Teror Di Sekolah

Teror Di Sekolah
Bertemu Nyonya Elis


__ADS_3

Sudah ada empat buah cerutu yang di habiskan oleh Dimas. Ia kembali mengambil satu buah lagi lalu memantiknya dengan korek api. Ini sudah jam 03.00 subuh sudah beberapa kali istrinya bangun dari tidurnya untuk menyuruhnya tidur namun nampaknya si polisi itu belum ingin memejamkan matanya.


" Kau masih belum tidur" tegur istrinya yang menegurnya sekian kali.


Dimas hanya mengangguk menanggapi teguran sang istri.


" Tidurlah, ini sudah jam 03.00 subuh. Kau nanti sakit, aku akan turun ke dapur" ujar istrinya lalu berlalu.


Dimas mengisap cerutu ronde kelimanya lalu menghembuskan asapnya lewat hidungnya. Matanya nyalang menatap sebuah lukisan pensil yang ada di depannya. Selama beberapa hari penyelidikannya di SMA Rajawali, ia sengaja mengggambar sekolah itu dengan teliti, ia menandai segala tempat yang di nilainya mencurigakan. Yang paling mengenai sasaran adalah lokasi laboratarium lama namun sampai detik ini pak polisi itu belum menemukan titik terangnya.


Kemudian ia mengambil satu laporan yang terdiri dari beberapa lembar, laporan itu di berikan Denal padanya. Dimas sudah membacanya berulang kali tapi ia tak henti hentinya membaca laporan itu, yang paling menarik perhatiannya di dalam laporan itu tertulis kalau Maykel Farhana memiliki seorang keponakan yang bernama Novita Amelia, gadis inilah yang di jadikan alat untuk balas dendam kepada keluarga Saputra namun sampai sekarang ini keberadaan Novita tidak di ketahui. Dimas semakin tertarik kala di dalamnya tertulis kalau Novita Amelia sudah membunuh Wasti Kumala, ibu dari Sean tapi kejahatannya tidak terungkap karena polisi ternama Adam Chandra di suap oleh keluarga Farhana sebesar 1,5 M.


" Benar benar kasus yang menarik" gumam Dimas.


Ia teringat Adam Chandra, seorang inspektur polisi yang sangat di hormati dan di segani oleh masyarakat bahkan Adam Chandra beberapa kali menorehkan prestasi yang tidak pernah di lupakan oleh teman teman sekerjanya dan masyarakat kota sampai saat ini. Pria berkumis tebal yang meninggal karena serangan jantung satu tahun yang lalu.


" Apa Novita kembali untuk membalaskan dendamnya untuk kedua kalinya" pikir Dimas.


" Aku yakin selama dua tahun ini Novita menyembunyikan dirinya".


Dimas sudah mengetuk palu yakin kalau peristiwa pembunuhan yang terjadi di SMA Rajawali belakangan ini di dasari oleh sengketa lahan yang berawal dari tahun 2005. Keluarga Farhana kembali untuk merebut tanahnya dengan cara yang sadis.


Dimas manggut manggut saat ia yakin dengan penemuan topik masalah ini. Sekarang ia harus menemui salah satu keluarga Farhana karena Maykel Farhana sudah meninggal, ia berencana untuk menemui keluarga yang lainnya. Maykel Farhana di ketahui memiliki empat saudara dan kakak pertama Maykel sudah di temukan lokasinya.


Dimas memperhatikan peta elektronik yang di kirim oleh Denal lewat aplikasi whatssap, lokasi salah satu saudara Maykel berada di sana.


Pagi harinya sekitar jam 10.00, Dimas siap siap berangkat ke rumah Elis Farhana. Ia akan pergi bersama dengan Denal setelah tiga jam menempuh perjalanan akhirnya kedua polisi itu tiba di sebuah rumah mewah bercatkan putih cream.


" Apa benar ini rumah Nyonya Elis Farhana?" tanya Denal kepada satpam rumah itu.

__ADS_1


Seorang pria yang kira kira berumur 40 tahunan menjawab pertanyaannya.


" Iya benar. Kalian siapa?"


" Kami polisi" kata Dimas. Satpam itu tidak tahu identitas mereka karena Dimas dan Denal tidak memakai atribut polisi.


