Teror Di Sekolah

Teror Di Sekolah
Jasmine dan Yoona


__ADS_3

Dimas terus berjalan ke depan, sekilas ia melihat Irabella di bawah sana.


" Dia datang" kata Shanaya.


" Jangan takut. Kita tetap maju" .


" Hah. Jangan pikir aku takut" ujar Shanaya. Ia tersinggung Dimas meledeknya.


" Apa kita tetap pada rencana sebelumnya bertemu Gilang?" tanya Nanda.


" Kau dan Shanaya pergilah ke tenda. Aku akan bertemu dengan Irabella" ujar Dimas ke Nanda.


" Tidak. Aku tidak akan ke tenda, aku akan menghadapi gadis itu" tolak Shanaya.


" Tidak apa apa. Aku sendiri saja" ujar Nanda lalu mengambil kompas milik Shanaya.


Nanda berjalan ke arah lain menuju tenda di mana Gilang, Fitri, Agra dan Joy berada.


Dimas menoleh ke belakang. Sean dan Vita sudah tertinggal jauh di belakangnya tapi Dimas tidak menegur mereka karena ia tahu apa yang di lakukan keduanya saat melihat Irabella di bawah sana.


Dimas dan Shanaya berjalan terus ke depan, mereka berdua menyiapkan pistolnya masing masing. Gadis yang mereka hadapi ini bukanlah pembunuh biasa dalam sekejap mereka berdua bisa terbunuh jika tidak berhati hati.


Melihat ada sosok lain mendekat dari depan, Irabella juga terus berjalan. Dia harus membunuh orang orang yang masuk ke dalam sarangnya.


Door door door.


Suara tembakan terdengar di belakang Nanda, namun pria itu tidak peduli ia terus berlari ke depan.


Ia berlari dan berlari terus tidak peduli apa yang terjadi di belakangnya, yang ia andalkan saat ini hanyalah keyakinan, yakin pada rekan rekannya bisa mengatasi apa yang terjadi di belakangnya.


Ia hanya mengandalkan keyakinan tapi mengingat Denal sudah mati. Apakah ia tetap bertahan pada keyakinannya, lalu kemana keyakinan yang selama ini ia tanamkan di dalam hati. Tidak ada pilihan lain, malaikat maut ada di mana mana bahkan di setiap inci pulau ini dia harus tetap berkeyakinan kalau ia dan rekan rekannya bisa mengatasi masalah ini hidup atau mati.


Nanda terus berlari ke depan akhirnya ia tiba di tenda.


" Kalian baik baik saja?" tanyanya ngos ngosan. Nanda bernafas lega melihat teman temannya baik baik saja.

__ADS_1


" Yah" balas Gilang.


" Apa yang akan kita lakukan?" tanya Fitri.


" Kita akan tetap di sini" jawab Nanda.


" Lalu di mana yang lainnya?" tanya Gilang.


" Mereka ada di sana. Irabella sudah datang" jawab Nanda.


" Jadi benar Irabella itu Santy??. Santy yang selama ini membunuh teman teman kita" tanya Fitri.


" Yah. Dia memang pelakunya, aku tidak menyangka itu"


" Jadi kita akan berdiam di sini"


" Yah. Di luar sana berbahaya"


Nanda menoleh ke arah Agra dan Joy. Wajah kedua pria itu kusut, ketakutan masih ada di dalam dirinya.


" Aku senang kalian bisa selamat" tegur Nanda.


Tak menggubris perkataan Agra, Nanda duduk di samping pria itu. Benar apa yang di katakan oleh Agra, selama mereka masih ada di pulau ini mereka belum aman.


**


Jasmine melangkah lunglai, ia tidak punya tenaga lagi melawan orang yang menghadangnya. Ia di hadang oleh pria yang tak di kenal saat ia sedang keluar berbelanja di Indomaret. Pria itu mengikuti secara diam diam lalu menghadangnya saat ia ada di lokasi yang sepi. Di hadang begitu saja, Jasmine tidak diam. Sekuat tenaga ia ingin melepaskan diri dari pria itu tapi seujung kuku pun Jasmine tidak ada bandingannya dengan pria itu.


