Teror Di Sekolah

Teror Di Sekolah
Pura Pura


__ADS_3

" Di sini tertata rapi berbanding terbalik dengan apa yang ada di luar" ucap Shanaya.


" Iya. Aku melakukannya supaya orang orang yang datang ke sini menganggapmu gila. Aku hanya membuka jati diriku yang sebenarnya pada kalian karena aku yakin kalianlah yang akan menghentikan lingkaran kejahatan ini" jelas Nyonya Shiren.


" Apa maksud Nyonya?" tanya Dimas.


"Minumlah kopi kalian sementara aku akan bercerita"


Shanaya mengangkat cangkirnya, ia meneguk kopi buatan Nyonya Shiren dengan ragu ragu.


" Kalian ragu yah. Percayalah padaku, aku ada di pihak kalian" kata Nyonya Shiren sambil tersenyum.


" Aku penasaran dengan apa yang akan Nyonya ceritakan" ujar Dimas.


" Baiklah. Aku akan bercerita"


" Enam belas tahun yang lalu, aku menikah dengan seorang laki laki pilihan orang tuaku. Bukan tanpa alasan kami menikah itu semua karena keluarga kami sangat miskin yang memiliki utang yang banyak kepada rentenir lalu datanglah seorang pria ke rumah kami bersama dengan ayahku. Pria tersebut memperkenalkan dirinya sebagai William Farhana. Pada waktu itu aku masih berusia 17 tahun, waktu yang belum cukup itu mengarungi bahtera rumah tangga sedangkan William pada saat itu ia sudah berumur empat puluh tahun. Usia yang sangat terpaut jauh tapi mau bagaimana lagi aku harus menikah dengannya supaya kami tidak selamanya di kungkung oleh utang. William duda satu anak yang kekayaannya menyilaukan mata. Pada awalnya aku mulai mencintainya karena aku berpendapat ia di landa kesedihan karena istri pertamanya meninggal dunia. Anak perempuannya pada saat itu masih berumur delapan bulan bernama Novita Amelia Farhana tapi di banyak kesempatan orang orang mengenalnya hanya sebagai Novita Amelia saja, Vita tidak memakai nama belakang ayahnya. Satu tahun kemudian, aku melahirkan seorang anak yang bernama Irabella Farhana, anak perempuan yang sangat cantik aku menyayanginya lebih dari apapun. Aku rela melakukan apa saja untuk kebahagiannya. Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun saat ia sudah berumur tiga tahun, Vita dan Bella di pisahkan. William membawa kami ke kota lain sedangkan Vita ia tetap tinggal di kota J*** bersama pengasuhnya. Selama tiga tahun aku menikah dengan William barulah pada hari itu tepatnya di hari ulang tahunnya yang ke 43 tahun, aku tahu siapa dia sebenarnya. Ternyata aku menikah dengan seorang pria yang memegang label sebagai pembunuh berdarah dingin, selain bekerja sebagai seorang pebisnis ia mempunyai pekerjaan lain sebagai pembunuh bayaran. Dan yang lebih mengerikan lagi, ia mendidik kedua putrinya sebagai seorang pembunuh. Saat aku tahu hal itu, aku mulai menyusun rencana untuk kabur darinya keluar dari kota dan rumahnya ingin pergi ke tempat lain jauh dari jeratan seorang pembunuh berdarah dingin tapi sayangnya segala usaha yang aku lakukan semuanya sia sia. William selalu sepuluh langkah dariku, ia mempunyai mata mata di mana mana hal itu membuatku tidak bisa lari darinya. Dengan perasaan yang sangat marah ia membawaku seorang diri kembali ke kota J*** dan mengurungku di bawah ruang bawah tanah sekolah kalian"


" Ruang bawah tanah??? jadi sekolah itu memiliki ruang bawah tanah" sela Dimas.


" Yah SMA Rajawali memiliki ruang bawah tanah" kata Nyonya Shiren.


" Lanjut cerita. Di ruang bawah tanah itulah aku menulis semua kesedihanku. Perasaanku yang sesungguhnya saat aku sudah menjadi seorang ibu dan kesedihanku yang sangat mendalam saat aku tahu ternyata anakku satu satunya di jadikan pembunuh oleh ayahnya. Selama bertahun tahun terkurung di ruang bawah tanah itu, SMA Rajawali tetap beroperasi sebagai sekolah pada umumnya tanpa mereka tahu ada seorang yang merasakan kesedihan, ada seorang yang membutuhkan pertolongan di bawah tanah yang mereka pijak. Barulah empat tahun yang lalu aku keluar dari ruang bawah tanah itu lalu di asingkan ke pulau ini" jelas nyonya Shiren panjang lebar.