" Silahkan masuk" kata satpam itu sopan lalu menuntun mereka berdua masuk ke dalam rumah.


Saat masuk ke dalam rumah.


Dimas dan Denal terpana melihat desain dan interior rumah itu, layaknya kediaman Raja dan Ratu.


" Nyonya, ada yang ingin menemui Nyonya" ujar si satpam.


Seorang wanita berkacamata menutup majalah bacaannya saat sadar ada tamu yang tak di undang datang ke rumahnya.


" Terimah kasih Aris, kau boleh pergi" ujarnya.


" Maaf sebelumnya Nyonya karena datang tiba tiba. Kami dari pihak kepolisian datang bertanya beberapa hal" kata Dimas membuka percakapan.


Mata wanita itu menatap Dimas dan Denal penuh selidik. Di otaknya muncul berbagai macam tebakan. Kira kira apa maksud kedatangan kedua polisi ini.


" Apa Nyonya pernah mendengar kematian kepala sekolah SMA Rajawali dan kejadian akhir akhir ini di sana?" tanya Dimas.


" Ya, aku dengar kepala sekolah dan beberapa muridnya di bunuh oleh orang misterius"


" Apa kalian sudah menemukn siapa dalang di balik peristiwa itu. Kenapa polisi di kota ini sangat sulit menemukannya" sambung nyonya Elis.


Dimas dan Denal tersinggung mendengarnya namun mereka berdua harus bersabar untuk menggali informasi dari wanita di depannya ini.

__ADS_1


" kami belum menemukannya tapi sudah ada beberapa nama yang kami kantongi salah satunya keponakan Nona Novita Amelia" ujar Denal tanpa basa basi.


Nyonya Elis mengangkat wajahnya menatap lekat lekat kedua polisi itu.


" Apa maksud kalian, apa kalian sudah menemukan keberadaan Vita?" tanya Nyonya Elis dengan muka yang serius.


" Kami belum menemukan keberadaannya tapi namanya masuk ke dalam kandidat terkuat pembunuhan di SMA Rajawali. Apa Nyonya tahu di mana keberadaan Novita?" tanya Dimas hati hati.


Nyonya Elis menggeleng.


" Sudah dua tahu ini, aku tidak mengetahui keberadaan Vita dan keluarga Farhana yang lainnya"


" Apa maksudnya Nyonya?"


" Aku yakin kalian datang ke sini kalau semua saudara Maykel Farhana terlibat di dalam kejahatan ini. Tapi aku sama sekali tidak mengetahui keberadaan saudaraku, hanya aku yang tersisa di kota ini" jelas nyonya Elis.


" Jadi nyonya tidak mengetahui keberadaan saudaranya?"


Kedua polisi itu terdiam, tenggelam ke dalam pikirannya masing masing.


" Apa nyonya punya gambaran kira kira di mana keberadaan Vita dan lainnya?"


" Aku sama sekali tidak tahu tapi kalau benar Vita yang menjadi dalang pembunuhan di Sma Rajawali berarti ia ada di kota ini dan tidak jauh dari lokasi sekolah"


" Tapi bisa saja bukan Vita pelakunya, terakhir kali ku dengar kabar tentang anak itu kalau ia di hukum oleh ayahnya karena tidak mampu melakukan tugasnya. Ia sedang di tempat pengasingan, tapi aku juga tidak tahu di mana tempat itu. Aku pikir keluargaku menyuruh sosok lain untuk melakukan aksinya" jelas nyonya Elis.


Kedua polisi itu menatap nyonya Elis penuh tanda tanya.


" Apa maksudnya dengan sosok lain?"

__ADS_1


" Kalian tahu saudara saudaraku adalah orang orang yang sangat berambisi, mereka akan melakukan apa saja untuk mendapatkan tujuannya walau mengorbankan darah dagingnya sendiri. Hal inilah yang membuatku menyendiri di kota ini dan lagian mereka juga sudah tidak menganggapku sebagai saudara. Tapi aku juga tidak mempermasalahkannya untuk apa aku berada di keluarga monster itu" kata nyonya Elis seakan ia curhat kepada kedua polisi itu.


__ADS_2