Teror Di Sekolah

Teror Di Sekolah
Bunda Merry


__ADS_3

Fitri dan Vita sama sama meninggalkan kota J*** untuk menempuh pendidikan di SMA. Fitri menyeberangi lautan untuk menempuh pendidikan di pulau sana sedangkan Vita hanya berbeda provinsi dengan Sean.


Selama di kota B****. Fitri dan Vita masih terus berkirim kabar satu sama lain. Walaupun raga mereka berjauhan tapi jiwa mereka terhubung satu sama lain sebagai saudara.


Libur natal di kelas satu SMA. Fitri mendengar kabar kalau hubungan Vita dan Sean putus. Bukan tanpa alasan, Sean sudah tahu Vita yang sesungguhnya. Tapi yang mengherankan, kenapa Sean tidak melaporkan mantan kekasihnya itu ke polisi. Apa karena masih di bawah umur? Fitri sama sekali tidak mengerti dengan jalan pikiran Sean.


Di pisahkan oleh jarak dan waktu. Fitri tidak pernah melupakan Vita begitupun sebaliknya, hingga pada suatu hari Vita memberi kabar kalau ia di usir ayahnya dari rumah. Ia sekarang hidup di jalanan. Bukan tanpa sebab ayahnya mengusirnya itu di karenakan ia tidak becus menyelesaikan tugas keluarga yang di embankan.


Fitri menangis mendengarnya. Keesokan harinya ia langsun berangkat ke kota di mana Vita berada, ia harus menolong saudaranya.


Berhari hari berkeliling di kota itu, Fitri sama sekali tidak menemukan keberadaan Vita. Air mata mulai jatuh dari pelupuk matanya. Sekejam itukah garis takdir yang di gariskan untuk Vita hingga harus menjalani kehidupannya sesulit ini.


Dua Minggu, ia ada di kota itu. Tanpa sengaja ia bertemu dengan saudara yang selama ini di carinya, tapi yang mengherankan katanya ia hidup di jalanan namun penampilannya bersih dan berkelas layaknya anak bangsawan.


" Vita" Fitri mematung di tempatnya saat tanpa sengaja ia menabrak seorang gadis di pusat perbelanjaan yang ternyata adalah Vita.


Sadar siapa yang ada di depannya, Vita langsun memeluk Fitri dengan perasaan yang haru.


" Aku tahu kalau kau pasti akan mencari ku. Kau tidak pernah melupakanku" ucap Vita menangis di pundak Fitri.


Fitri menenangkan Vita. Beberapa menit, Vita berhasil mengendalikan diri. Mereka berdua menuju cafe kecil yang ada di pusat perbelanjaan itu.


Fitri dan Vita dengan sengaja memesan tempat privat yang jauh dari kebisingan, terlalu banyak hal rahasia di antara mereka berdua.


" Aku sebenarnya heran. Katanya kau jadi gembel sekarang tapi penampilanmu bagus. Kau bohong yah?" tanya Fitri tanpa basa basi. Ia di liputi rasa penasaran.


Vita menggeleng.


" Aku jujur dengan kata kataku saat itu. Aku memang hidup di jalanan sejak tiga bulan yang lalu" jelas Vita.


" Apa" saking kagetnya. Fitri bangkit dari duduknya.


" Tiga bulan yang lalu? lalu kenapa kau baru mengatakannya"


" Duduklah. Akan ku ceritakan" saat Fitri sudah duduk di tempatnya, Vita menceritakan semuanya. Tidak ada hal hal yang dia tutupi.


Fitri mendengarnya dengan penuh perhatian .

__ADS_1


" Jadi begitu. Kau memang jadi gembel selama tiga bulan tapi sekarang tidak lagi, kau di adopsi oleh wanita tanpa suami dan anak yang baik hati"


Vita mengangguk.


" Jadi kau barusan di adopsi yah. Karena dua Minggu yang lalu, kau menghubungiku dan mengatakan kalau kau hidup jalanan".


Vita mengangguk lagi.


" Yah. Kau benar, hari itu aku menghubungimu lalu dua hari kemudian wanita itu datang padaku dan mengangkat ku sebagai anaknya" jelas Vita.


" Pantasan aku berkeliling tapi tidak pernah menemukanmu di sudut jalan manapun, ternyata kau sudah hidup layak rupanya" kata Fitri dengan perasaan senang.


