Terpaksa Menikahi Duda Kaya

Terpaksa Menikahi Duda Kaya
episode delapan puluh tiga


__ADS_3

Ketika Bimo sedang meluapkan marahnya didalam sana yang tidak memperdudulikan para tamu undangan, lain halnya dengan dua insan yang saling diam dalam duduknya.


Sudah hampir sepuluh menit mereka duduk tanpa ada yang memulai percakapan. Shepa sibuk memikirkan apa yang harus dilakukan, sementara Arga sibuk memilih kata yang tepat untuk diutarakannya.


"Lama tidak bertemu She" Arga mengawali perbincangan diantara mereka.


"Iya, karena kamu tiba tiba menghilang bak ditelan bumi" ucap Shepa diiringi senyum getir. "Oh, iya selamat ya kamu sudah berhasil mendapatkan apa yang kamu cari selama ini, semoga kamu bahagia" lanjut Shepa namun kali ini suaranya terdengar sedikit gemetar membuat Arga beralih menatapnya.


Sejenak Arga memandang wajah Shepa "Astaga Arga apa ini, kenapa aku tidak suka mendengar ucapan Shepa. plis Ga jangan gila disini, tapi apa ini artinya Shepa juga memiliki perasaan terhadap ku" ucap Arga dalam hati.


Arga dapat menyimpulkan sesuatu dari Shepa, dari cara bicara, suara dan mata yang tak berani menatap pada dirinya. "Kamu baik baik saja She?" tanya Arga yang tak mengalihkan tatapannya dari wajah Shepa.


Shepa memejamkan matanya sejenak, menarik nafas dalam dan menghembuskannya secara perlahan.


"Aku baik baik saja" ucap nya masih dengan suara sedikit gemetar.


"Kalau saya boleh jujur Ga, saat ini aku sedang jauh dari kata baik. Tapi kamu tidak boleh tau apa pun" ucap Shepa dalam hati.


"Seberapa kuat kamu berusaha menutupinya tapi aku dapat merasakannya She, aku yakin kamu tidak sedang seperti apa yang kau ucapkan maafkan aku" batin Arga.


"Kamu disini apa dia tidak mencari mu? kalau dia melihat kamu disini bisa salah faham dia. Nanti usaha yang kau lakukan selama ini sia sia dong, nanti aku disebut orang ketiga dalam hubungan kalian, terus aku menyandang gelar pelakor dong haha kan tidak lucu, masa seorang Shepa jadi pelakor hahahahaha" Shepa berusaha menghapus rasa canggung dalam dirinya. Ia berusaha agar tetap terlihat seperti Shepa yang dulu saat dibutuhkan oleh Arga.


"Udah sana gih pergi! terlalu lama kamu disini gak baik nanti buat hubungan kalian" ucap Shepa lagi yang menyadari akan tatapan Arga kepadanya.

__ADS_1


Tidak ada sepatah kata pun yang Arga keluarkan ia memandang Shepa yang tetap tidak menatapnya. Hatinya sedikit banyaknya terusik dengan setiap kata yang Shepa lontarkan.


Karena Arga tak kunjung pergi, akhirnya Shepa memilih meninggalkan Arga yang mematung disana. "Ya udah aku masuk dulu salam buat dia ya" ucap Shepa. Terlalu lama duduk berdua membuat Shepa takut tidak bisa mengontrol diri.


"Arga" ucap Shepa tanpa suara yang sudah menjauh dari Arga. Tangannya mengusap air mata yang sudah ia tahan sejak tadi.


Disisi lain seorang perempuan sedang berdiri dekat pintu sambil menyandarkan kepalanya. "Apa keputusan ku sudah benar dengan menerima Arga? tapi aku melihat dari sini jika keputusan ku sudah membuat hati lain terluka"


"Bengong aja non?" Seseorang menepuk pundaknya.


"Eh, apa aku menghalangi jalan mu tuan?" tanya Revina.


"Tidak, tapi aku kesini karena sejak tadi melihat kau sedang mengintip laki laki itu dengan adiknya Leela" ucap Wiji.


"Tentu saja aku mengenalnya, tapi bagaimana dengan laki laki itu? apa dia kekasih mu?" tanya Wiji lagi.


Revina menjawab dengan senyum membuat Wiji berkata kembali "Oh aku kita cinta segitiga yang menyedihkan hanya terjadi dalam film india kuch kuch hota hai, ternyata dunia nyata juga ada ya bahkan terjadi disekitar ku" ucap Wiji sambil menarik nafasnya dalam.


Revina menatap Wiji "Apa yang kau maksud cinta segitiga itu adalah kisah ku"


"Ya mungkin bukan cuma aku saja yang akan mengatakan itu, jika mereka memperhatikan kau, laki laki itu dan adiknya Leela semua orang pasti akan mengatakan hal yang sama seperti yang aku ucapkan, benarkan?" ucap Wiji lagi dengan menikan satu alisnya.


"Benar, aku juga memikirkan hal yang sama seperti apa yang dia ucapakan, Ya Allah" batin Revina.

__ADS_1


***


"Stop pi, diluar masih banyak tamu Andra juga masih disana dan aku yakin dia akan mencari kita" ucap Leela pada suaminya yang malah mengeratkan pelukannya.


"Tapi janji pada ku kau tak akan bicara lagi dengan dia" ucap Bimo sambil membenamkan wajahnya pada leher sang istri.


"Astagfirullah, jadi papi cemburu sama kak Wiji?" tanya Leela.


"Iya karena kau bahkan punya niat meninggalkan ku saat kau pertama kali bertemu lagi dengannya, iya kan? kau bahkan sempat mengatakan itu saat kau merawatku yang sedang terbaring lemah"


Ya itu benar, Leela pernah berpikir seperti apa yang Bimo katakan kala itu. Tapi itu tidak akan Leela lakukan mengingat bagaimana hancurnya Andra jika dirinya pergi untuk pria lain. Kala itu Leela bertahan memang hanya untuk Andra.


"Ta-tapi"


"Sudahlah tidak usah mencari alasan aku tau kau dan dia sama sama sempat saling mengagumi kan jaman SMA dulu, untuk saja aku cepat menyadarinya dan segera bergerak cepat. Haha Bimo dilawan" ucap Bimo sedikit menyombongkan diri diakhir kalimatnya.


Bukan hal aneh bagi Leela jika Bimo bisa mengetahui apa pun tentang dirinya. Toh dengan uang yang ia punya apa saja pasti akan dilakukannya. Apalagi menyangkut urusan keluarga.


"Tapi kan aku juga mengatakan itu karena papi..."


"Berhenti bicara atau kita lanjutkan saja yang tadi?" ucap Bimo.


"Tidak tidak, tidak enak rasanya jika meninggalkan tamu begitu saja ayo kita kembali kesana" ucap Leela yang beranjak dari tempat tidur.

__ADS_1


Awas saja jika dia berani macam macam, dia belum tau siapa Bimo yang sebenarnya


__ADS_2