Terpaksa Menikahi Duda Kaya

Terpaksa Menikahi Duda Kaya
episode enam puluh tujuh


__ADS_3

"Kak kapan kau akan mengunjungi ibu?" tanya Shepa.


"Kata papi Andra minggu depan She" ucap Leela sambil menata meja makan.


Shepa memajukan bibirnya, Leela berbalik dan menatap sang adik. "Memangnya kenapa?" tanya Leela lagi.


"Nggak apa apa sih, tapi kan kakak sudah lam tak pernah pulang"


"Benarkah?" tanya Bimo ikut menimpali.


Shepa mengangguk angukan kepalanya.


"Jahat sekali ya kakakmu tidak pernah mengunjungi keluarganya" lanjut Bimo.


"Ya harusnya kak Bimo sebagai suami mengizinkan dia pulang, ya sesekali kan gak apa ya kak?"


"Apa aku pernah melarangmu pulang sayang?" tanya Bimo sambil meraih pinggang ramping sang istri.


Leela dibuat malu dengan tingkah Bimo, apa lagi suaminya ini melakukan hal tersebut depan Shepa.


"Bahkan kamu berbicara ingin melihat keluarga mu saja nggak pernah, apa kau berniat membuat aku terlihat buruk dimata keluargamu?" Semakin mempererat dekapannya pada sang istri.


"Pi" Leela hendak memberontak, namun sang suami menatap matanya tajam.


"issshhhh, iya iya aku tau hubungan kalian memanganis tapi tak seharusnya juga kali kayak gitu didepan ku" ucap Shepa sambil membuang pandangannya.


"Papi emang suka kayak gitu tante, aku juga pelnah dengal mami bilang uh ah, tapi nggak tau diapain sama papi" celetuk Andra yang masih asik dengan mainan robotnya.


"Oh ya?" Shepa menyauti ucapan Andra barusan.


Bimo dan Leela sama sama membelalakan matanya. "kayaknya aku harus memakai peredam suara" Gumam Bimo pelan sambil menggaruk garuk kepalanya yang tak gatal.


"makanya kalau mau tempur pastikan dulu Andra dan sekitarnya sudah aman kak" ucap Shepa sambil memamerkan deretan giginya yang putih bersih.


Leela dan Bimo tersenyum kikuk, tak disangka Andra akan mengucapkan hal seperti itu.


"Andra sayang sarapannya udah siap" ucap Leela mengalihkan pembicaraan.


Andra meletakan mainannya sembarangan dan segera menghampiri sang mami.


"Nggak usah pura pura mengalihkan pembicaraan" celetuk Bimo.


"Diam" ucap Leela sambil menahan giginya dan melototkan matanya pada sang suami.


Iiihhh biasa aja kali, hah kayaknya aku salah masuk rumah ni


"Hehe, Shepa ayo kamu belum sarapan kan?" ucap Bimo.


Shepa memaksakan senyum "Belum" sambil menarik salah satu kursi meja makan.


"emmmhhh ternyata datang sepagi ini niat numpang makan" celetuk Bimo disambut tawa bersama.


kak apa ini bener adanya yang aku lihat, aku senang kakak sudah menemukan kebahagiaan kakak sendiri.


Mereka sama sama menikmati sarapan dalam diam. Karena memang itu aturan yang sudah dibuat paten oleh Bimo. Ya Bimo masih menganut adat leluhurnya.


Setelah sarapan selesai Andra kembali dengan mainan nya ditemani sang papi. Sementara Leela memilih memberesakan meja makan sambil bebincang.

__ADS_1


"Kak aku melihat kehidupan rumah tangga kakak yang sekarang jauh berbeda ya dengan awal pernikahan kalian"


"maksud mu?"


"Udah deh kak nggak usah pura pura syok gitu, aku juga tau kok pernikahan kalian diawali atas dasar apa? makanya kalian tak pernah mau mengunjungi ibu dan bapak ya kan?"


"kamu tau?" ucap Leela memastikan "Apa ibu juga mengetahuinya?"


"Aku rasa tidak, tapi sepertinya bapak merasakannya" jawab Shepa.


Leela diam sejenak sebelum kembali bicara.


"Apa hubungan kalian benar benar baik kak?" Shepa lagi.


