
Leela sudah sampai dirumahnya, dia mengambil sebotol air dari lemari pendingin. duduk dan minum. Dia tersenyum mengingat kejadian hari ini. Apalagi saat Andra meminta dirinya untu menjadi ibunya. hahaha sekilas tawa muncul di wajahnya, Aneh ya.
kring kring tiba tiba ponsel Leela berdering.
Dilihatnya ada panggilan masuk dari ibunya dirumah.
"hallo" Leela mengangkat tlpn dari ibunya.
"nak apa kamu baik baik saja?" tanya ibu di balik telepon.
"Bu aku baik baik saja, ada apa ibu? ibu tidak usah mengkhawatirkan ku" ucap Leela menenangkan ibunya.
"Laa kemarin Tuan zeno datang kemari, Dia mengatakan kalau kita tidak bisa melunasi utang kita, hanya ada dua pilihan yang bisa kita ambil, salah satunya kamu menikah dengannya minggu depan, atau kamu tidak bertemu lagi dengan ibu dan Bapakmu Nak" wanita itu menjelaskan pada putrinya denga penuh khawatir.
"Bu, ibu nggak usah khawatir Leela akan berusaha berusaha melunasinya. Ibu tidak inginkan melihat aku jadi Istri Tuan zeno?" Leela lagi.
"tapi Laa," ibu masih khawatir.
"Bu ini sudah malam, tidak baik untuk kesehatan ibu, salam buat bapak dan adik ya bu" Leela ingin cepat mengakhiri perbincangan itu.
setelah mengakhiri perbincangan di telepon nya Leela bergegas ke menyegarkan diri. mengambil air wudhu dan menunaikan kewajibannya.
__ADS_1
Setelah selesai dengan kewajibannya Leela duduk di kursi, mencari bagai mana caranya ia menyelesaikan masalah ini karena waktu semakin mepet.
Hingga lama kelamaan Leela terbawa arus mimpi dan terlelap di kursi.
***
Pagi itu Bimo bangun dan menyandarkan kepala di sandaran tempat tidur.
"papi" Andra membuka pintu menyembulkan kepalanya kedalam kamar Bimo. Hari itu hari minggu sehingga dia santai tidak bergegas ke kantor hari ini.
"pi pi hari ini main ke lumah tante Leela yuk pi" ajak Andra dan mencoba naik ke tempat tidur ayahnya.
"ke rumah tante Leela?" Bimo ngerenyitkan kedua alisnya.
Andra lebih akrab dengan wanita yang sama sekali aku tak mengenalnya, kenapa Ariana tidak bisa?. batin Bimo
Bimo menarik nafas dalam dan melepaskan pelan pelan. "Baiklah tapi Andra nggak boleh nakal ya" dia memilih mengikuti keinginan Andra hari ini, pasalnya Leela bekerja di kafe sahabatnya, sekalian dia berniat untuk sharing tentang masalah ini kepada sahabatnya itu.
Bimo dan Andra selesai membersihkan diri masing masing. Papi dan anak itu sudah terlihat rapi dan segar. Mereka hendak melangkahkan kaki keluar setelah berpamitan pada pak Diman, tiba tiba didepan mereka ada Tuan dan Nyonya besar.
"lho cucu kakek mau kemana? ini kan hari minggu?" tanya Tuan Wijaya setelah Andra menyalami kakek dan neneknya.
__ADS_1
"Andla mau main sama tante Leela kek" jawab an Andra begitu antusias. Namun berbeda dengan Bimo yang memilih diam saja.
"oh mami baru ya ndra?" tanya nonya tresno sambil tersenyum ke arah Bimo, dia tau kalau putranya selama ini hanya dekat dengan Ariana yang tidak begitu ia sukai.
"hehehe" Andra terkekeh meampakan gigi nya.
"Andra mau main sama tante Leela atau main disini sama kakek dan nenek" Tanya Bimo saat Andra malah asik bercerita tentang Leela kepada orang tuanya.
"main sama tante dong pi" jawab Andra cepat.
"ya sudah ayo ini udah siang" jawab bimo melangkah ke arah mobil.
Andra dan Bimo sudah masuk ke dalam mobil.
"Andra nanti bawa mami baru nya kesini" teriak Nyonya tresna dari kejauhan, namun masih terdengar oleh Andra dan Bimo.
"Siap nek" balas Andra sembari mengacungkan jempolnya.
mobil melaju melewati gerbang utama rumah mewah itu.
Di dalam mobil Bimo memperhatikan putranya yang nampak begitu bahagia. sesekali Andra mengisengi papinya dengan melontarkan beberapa pertanyaan konyolnya.
__ADS_1
suasana hati Bimo berubah jika dirinya tengah bersama dengan putra semata wayang nya itu. tak jarang tingkah Andra membuatnya mengembangkan senyum termahalnya itu.