Sudah tak punya tenaga sedikit pun, gadis itu pasrah saat orang itu mengikat kedua tangannya dan melakban mulutnya. Ia hanya berdoa dalam hati semoga pria ini tidak melakukan hal hal yang ternoda padanya.


Piiippp.


Mata Jasmine menangkap sebuah mobil berwarna hitam berhenti di depannya.


Dengan kasar pria itu menarik Jasmine ke atas mobil.

__ADS_1


" Duduk di sini dan jangan banyak bacot" bentak pria itu. Lalu pria itu duduk di depan di samping kemudi.


Jasmine terkejut melihat siapa yang ada di sampingnya. Tentu saja ia mengenalnya karena mereka teman sekelas sewaktu ia masih ada di SMA Rajawali.


Yoona.


Yoona melirik Jasmine dengan lemah. Dua buah bekas tamparan ada di pipi kanan kiri gadis itu.


" Kenapa kau ada di sini dan siapa orang yang menangkap kita?" itulah pertanyaan Jasmine tapi pertanyaannya hanya ada di dalam hati tidak bisa keluar dari mulut.


Mata gadis di sampingnya itu sembab karena air mata. Ia menangis dalam waktu yang lama.


Banyak pertanyaan yang muncul di kepala Jasmine tapi ia tidak bisa mengeluarkannya.


Jasmine melihat ke arah kaca spion dan ia tersentak hebat melihat sosok yang ada di di balik kemudi.


Mantan gurunya di SMA Rajawali.


Bu Elda.


Apa maksud dari semua ini??.


Mengapa Bu Elda menangkap dia dan Yoona. Apa yang di lakukan wanita itu padanya??.


Mobil membelah jalanan kota metropolitan dengan kecepatan tinggi. Ia baru tahu kalau mantan gurunya ini ternyata bisa menyetir dalam mode yang cepat.


Dua jam perjalanan, tidak ada yang membuka mulut. Semuanya terdiam hingga tibalah saatnya mereka sampai di dermaga.


Kedua gadis itu di turunkan paksa dari atas mobil lalu di naikkan ke atas Speedboat. Jasmine menatap mobil hitam itu dengan teliti kemudian mobil itu meninggalkan dermaga yang masih di kendarai oleh Bu Elda.


Yoona menatap lemah air laut yang ada di bawahnya. Ia tidak tahu mereka akan di bawah kemana dan apa yang akan terjadi dengan mereka. Tapi satu hal yang pasti tadi pagi menjelang siang ia mendapat SMS dari Anna. Teman berbeda kelas itu memperingatkannya agar ia hati hati karena nyawanya sedang di incar oleh pembunuh yang berkeliaran di sekolah lamanya SMA Rajawali nama pembunuh itu adalah Santy.


Saat SMS itu ia baca, Yoona langsun percaya. Ia langsun memesan tiket untuk pulang ke rumah orang tuanya tapi terlambat saat ia membuka pintu, pria yang tak di kenal menghadangnya di depan pintu.


Yoona sama seperti Jasmine. Saat ia sadar sesadar sadarnya kalau korban yang di bunuh di SMA Rajawali semuanya berasal dari kelasnya, ia pindah ke kota metropolitan ini. Ia satu kota dengan Jasmine tapi sekolahnya saja yang berbeda. Namun hal yang di luar dugaan terjadi walaupun ia pindah sekolah bahkan pindah daerah mereka masih tetap di incar. Itu artinya mereka memang di incar sejak lama tinggal masalah waktu saja.

__ADS_1


Yoona meratapi nasibnya. Sial, mengapa keberuntungan tidak berpihak padanya sejak ia masuk di SMA Rajawali. Apa sekolah itu pembawa sial, setelah beberapa temannya terbunuh kini gilirannya dan gadis songong ini. Ia tidak tahu apa apa dan kini ia jadi incaran pembunuh.


Gadis itu menatap ke langit. Langit sudah mendung sebentar lagi turun hujan, tidak berselang lama hujan turun membasahi ia dan semua apa yang ada di atas Speedboat. Angin menggulung gulung air laut, Speedboat itu terombang ambing tapi Yoona tidak peduli Speedboat itu akan terbalik atau tidak ia tidak perduli. Mati di laut atau di tempat lain sama saja, ia sudah pasrah akan keadaan.


__ADS_2