"Apa kamu tidak melihatnya?" Leela bertanya balik.


"Ya bisa saja kalian pura pura, pas ada salah satu keluarga yang berkunjung"


"Cukup Shepa tak sepantasnya kamu menilai jelek kakak iparmu"


"ya aku kan cuma memastikan aja kak, emmmhh tapi pernah gak kak Bimo mengatakan kalau dia mencintai kakak"


Leela masih diam belum menjawab.


"Nggak pernah ya?" lanjut Shepa.


"Tidak semua kata Aku mencintaimu adalah bukti cinta seseorang, toh yang menjadi bukti sebuah cinta bukan ucapan tapi tindakan" ucap Leela.


"Emmmhhhh kalau tindakan apa sekarang kakak sudah hamil, sebagai bukti tanda cinta kalian?" Shepa lagi.


"Astaga Shepa" Leela tak tahan lagi mendengar setiap ucapan Shepa yang terlihat seperti memojokan dirinya dan Bimo.


"mami kenapa pi?" tanya Andra.


Bimo mengangkat kedua bahunya lalu ia menatap Shepa meminta sebuah jawaban lewat sorot matanya.


Namun yang ditatap juga melakukan hal yang sama dengan Bimo yaitu mengangkat kedua bahunya.


"Mbak temani Andra sebentar ya, saya ke atas dulu" ucap Bimo pada salah satu pelayan yang kebetulan saat itu sedang tak berada jauh dari tempat Andra saat ini.


"iya tuan"


Bimo segera mengikuti Leela ke kamar. Melihat istrinya berdiri di depan meja rias Bimo langsung menghampiri dan memeluknya dari belakang.


"Ada apa" tanya Bimo lembut sambil membalik badan sang istri agar menghadapnya.


"tidak apa apa" Namun Bimo tak percaya begitu saja dengan kata tidak apa apa yang diucapkan sang istri, pasti ada sesuatu pikir Bimo.


"Katakan apa dia mengatakan sesuatu yang membuat pikiran mu terganggu?"


Leela menggelengkan kepalanya pelan, membuat Bimo mengerutkan keningnya.


"Lantas?"


"nggak apa apa pi, aku baik baik aja" ucap Leela dibarengi senyum yang dipaksakan.


Bimo menghebuskan nafas kasar "Ya sudah kalau kau tak mau bicara, siapkan pakaian aku ingin mandi" ucap Bimo tak lupa sebuah kecupan mendarat dibibir Leela.

__ADS_1


Bimo beranjak kekamar mandi, sementara Leela segera menyiapkan pakaian sang suami. Leela menyiapkan kaos berwarna abu dan celana pendek selutu berwarna cream.


Kebetulan hari ini hari libur jadi yang Leela siapkan adalah pakai santai rumahan.


"Yang sabunnya abis, apa kau lupa menyiapkannya untuk ku?" teriak Bimo dari kamar mandi.


Leela menepuk jidatnya keras "Astaga iya, aku lupa, kau ambil saja di rak bawah wastafel" teriak Leela dari kamar.


"Ambilkan dong yang" teriak Bimo lagi.


"nggak mau, aku yakin kamu udah nggak pake baju" teriak Leela lagi dari balik pintu.


"hehe iya, tanggung yang aku udah di bathup" ucap Bima berbohong


"nggak mau ah, ambil aja sendiri" Teriak Leela lagi.


"padahalkan kalau mau kita bisa bermesraan sebentar" gumam Bimo sambil membuka rak bawah wastafel.


Mata Bimo membulat, yang iya cari sabun tapi yang dilihat Bimo malah bungkusan pembalut yang tersusun rapih.


"haahhh apa Leela sedang berniat untuk berjualan pembalut? kenapa banyak sekali"


Bimo berbicara sendiri sambil menghitung banyaknya kemasan pembalut. "Apa jangan jangan dia"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


. Tadinya eps ini mau di up besok, tapi karena banyaknya comment yang minta lanjut jadi up nya malam ini deh.


eeettsss jangan lupa vote yang banyak, like dan berikan saran ya.....

__ADS_1


Sekedar pemberitahuan beberapa eps lagi novel ini akan segera tamat.


__ADS_2