
Kantor
Seorang pria yang memiliki rupa tampan, serta perawakan yang atletis namun terkenal dingin sedang duduk di kursi kebesarannya.
Bola matanya bergerak mengikuti setiap apa yang dibacanya. Tiba tiba terdengar sebuah bunyi notifikasi dari telepon genggam yang tak jauh dari jangkauannya.
Seuntai senyum terlukis dari bibirnya yang merah. Dia memang tidak memakai lipstik, mana mungkin seorang CEO pakai lipstik, ada ada saja. Tapi kenapa bibirnya bisa terlihat merah? sementara kebanyakan laki laki bibirnya akan terlihat hitam. Banyak hal yang bisa dilakukan selain dengan perawatan bisa juga dengan tidak banyak menghisap rokok.
Tentu karena Bimo memang tidak suka merokok. Meskipun dulu dia seorang duda dengan anak satu namun kebersihan dan kesehatan tetap jadi salah satu prinsip yang dipegangnya.
Bimo meraih benda pipih itu yang tak jauh dari jangkauannya. Senyum nya tiba tiba menghilang melihat nama yang tertera bukan nama sang istri melainka Arga sahabatnya.
Bimo mengerenyitkan alis merasa heran, karena tak biasa jika Arga mengirim sebuah video. Bimo segera memutar video yang dikirim sahabatnya.
Tak disangka ternyata Arga ada di tempat yang sama dengan Leela saat kejadian itu berlangsung.
"cepat hubungi pihak yang menyebarkan video ini sebelum Shepa mengetahui akan hal ini~~Arga"
"memangnya kenapa dengan Shepa?~~ Bimo"
"Shepa pernah berkata jika kakaknya tak bahagia dengan perbikahannya maka ia akan membawanya pulang~~Arga "
Seketika mata Bimo memerah setelah video yang dikirim Arga sahabatnya ia putar.
"berani sekali ia sungguh tidak tau malu Revina" ucap Bimo dalam hati sambil mengepalkan tangannya erat.
Ia memanggil sekertaris kepercayaannya.
Tak butuh waktu lama pria yang memiliki perawakan yang tak jauh beda dengan bos nya, tiba diruangan Bimo.
"Bereskan wanita itu dan segera hubungi pihak terkait agar video itu tak menyebar" ucap Bimo sambil menahan amarah.
"Akan saya lakukan" jawab Edvan sigap, ia sudah hapal apa yang diinginkan Bimo jika melihat dari sorot matanya.
Ketika ia mulai membiarkan cinta tumbuh untuk istrinya. Kini badai besar akan menghantam keluarga yang terlihat harmonis ini.
Apalagi jika sampai video itu diketahui oleh pihak keluarga istrinya. Bagaimana ia akan menjelaskan pada mereka tentang ini.
Secepat mungkin ia harus bergerak agar badai itu tak sampai menghancurkan keluarganya. Mengingat bisa saja Leela akan meminta ia menceraikannya. Ia teringat akan ucapan Leela saat ia sakit dan Leela merawat dan sempat mengucapkan kata kata menuju perceraian.
***
Sementara Leela berusaha mengendalikan diri dan perasaannya. Sesekali air mata terlihat jatuh di pipinya yang halus dan merona.
__ADS_1
Deru dari mobil Bimo sudah terdengar itu berarti tuannya sudah sampai di rumah.
Leela berusaha menutupi itu dengan memanfaatkan kemampuannya mengolah makanan. Ia terlihat sibuk berperang dengan beberapa alat masaknya.
Bimo tersenyum di ambang pintu melihat keadaan Leela. Ia cepat cepat ke dapur saat pak Diman memberi tahunya bahwa sang istri sedang ada di sana.
"waaahhh aromanya sungguh menggoda" ucap Bimo sambil menghampiri sang istri.
Leela tersenyum tipis, menatap Bimo yang sedang berjalan kearahnya.
"apa aku boleh mencicipinya?" tanya Bimo lagi berusaha mencairkan suasana.
"tentu" ucap Leela pelan. Sejenak pandangan mereka bertemu dan Bimo mampu melihat kesedihan dimata itu.
Leela segera mengalihkan pandangannya dengan tujuan agar Bimo tak mengetahui kesedihannya. Namun terlambat karena Bimo sudah lebih dulu mengetahuinya.
"emmmmm ini enak sekali" ucap Bimo setelah memasukan salah satu masakan yang dimasak oleh sang istri.
Bimo tau betul bagai mana sakitnya Leela, karena itu terpancar dari sorot matanya.
"emmm mulut ku tak bisa berhenti untuk tidak mencicipinya" mengambil lagi makanan lainya.
Leela terkekeh melihat tingkah Bimo yang mencicipi hampir semua makanan yang dimasaknya.
"Bilang saja kau sedang lapar" ucap Leela sambil menyiapkan air minum untuk suaminya.
syukurlah kau masih bisa tersenyum
Bimo mendekati Leela dan menyelikan beberapa anak rambut yang menghalangi wajah cantik istrinya.
"Bisakah aku melihat senyum ini setiap hari?" ucap Bimo begitu dekatnya dengan wajah sang istri yang hampir tak ada jarak.
Pelayan yang sedang membantu Leela pun dibuat baper melihat kelakuan sang majikan. Bagaimana tidak, biasanya Bimo tak pernah sama sekali melakukan hal itu.
Pipi Leela tiba tiba berubah warna saat mendengar ucapan Bimo.
apa maksudnya ini papi Andra?
Leela tersenyum kikuk dan segera mengalihkan pembicaraan. "mau mandi dulu atau langsung makan?" tanya Leela.
Bisa saja dia mengalihkan pembicaraan.
"aku rasa aku harus mandi dulu, aku tak ingin kau menganggapku tak punya parfum karena mencium bau keringat ku" ucap Bimo sambil berlalu meninggalkan dapur.
__ADS_1
Leela tak membalas ucapan Bimo, ia hanya menggelengkan kepalanya pelan disertai senyum tipis yang mmengembang. Sesaat rasa sakit hati karena ucapan Ariana tadi siang menghilang begitu saja.
Bimo sedang mengguyur tubuhnya dengan air shower. Gemericik air terdengar saat Leela hendak menyiapkan kebutuhan pakaian suaminya. Sejenak Leela menatap pintu kamar mandi yang tertutup rapat.
Bimo memejamkan matanya sejenak dibawah guyuran shower. "Seandainya badai itu tiba pada rumah tangga ini apa aku siap melesakannya?"
Dadanya terasa sesak saat ia mengucapkan kata kata untuk dirinya. Apa boleh kali ini ia serakah pada tuhan?
Kalau saja waktu bisa diulang kembali maka ia akan memilih bertemu Leela lebih dulu dibandingkan Ariana.
Dulu ia jatuh hati pada Ariana karena sikapnya yang membuat ia bisa bangkit kembali dan merelakan kepergian istrinya dulu. Hingga ia mempercayakan hatinya untuk Ariana. Tapi ternyata salah apa yang ia rasa baik belum tentu baik menurut tuhan. Dan kini tuhan telah memberinya yang terbaik. Istri yang cantik, baik dan menerima dirinya serta Andra anaknya.
Bimo mendesah pelan "kenapa aku harus mengenalnya terlebih dahulu?"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.Halo maaf sudah membuat kalian menunggu lama 🙏🙏
Taqobballahu minna waminkum minal aidzin walfaidzin
__ADS_1
mohon maaf lahir dan batin
Jangan lupa vote, like, comment dan jadikan novel ini fav kalian 😊