
"Apa jangan jangan dia" Bimo tak melanjutkan kalimatnya. Ia cepat cepat mandi dan ingin segera menanyakan nya langsung pada Leela.
"tante aku bental lagi mau punya adik lho" ucap Andra sambil tetap bermain.
"Oh ya? siapa bilang?"
"Papi, kata papi adiknya aku masih di dalam pelut mami"
"beneran?"
"iya, benelan mami juga senyum pas papi bilang begitu. Tanya aja sama mami, atau papi!"
"Tapi kok tadi pas tante tanya mami mu hanya diam saja"
"mungkin mami mau bikin suples he" ucap Andra dilanjut dengan memamerkan deretan giginya.
Setelah Bimo selesai mandi dan berganti pakaian ia segera keluar kamar dan mencari istrinya.
"yaaang, Leela, sayang" teriak Bimo sambil menuruni anak tangga.
"papi nggak usah teliak teliak kayak anak kecil ajah"
"Mami dimana?"
"Tadi sih kak Leela ke belakang kak" jawab Shepa.
"yang" teriak Bimo lagi sambil berjalan kearah taman belakang.
"ada apaan ya kok Bimo teriak teriak kayak ada maling aja" tanya nyonya Tresna menghampiri Andra dan Shepa.
"Nggak tau tante, kita tunggu aja sampai kak Bimo menemukan kak Leela"
"Menemukan? emangnya Leela hilang" tanya Tresna.
"ihh nggak tau ah" ketus Shepa yang merasa bingung menghadapi keluarga aneh menurutnya.
"hari ini kok orang orang di rumah pada aneh ya" gumam Tresna.
Yang dicari akhirnya ketemu dan Bimo langsung begitu saja memeluknya. "Aku tuh nyariin kamu lho"
"Lho kenapa dicari? aku kan nggak bakal kabur" jawab Leela heran dengan tingkah konyol suaminya lagi.
"haaaahhh" Bimo mendesah kesal.
"Kita ke dokter ya" ucap Bimo sambil mengelus puncak kepala sang istri.
"ngapain?" namun yang ditanya sama sekali tak ingin menjawabnya. Bimo langsung menarik pelan tangan sang istri agar mau mengikutinya.
Meski penuh rasa heran dengan tingkah suaminya tak ayal Leela tetap mengikutinya.
"Tunggu disini!" setu Bimo saat mereka sudah sampai di ruang keluarga.
"Lah papi mau kemana?" tanya Leela
__ADS_1
"Ambil tas" jawab Bimo sambil menapaki tangga.
"Ada apa sih La?" tanya Tresna yang penasaran akan apa yang terjadi.
"Nggak tau ma, aku aja bingung"
"Kok gitu?"
"Ya emang aku nggak tau apa apa ma, tadi kan aku tinggalin papinya Andra waktu dia mandi, terus aku ke belakang tau tau dia nyariin aku dan bertingkah kayak gini ma" jawab Leela.
"jangan jangan Bimo jatuh dikamar mandi dan dia hilang ingatan" celetuk Tresna.
"Sembarangan, aku mau bawa Leela ke dokter kandungan mah" celetuk Bimo yang sudah kembali dari kamar.
"Leela hamil?" kompak Tresna, Wijaya, Shepa bahkan para pelayan yang sedang mengerjakan tugas mereka langsung berhenti dan langsung tertuju pada Leela.
"nggak kok ma" jawab Leela
"iya ma Leela hamil?" jawab Bimo lagi.
"kok kamu tau, emang ada tanda tandanya?" kata Tresna.
"Aku nggak merasakan tanda apa apa kok ma" kilah Leela.
"Terus di rak bawah wastafel kenapa banyak pembalut? apa kamu berniat jualan pembalut?" tanya Bimo.
"Kapan kamu terakhir datang bulan?" tanya Tresna.
Leela diam sejenak mengingat kapan dia terakhir didatangi tamu bulanannya.
"emmmmm kayaknya aku nggak pernah libur deh pa" jawab Bimo.
"pi" Leela melotot menahan malu.
"fix kalau gitu benar Leela sedang hamil" lanjut Wijaya.
"Huaaaah selamat kak Leela" ucap Shepa antusias dan langsung berhambur memeluk sang kakak.
"Selamat ya sayang" ucap Tresna sambil membelai puncak kepala Leela dilanjutkan dengan sebuah kecupan di kening.
duh gimana kalau ternyata enggak, aku kan nggak merasakan gejala apa pun.
Yang lain begitu sukacita menyambut kehamilan Leela. Namun tidak dengannya, ia khawatir jika nanti dokter mengatakan tidak.
Tak ingin keluarganya kecewa Leela tetap menyangkal bahwa dirinya tidak hamil.
"Ok kita buktikan, ayo aku antar kau kerumah sakit"
"Aku nggak mau"
"mau jalan sendiri atau mau ku gendong?" tanya Bimo.
"Iya kak biar kita tidak penasaran, gak ada salahnya kan jika kakak periksa dulu" kata Shepa.
__ADS_1
"Tapi gimana jika ternyata kakak nggak hamil?" Ucap Leela dengan wajah sedikit ragu.
"Ya kita kan bisa bikin lagi" ucap Bimo.
Leela menghembuskan nafasnya kasar. Butuh waktu untuk Leela mengiyakan ajakan Bimo sampai akhirnya ia setuju.
"Ya udah iya" ucap Leela dengan nada sedikit malas.
Leela berjalan mengikuti Bimo keluar rumah. Sementara di dalam rumah masih penuh kehebohan.
"Paaa semoga Leela beneran hamil ya, aaahh mama mau masakin sesuatu buat menantu mama" ucap Tresna dengan antusias tak sabar menanti kabar bahagia dari anak dan menantunya.
"Jangan terlalu berharap ma, jika terlalu berharapa dan nanti tidak sesuai dengan keinginan kita maka akan sangat kecewa" ucap Wijaya mengingatkan.
"Ha terserah papa aja" ucap Tresna sambil mengibaskan satu tangannya dan berlalu pergi.
Ternyata mereka sangat menyayangi kak Leela.
Shepa terus saja memikirkan kehidupan kakaknya sampai suara Andra menyadarkan lamunannya.
"tante, hamil itu apa?" tanya Andra dengan polosnya.
"Emmhhh hamil itu berarti sebentar lagi Andra jadi seorang kakak" Shepa menjawab pertanyaan Andra.
"Benarkah?" tanya Andra dengan mata sedikit melotot yang dibalas anggukan oleh tante nya.
"Asyiiikkk, jadi kakak, jadi kakak, jadi kakak" ucap Andra sambil berputar mengelilingi ruang keluarga.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hallo readers maaf ya buat kalian nunggu, tapi percayalah author ingin kalian terhibur dengan karya ku, meski karya ini belum seberapa.
aku senang baca komentar kalian, maaf ya karya ini masih banyak kekurangan
__ADS_1
Love, vote, vote, vote, vote, vote, vote, like and comment