" Yah. Aku bahagia sekarang" ucap Vita dengan wajah yang berbinar.


" Lalu bagaimana dengan ibu angkatmu. Apa dia tahu kau yang sebenarnya?" tanya Fitri lagi.


" Tentu saja. Aku menceritakan semuanya, aku jujur padanya. Awalnya aku pikir dia akan membuangku, tidak bisa menerima masa laluku. Tapi kau tahu bagaimana reaksinya, dia hanya tersenyum. Ini pertama kalinya aku melihat seseorang tersenyum saat seorang pembunuh membuka jati dirinya. Ia tersenyum sambil berkata: itu masa lalu kan, jadi jangan pikirkan. Kemudian ia mengelus elus rambutku sambil berkata: hidup normallah seperti anak anak yang lain" Cerita Vita dengan hati yang berbunga bunga.


Fitri diam mencerna segala cerita Vita hari ini. Ia bahagia sekarang, ia tidak tahu apa yang akan di lakukan? apa dia akan tertawa atau menangis. Hingga suatu kata kata yang tidak pernah di pikirkannya sebelumnya keluar dengan sendirinya dari mulutnya.


" Apa kau kangen ibumu?"


" Kau saudaraku jadi kau sudah tahu apa yang ku rasakan saat ini. Aku tidak pernah menghilangkan nyawa seseorang andaikan ibuku masih ada di sisiku saat ini. Mendengar Bunda Merry memanggil namaku aku teringat akan kasih sayang seorang ibu. Sejak kecil aku tidak pernah merasakannya tapi sekarang baru aku tahu bagaimana rasanya saat seorang ibu menyuapku makan, merawatku saat sakit, mengerti segala keluh kesah ku. Aku sudah mendapatkannya, seorang ibu di dalam diri Bunda Merry"


" Aku turut bahagia. Apa aku boleh bertemu dengan ibu angkatmu?"


" Tentu saja. Akan ku perkenalkan " ucap Vita senang.


Setelah selesai bincang bincangnya di tempat itu. Kedua sahabat itu, berangkat ke sebuah lokasi di mana Vita dan ibu angkatnya tinggal.


45 menit.


Mereka berdua tiba di sebuah rumah dengan desain yang modern menjulang tinggi layaknya istana. Fitri menganga di tempatnya.


" Jadi ini rumah barumu?" tanya Fitri tak percaya.


Vita mengangguk.

__ADS_1


Dengan wajah yang berbinar binar, Vita menggandeng tangan Fitri masuk ke dalam rumahnya.


Kreek.


Pintu terbuka.


Fitri lagi lagi menganga melihat interior yang ada di dalam. Sangat memanjakan mata.


" Kau benar benar beruntung"


" Sudah aku bilangkan. Aku beruntung sekarang"


" Bunda" teriak Vita.


Tak berselang lama. Seorang wanita yang kira kira usianya sudah 50 an tahun, muncul dari arah belakang rumah.


" Iya nak. Ada apa?" sahutnya.


" Aku datang dengan teman lamaku. Akan ku perkenalkan namanya Fitri" kata Vita memperkenalkan sahabat satu satunya yang ia miliki.


Bunda Merry tersenyum.


Fitri mengulurkan tangannya malu malu kemudian menjabat tangan Bunda Merry.


" Fitri" katanya memperkenalkan diri.


" Nama yang bagus. Panggil saja aku Bunda Merry"


Bunda Merry memperhatikan Fitri dengan seksama kemudian berkata.


" Ini pertama kali, Vita datang membawa temannya ke rumah. Aku harap kalian teman sejati. Aku sangat senang atas kehadiran kalian, tinggallah semalam di sini atau beberapa malam menemani Vita jika kau tidak ada kesibukan" ucap Bunda Merry.


" Iya tante. Sudah beberapa lama kami tidak bertemu, aku akan tinggal beberapa malam di sini bila di perbolehkan" pinta Fitri sopan.


" Tentu saja. Dengan senang hati"


Bunda Merry isin ke dapur sedangkan Vita dan Fitri naik ke atas lantai tiga, masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Tanpa basa basi, Fitri langsun melemparkan tubuhnya ke atas kasur empuk milik Vita.


Ia tidur telentang sambil menggerak gerakkan tangannya naik turun di atas kasur. Senyum kebahagian tidak pernah pudar dari wajahnya.


__ADS_2