Terpaksa Menikahi Duda Kaya

Terpaksa Menikahi Duda Kaya
episode tujuh puluh empat


__ADS_3

Leela bangun karena merasa sesak, seperti sebuah benda keras sedang menimpanya. Leela membuka mata dan menyesuaikan dengan cahaya lampu kamar.


Leela membuang nafas pelan dan berusaha memindahakan tangan kokoh yang sedang memeluknya.


Namun sia sia sisa tenaga Leela tak mampu memindahkan tangan itu dan terpaksa Leela menggoyangkan tubuh si pemilik tangan.


"Pi, papi"


Bimo membuka mata mengintip sedikit lalu tersenyum. "Hemmm" jawab Bimo.


"ini pindahkan dulu tangannya, engap" Ucap Leela.


"emang mau kemana sih, masih terlalu pagi untuk bangun" ucap Bimo yang malah semakin menempelkan hidungnya ke ceruk leher sang istri.


"Sebentar lagi adzan subuh papi, kita nggak boleh kesiangan bangun"


"Cium dulu" ucap Bimo semakin mengeratkan pelukannya.


"papi ini jangan bercanda dong, ini udah terlalu siang untuk bangun" ucap Leela.


"makanya semakin cepat mencium, maka semakin cepat untuk bangun" ucap Bimo ditambah menggelitik bagian sensitif sang istri.


"Ah papi, nggak lucu" ucap Leela sambil menahan geli yang melanda.


"cepat, cium ngga? atau nggak mau bangun dan kita lanjutkan yang semalam" bisik Bimo sambil meniup telinga sang istri.


"Papi ah"


"ayo" ucap Bimo


Cup satu kecupan telah mendarat di pipi Bimo. "Panggil aku sayang" ucap Bimo.


"papi ngelunjak deh" ucap Leela sarkas.


"Bukan gitu cara membujuk suami" ucap Bimo "Gini, papi sayang ayo bangun kita mandi bareng, gitu!" Lanjut Bimo mencontohkan.


"Masa kayak gitu?" ucap Leela heran sambil mengerutkan kening.


"iya, ya udah kalau nggak mau berarti kita lanjutkan yang semalam" ucap Bimo menggoda lagi.


"Ini sih, sama aja bangun bahaya, nggak bangun tambah bahaya" ucap Leela sambil mencubit kecil tangan kokoh yang sedang memeluknya.


"Awww, kok dicubit" ucap Bimo sambil melepaskan pelukannya karena kaget.


"Lagian, suruh bangun aja susah" ucap Leela sambil bangun dari tempat tidur dan meraih kimono yang sempat dipakainya kemarin.

__ADS_1


Namun begitu naas nasib kimono tersebut karena semalam terhempas begitu saja.


"masih betah" ucap Bimo sambil terkekeh.


Tak ingin tambah ngelantur Leela meninggalkan suaminya masuk ke kamar mandi.


Percikan air terdengar sayup sayup oleh Bimo. Mendengarkan hal tersebut Bimo menyeringai dan bangun.


Bimo beranjak ke kamar mandi berniat ikut mandi bersama sang istri. Tapi begitu sampai depan pintu dan Bimo memutar handle pintu betapa terkejutnya dia.


"Kok di kunci?" gumam Bimo pelan.


Sementara Leela sedang asik menikmati guyuran air shower yang mengguyur tubuhnya.


"Yang kok dikunci?" teriak Bimo sambil menggedor pintu kamar mandi.


Tak ada sahutan dari dalam membuat Bimo semakin menggedor. "Yang buka, sebelum aku memanggil tukang" teriak Bimo lagi.


Astaga apa apa ini, Leela


"Tunggu sebentar lagi, aku hampir selesai" teriak Leela saat mendengar Bimo mengancam sambil menggedor gedor pintu.


"Cepat!!" teriak Bimo sambil menggedor.


"iya iya" teriak Leela dari dalam sambil berjalan ke arah pintu.


"Kenapa dikunci?" Bimo langsung mengintrogasi sang istri layaknya istri yang ketahuan selingkuh.


"Kan mandinya giliran papi" ucap Leela sedikit kesal.


"Siapa suruh giliran, kan tadi saya bilang mandi bersama" ucap Bimo tal mau kalah debat dengan sang istri.


"Nggak mungkin papi, kita mandi bersama. Yang ada kita keburu adzan subuh" ucap Leela meninggalkan sang suami.


"Ye, emangnya kita mau ngapain? Kan kita cuma mandi bersama artinya kamu melayani suami dan memandikan suami. Hayo mikir apa? pasti lagi mikirin yang enak enak ya" ucap Bimo dengan penuh kemenangan.


"Apa sih?" Leela melotot dengan pipi yang terasa panas dan perasaan gugup. Malu rasanya ketika sang suami mampu membaca apa yang sedang dipikirkan nya.


"Udah ah sana mandi" ucap Leela sambil mendorong sang suami masuk ke kamar mandi.


"Heran kok ada ya orang macam dia, dulu begitu dingin, kok sekarang begitu mesum. Astagfirullah" Leela bergumam sambil menggeleng gelengkan kepalanya pelan.


"Yang" teriak Bimo lagi.


"Astagfirullah ini orang ya" kesal Leela.

__ADS_1


"iya, apa lagi?" teriak Leela dari dekat pintu.


"Beneran nih nggak dimandiin?" teriak Bimo.


"Ih papi ini, papi bukan Andra yang masih harus dimandikan, udah mendi sendiri" balas Leela.


"Ya kan pengen gitu ngerasain kayak Andra, mandi dan di manja manja sama istri" ucap Bimo lagi.


Merasa kesal dengan tingkah suaminya, Leela keluar meninggalkan dan masuk ke kamar Andra.


"Ayo dong yang" Bimo masih berusaha membujuk.


"Yang" tak ada jawaban "Lho kok nggak dijawab"


"Yang" teriak Bimo lagi, "Sayang" namun masih sama tak ada jawaban.


Karena penasaran Bimo mencoba membuka pintu kamar mandi dan menyembulkan kepalanya saja. "Lho, kok nggak ada, kabur dia" ucap Bimo sambil terkekeh.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.Baiklah aku mengikuti keinginan para readers setiaku, novel ini akan saya lanjutkan.


Eps ini segini dulu ya, besok di sambung lagi 😊😊😊


Jangan lupa, vote, vote, vote, vote, vote, like and comment 😘

__ADS_1


__ADS_2