
" Setelah ini apa yang akan kau lakukan pada mereka"? tanya Anna.
" Tentu saja membunuhnya. Aku akan membunuhnya saat kita sampai di pulau" jawab Bella.
" Lalu di mana Melly?" tanya Anna lagi.
" Aku sudah membunuhnya. Aku membuang mayatnya ke sungai" kata Bella.
Anna diam, sudah ia duga pasti Melly telah terbunuh. Gadis itu melirik Joy dan Agra, sebentar lagi dua pria itu akan menemui ajalnya.
Berada di atas Speedboat dengan kondisi terikat, Anna tidaklah menerima nasibnya akan mati begitu saja di tangan sahabatnya ini. Otak dan pikirannya tidak pernah berhenti mencari cara, tapi Anna bukanlah gadis yang egois ia juga berkeinginan melepaskan Agra dan Joy.
Sekali kali ia mencuri pandang ke arah Santy atau Bella. Gadis monster itu hanya duduk manis mengisap rokoknya sambil melihat air laut yang di gulung oleh angin.
Anna memperhatikannya, bukan sekali dua kali ia melihat Santy dalam penampilan seperti ini. Ia sering kali melihatnya tapi hari ini penampilannya lebih bersinar dari hari hari sebelumnya.
Anna teringat Ilan, pria yang di bunuh oleh gadis yang ada di depannya ini di klub malam padahal di rencana sebelumnya Anna berhasil membuat Ilan bebas dari cengkeraman Bella. Sungguh pria bodoh, andaikan ia bukan pria mata keranjang hari ini ia pasti masih hidup. Ia teringat hari itu, hari di mana ia menemukan pesan terkirim Santy kepada Ilan, Anna berhasil mengalihkan Santy agar gadis monster itu tidak membunuh Ilan. Anna rela hujan hujanan, Anna rela tubuhnya di terpa rasa sakit agar pria itu bebas dari pembunuhan. Tapi apa boleh buat hari itu ia berhasil menyelamatkan Ilan tapi sayangnya memang sudah takdirnya harus mati di tangan Bella.
Pada awalnya ia beranggapan kalau Santy tidaklah lebih dari anak kutu buku yang berkacamata. Itulah sebabnya ia selalu mendukung dan memperhatikan Santy tapi setelah Janeta meninggal di rumahnya, Anna mulai curiga karena pada malam itu Santy menanyakan toilet dan dapur rumahnya.
Saat ia menemukan bukti yang kuat kalau Santy pelakunya, Anna hanya diam mencoba mencari lebih jauh kejahatan Santy dan juga mencoba menyelamatkan murid murid yang di incar oleh gadis itu. Tapi sayangnya Santy selalu 10 langkah darinya, gadis berkacamata itu memang memiliki kecerdasan di atas rata rata. Memang benar ia adalah murid yang paling pintar dari ratusan siswa baru yang ada di SMA Rajawali. Bukan Santy yang berhasil di bungkam oleh Anna tapi sebaliknya Annalah yang di bungkam oleh Santy.
Anna tidak pernah tahu urutan murid murid yang akan di bunuh oleh Santy, barulah hari ini saat Santy mengatakannya sendiri ternyata murid yang di incar olehnya adalah siswa siswa baru yang berprestasi. Anna baru tahu kalau Melly juga di bunuh, saat Melly ( Alfina Melly) di nyatakan hilang oleh orang tuanya. Tapi apa boleh buat Santy bergerak cepat di luar perkiraannya.
Anna membandingkan Vita dan Bella. Vita hanyalah ular tak bersisik yang hanya mengikuti kemauan ayahnya sedangkan gadis yang ada di depannya ini tidaklah lebih dari ular berbisa yang paling berbisa di dunia ini.
" Apa yang harus aku lakukan yah" pikir Anna. Ia tidak memiliki cara untuk bisa melarikan dari Speedboat , ia tidak bisa berenang.
" Apa aku harus mendorong dia ke bawah air"
Rencana ini bisa berhasil tapi kemungkinannya sangat kecil karena Santy adalah seorang perenang handal bisa bisa justru ia yang di buang ke bawah laut.
