya.” nasihat Norak kepada ketiga rekan-rekannya.


“Ok kak, let's go.” mereka pun berpencar menuju kamar melalui jalan masing-masing


Di dapur, Sean yang kebingungan menyiapkan makanan mencoba bisa demi Dinia.


“Dasar ya koki jaman sekarang,” Keluh Sean sembari membolak-balik lembaran roti yang ia panaskan menggunakan teflon.


demi Dinia ia pasti bisa.


dan akhirnya selesai juga.


Sean membawa masakan pertamanya untuk di cicipi Dinia.


demi mendapati Prem dan Delete berada di kamarnya, ia mengertinyit Heran.


“Sedang apa kalian.”


”Tuan, anda baik-baik saja.” Prem dan Delete setengah kaget di buat penampilan Sean. jika pria itu tidak bicara, mereka tidak akan tahu itu adalah tuan muda mereka.


“Sayang kau kembali.” dengan wajah tidak bersalah Dinia menyapa suaminya.


“Kau makan apa?” ujar Sean tidak suka, melihat dinia menikmati makanannya, padahal ia sudah sesudah payah membuat sandwich ala-ala.


“Sayang, Aku makan nasi Padang sebelum bangun aku mimpi makan nasi Padang sama kamu di restoran Padang, setelah bangun aku langsung delivery, Karna tidak mau repotin suami aku.” ujar Dinia dengan mulut berbisanya yang bisa membuat Sean berbusa-busa hialang ingatan juga amnesia hanya dengan kata sayangnya.


“Benarkah dear, maaf atas ketidak pekaanku.” ujar Sean merasa bersalah lantas mendekat lalu menyuapi Dinia.


“Kau tidak marah kan, aku sudah menolak mu tadi saat ingin menyiapkan makanan untuk ku, tapi kamu malah report-repot.” ujar Dinia memelas. Ku akui sekarang Dinia makin mahir berkata-kata.


“Tidak dear, aku tidak marah.” Uajr Sean terkesan ramah.

__ADS_1


“Kau janji tidak akan marah apapun yang terjadi.” ujar Dinia mengisyaratkan janji kelingking.


“Iya dear.” Sean setuju.


lantas Dinia memberi kode ok kepada Prem dan Delete yang duduk menyaksikan mereka dengan raut wajah berlimpah keringat dingin.


takut Sean akan murka setelah melihat wujud barunya.


namun setelah Dinia memberi isyarat itu mereka lega.


“Koki Nor masak apa?” tanya Dinia setelah menghabiskan nasinya.


“Bukan Koki, aku yang membuatnya, cobalah dear.” Ujar Sean namun pria itu langsung mencoba masakannya takut Dinia akan keracunan jika ia tidak mencoba sedikit.


“Baiklah ini enak.” menyerahkan kepada Dinia.


Dinia melahapnya, namun bukan rasa nikmat melainkan isi perut ingin minggat, rasa perpaduan pisang dan pukat terkesan aneh dan membuatnya tidak kuat. namun sekuat tenaga ia menahan demi melihat senyum Sean agar tetap terkembang.


Jahil-jahil begini, ternyata Dinia memiliki sisi baik, menjaga perasaan pasangannya. dan itu wajib di contoh ya pemirsa.


Sepotong sandwich paling tidak enak ia makan tempas. membuat Sean bangga pada dirinya.


namun sejejak kebanggaan itu sirnah setelah berdiri dan hendak menyingkirkan piring dari hadapan istrinya.


”Astgfirulloh.” ia kaget demi melihat pria jelek di kaca dan itu pantulannya sendiri.


“Siapa yang melakukan ini? berani-beraninya kau.” menatap kezam kearah Dinia yang juga mencibirnya.


“Apa? kau bilang tidak akan marah-marah kan.”


sepersekian detik Sean langsung luluh kembali, dan mengalah demi Dinia, sedangkan Prem dan Delete sudah gemetar dan gelagapan.


“Maaf dear, tapi kenapa wajah ku seperti ini.” ujar Sean lantas meraih tisu basah dan hendak menghapusnya.


“Kau terlihat tampan.” goda Dinia, lalu melayangkan love-love ke udara.


Sean hanya tersenyum sembari menghapus wajahnya. tapi apa yang ia terima, satu timbukan bantal dari Dinia.


“Kenapa di hapus? kau tidak suka kalau aku melihatmu tampan, kau hanya tampan jika tampilan mu seperti itu jadi Tolong jangan hapus.” pinta Dinia.


“Tapi dear.”


Mendengar kata tapi dari Sean membuat Dinia kesal, wanita itu menggeser duduk ke tepi ranjang. lantas memiringkan badan sambil berujar.


“Jangan hapus, atau kalau tidak aku terjun nih.”


“Dear jangan.”


Bersambung.


______________________

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen ya, kalau vote sih ngga maksa tapi kalau di kasih pasti bahagia.


terimakasih atas dukungan para Readers Sayang.


__ADS_2