
Mobil yang dikendarai sudah memasuki Basment salah satu mall di kota xxx.
Leela, Bimo dan tak ketinggalan si bocah lucu Andra yang di bantu turun dari mobil oleh sang mami. Tak selang berapa lama disusul oleh mobil Arga. Senyum mengembang masih terukir diwajahnya.
Tempat pertama yang mereka tuju adalah arena permainan. Begitu sampai disana Andra langsung berlari kearah wahana yang ia sukai.
Leela mengikuti langkah Andra, namun Bimo melakukan protes pada sahabatnya yang tak lain ialah Arga.
Bimo berdiri mematung menghadang langkah Arga.
"Lho kok berhenti, bukannya mau jalan jalan" ucap Arga sambil nyengir.
"kau sudah memberi Andra ide gila, dan sekarang kau ingin menikmatinya?" bicara pelan namun penuh penekanan.
"hoho, kenapa kawan? harusnya kau menikmati momen ini. Kau benar benar tak pernah bersyukur" cabik Arga.
"Kau belum pernah menyentuh Leela kan?" mendekat setengah berbisik.
Bimo diam tak menjawab, satu tangannya masuk kedalam saku celana, dan satunya lagi dibiarkan.
"Haha benar dugaanku, berarti Leela masih perawan. Lepaskan dia dan aku akan mengambilnya" menyeringai penuh penekanan, kemudian pergi sambil bersiul.
Bimo masih di posisi semula, ia masih mencerna kalimat yang diucapkan Arga.
"apa dia akan menikungku? sial, lihat saja akan aku sama ratakan dengan tanah setiap gedung usaha mu"
Arga berjalan mendekati Leela, sesekali ia melirik Bimo dan tersenyum.
Arga sudah duduk disamping dimana Leela sedang duduk memperhatikan putranya.
"La?" mendekati Leela, jika dilihat dari belakang maka akan terlihat ia akan mencimum Leela.
"iya pak?" jawab Leela segera menggeser tubuhnya saat merasa posisi kurang aman.
__ADS_1
"Apa kau tau Revina punya pacar apa tidak"
Leela kaget dengan pertanyaan mantan bos nya. "Saya kan sudah jarang bertemu dengannya setelah saya menikah" jawab Leela sambil menatap lawan bicaranya.
Bimo melihat mereka sedang bicara tanpa mengetahui isi pembicaraan mereka. Yang Bimo ingat adalah kata kata Arga tadi. Apa mungkin Arga mencoba menarik perhatian Leela. Ia mencoba berjalan mendekat untuk mengetahui arah pembicaraan dua orang yang ada di depannya.
Namun saat Bimo belum sempat menghampiri, Leela lebih dulu melihat seseorang dan beranjak dari tempat duduknya.
kak Wiji? iya benar itu kak Wiji.
"Kak wiji" teriak Leela kemudian berjalan mendekati yang punya nama, setelah yang punya nama berbalik ke arahnya.
siapa??? Bimo mengerutkan keningnya.
Apa dia kekasih Leela atau orang di masa lalunya? pikiran Bimo berkecamuk, belum selesai pikirannya tentang Arga yang terang terangan mengibarkan bendera perang. Sekarang ada satu orang lagi yang hadir dikehidupan istrinya. Leela terlihat akrab sekali dengan orang tersebut. Aaahhh rasanya kepala Bimo ingin meledak sekarang juga.
Diposisi lain.
"Leela?" sapa kak Wiji saat Leela sudah ada didepannya. "MasyaAllah kau sungguh berubah sekarang."
Wiji adalah kakak kelas Leela semasa ia sekolah dulu. Selain pernah bergabung dalam satu organisasi yang sama di sekolah yaitu OSIS, wiji juga merupakan idola Leela saat sekolah dulu. Wiji juga mengetahui bahwa dulu Leela mengidolakannya, namun mereka tak sempat menjalin kasih. Maka tak heran jika sekarang mereka bertemu kembali maka akan sangat terlihat akrab.
Arga memperhatikan raut wajah Bimo. Setelah Bimo berada didekatnya,
"Hahaha kau kenapa kawan?" lalu mengikuti kemana arah mata Bimo menatap. Arga menyeringai "kau lihat, betapa bodohnya dirimu, hahaha" Arga tertawa lagi membuat Bimo semakin kesal dibuatnya. Sementara Andra masih asik menikmati wahana permainan.
Cukup lama Leela berbicara bersama kak Wiji bahkan mereka pun sempat saling bertukar no telepon. Leela kembali kearah semula Bimo, Arga dan Andra berada.
"aku membawamu kesini bukan untuk berkencan dengan pria lain, melainkan untuk menjaga Andra" Tiba tiba Bimo angkat bicara saat Leela sudah ada di dekatnya.
"maaf, itu" belum juga menyelesaikan kalimatnya Bimo sudah pergi ke arah putranya untuk menemaninya bermain.
Astagfirullah aku pasti dianggap lalai dalam kewajiban ku. Batin Leela
__ADS_1
Leela menatap Arga mencoba mencari tau kenapa suaminya tiba tiba bicara seperti itu. Namun yang ditanya hanya mengangkat kedua bahunya secara bersamaan kemudian ikut meninggalkannya.
"Dasar manusia aneh, tiba tiba marah, tiba tiba baik. Haaahhhh bisa bisa aku terbawa jadi manusia aneh seperti mereka" Leela menggerutu pelan namun sempat terdengar oleh Arga.
Arga tersenyum kemudian memaki dalam hati.
Kalian yang aneh suami istri kok kayak orang tidak saling mengenal. Kita lihat sejauh mana kalian akan tetap seperti ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.nyuwun pangapura nggih para readers setiaku, up ne mung sikit. ngko tak sambung mneh. tong hilap di vote, di like, jeung di comment.
__ADS_1
☺☺☺☺