__ADS_1
Anna mengurungkan niat melakukan aksinya di atas Speedboat. Ia baru akan melakukan aksi penyelamatan diri saat ia tiba di pulau sana.
Ia teringat Jasmine dan Yoona. Dua gadis itu tidak tahu kalau mereka sedang diincar oleh malaikat kematian. Anna harus melakukan cara agar keduanya bisa waspada.
Sebelum ia di ikat oleh Santy, terlebih dahulu ia memasukkan ponselnya ke dalam BHnya, agak lucu memang tapi apa boleh buat ia butuh ponsel untuk mencari penyelamat.
Ia melirik Agra dan Joy. Sialan kapan dua pria ini sadar dari pingsannya, Anna membutuhkannya untuk lari dari nenek lampir ini.
" Apa kau cemburu" kata Anna kemudian.
Bella membuang rokoknya ke bawah air.
" Dengan siapa?" tanyanya.
" Jasmine dan Yoona. Kalian bertiga adalah simbol kecantikan" tutur Anna.
" Maksudmu aku cemburu karena tidak hanya cantik Jasmine dan Yoona juga adalah gadis cerdas?" tanya Bella.
" Tidak sama sekali. Aku membunuh mereka hanya karena mereka ada di rang 10 besar"
" Lalu mengapa kau membunuh rangking 10 besar?"
" Karena aku tidak ingin sekolah itu tetap beroperasi"
" Jadi begitu" Anna paham. Gadis itu telah di cuci otak oleh ayahnya.
Anna melihat ke depan. Pulau pribadi keluarga Farhana sudah kelihatan. Semakin ke sana semakin jelas terlihat. Kini mereka sudah sampai.
" Turun kau" bentak Bella.
Dengan tangan yang terikat, Anna turun dari Speedboat. Gadis itu berusaha menyeimbangkan tubuhnya agar tidak tergelincir. Kalau ia terjatuh Ia bisa mati di bawah air dengan posisi berbaring.
__ADS_1
" Berhasil" kata Anna dalam hati. Saat ia sampai di bawah dengan posisi berdiri. Ia penasaran bagaimana caranya Bella menurunkan dua orang pria itu tapi ia tidak ingin melihat ke belakang.
Anna berjalan terus ke depan. Senyum terukir di bibirnya saat ia melihat ada Speedboat lain yang di sembunyikan di dalam semak semak. Kalau ada Speedboat yang di sembunyikan itu artinya ada orang lain yang berada di pulau ini yang bukan berada di pihak keluarga Farhana.
Diam diam Anna memperhatikan Speedboat itu, bentuknya kotor itu artinya benda itu sudah beberapa hari di sana. Anna berdoa dalam hati semoga benda itu tidak di lihat oleh Bella.
" Uhmmm uhmmmm uhmmmmm" jeritan terdengar di belakangnya.
Anna menoleh ke belakang. Ia kaget sekaligus senang karena dua pria itu sudah sadar.
" Turun kalian" bentak Santy alias Bella.
Agra dan Joy menurut. Kondisi mereka sama seperti Anna yang membedakan mulut mereka berdua di lakban.
" Ikuti gadis itu" perintah Bella.
Agra dan Joy tetap menurut. Tidak seperti Anna yang sangat tenang, tubuh kedua pria itu malah bergetar hebat saat sadar maut telah mengintai mereka.
" Kita akan ke mana?" tanya Anna tenang. Rasa takut tidak ada di dalam dirinya.
" Ke sini" ujar Bella. Tapi suaranya langsun berhenti saat melihat semak semak yang ada di depannya.
Semak semak ini sebagian di babat dengan bentuk memanjang ke depan.
Bella mengumpat dalam hati. Ia tahu betul siapa yang membabat semak semak ini.
" Jadi begitu. Polisi sok pintar itu ada di sini, ia sudah tahu persembunyian kami"
" Ini berbahaya" pikirnya. Tubuhnya bergetar sesaat. Sedangkan Anna yang ada di belakangnya hanya tersenyum.
" Rasain kamu" katanya.
__ADS_1