__ADS_1


Ketujuh tamu tak di undang Nyonya Shiren menegang. Mereka sangat terkejut dengan apa yang di ceritakan wanita itu.


" Jadi maksud Nyonya Irabella juga adalah seorang pembunuh?" tanya Dimas kaget.


" Iya. Bella sama seperti Vita, sama sama seorang pembunuh tapi mereka memiliki perbedaan yakni Vita hanya satu kali melakukan pembunuhan itupun karena paksaan sedangkan Bella sama seperti ayahnya, ia sudah menjadikan pembunuhan sebagai suatu hobi"


" Kalau Vita, gadis itu pasti akan mempersalahkan dirinya dan bertobat berkali kali karena menghilangkan nyawa Wasti Kumala tapi lain halnya dengan Bella ia merasa senang kalau menghilangkan nyawa orang lain" kata Nyonya Shiren.


" Lalu di mana Bella sekarang?" tanya Shanaya.


" Aku tidak tahu, sudah pasti berkeliaran di kota kalian dan di SMA Rajawali" jawab Nyonya Shiren.


" Apa dia tidak pernah menemui nyonya di sini?" tanya Shanaya lagi.


" Apa benar Bella tidak pernah kemari?? sebelum bertemu dengan Nyonya kami menemukan mayat seorang perempuan di sungai. Kalau bukan Bella pelakunya lalu siapa?" Kini Denal yang bertanya.


" Apaa!! kalian menemukan mayat di sungai??" katanya kaget.


" Yah. Waktu kematiannya sekitar dua hari yang lalu, korban seorang wanita" jelas Shanaya.


" Aku tidak tahu hal itu, mungkin Bella sering datang ke sini tapi ia tidak menunjukkan dirinya padaku" Nyonya Shiren memegang dagunya.


" Aku yakin kalau putriku pelakunya, siapa lagi kalau bukan dia"

__ADS_1


" Ngomong ngomong. Bagaimana perasaan Nyonya berada di pulau ini, Nyonya tidak merasa kesepian yah selama bertahun tahun menyendiri??" tanya Sean.


Nyonya Shiren tertawa mendengar pertanyaan anak itu.


" Menurutmu apa yang akan terjadi pada seseorang yang sudah bertahun tahun tidak berkomunikasi dengan orang lain. Aku sering bertanya tanya pada diriku sendiri apa aku masih waras atau sudah gila?" kata Nyonya Shireen.


" Lalu hewan itu, dia teman Nyonya?" tanya Denal.


" Yah. Aku yang menyilangkannya sendiri, aku menamainya nama manusia agar aku selalu tidak merasa kesepian di sini" jelas wanita itu.


" Nyonya, kami masih ada pertanyaan lain. Ipar Nyonya yakni Nyonya Elis pernah bercerita kalau ia pernah menyuruh tiga orang suruhannya ke pulau ini tapi semuanya itu tidak ada kabar sampai sekarang lalu Nyonya Elis juga pernah mendapatkan nomor rahasia untuk melarangnya datang ke sini. Apa nyonya tahu hal itu?? maaf kalau pertanyaan kami sangat banyak" tutur Denal.


Nyonya Shiren diam. Ia mencoba mengingat ngingat tentang ketiga orang suruhan nyonya Elis.


" Tidak. Aku tidak pernah melihat mereka, kalian orang pertama yang menemuiku setelah empat tahun berada di pulau ini" ucapnya kemudian.


" Oooh. Aku berpendapat kalau Irabella sering datang ke pulau jnj tanpa sepengetahuan Nyonya" ucap Dimas sambil mengetuk ngetuk tangannya.


Detik per detik, menit per menit.


Kepala pak polisi itu mulai sakit, ia memegang kepalanya yang terasa pening Sesaat sebelum ia kehilangan kesadaran ia sempat melihat rekan rekannya yang sudah menutup mata.


Gelaaaappp.

__ADS_1


__ADS_2