
Arga dan Revina tak kunjung membaik setelah kejadian itu. Entah apa yang membuat Revina sepertinya sulit untuk percaya pada Arga.
Berulang kali Arga menjelaskan dan berusaha meyakinkannya tapi berulang kali juga Revina tak mempercayainya.
Arga teremenung di dalam kamarnya, hari ini ia enggan pergi ke kafe. Alasannya karena ia tak ingin bertengkar lagi dengan Revina yang malah akan memeperburuk keadaan.
Berbeda dengan Arga, Bimo malah sedang dilanda bahagia pasalnya beberapa minggu lagi buah cintanya dengan Leela akan lahir.
Bimo begitu antusias mempersiapkan segala hal. Ia bahkan turun tangan langsung ingin mempersiapkan yang terbaik untuk adiknya Andra.
Bagaimana dengan Andra, ya bocah kecil itu pun tak kalah antusias dari sang papi. Meski tak jarang jika ia harus berdebat dengan sang papi demi mendapatkan perhatian dari sang mami.
Leela selalu saja di buat pusing oleh papi dan anak yang tak pernah saling mengalah. Adapun jika Bimo mengalah maka ia akan meminta imbalan lain pada sang istri.
Sementara Shepa, memilih menyibukan diri dengan berbagai macam kegiatan kampus. Ia tidak ingin jika hubungan Arga dan Revina hancur karena ada dirinya. Bahkan gadis cantik itu lebih sering menghindar tatkala ia mengetahui adanya Arga di sekitarnya.
Shepa bahkan meminta bantuan sahabat sahabatnya untuk mengatakan bahwa ia sudah tak kuliah lagi disana jika suatu saat Arga mencarinya ke kampus.
Ia juga meminta bantuan pada kakak iparnya yaitu Bimo untuk tidak memberitahukan keberadaannya pada Arga. Memang beberapa kali Arga sempat minta bantuan pada Bimo ingin bertemu Shepa. Arga butuh bantuan Shepa untuk meyakinkan Revina, juga butuh solusi solusi yang lain dari Shepa seperti saat dirinya ingin meyakinkan persaan Revina kepadanya sebelum ia memutuskan untuk memilihnya.
"Aku yakin hubungan mereka seperti itu karena adanya aku diantara mereka. Aku harus kemana dan bagai mana?" itu yang sering Shepa ucapkan jika ia mengingat kejadian beberapa waktu lalu.
Flashback on
"She nanti kamu datangkan ke acara bridal shower nya Agnia" tanya salah satu sahabatnya Shepa.
"Aku nggak tau, masih banyak tugas yang belum aku selesaikan" jawab Shepa.
"Ayolah She malas sebentar kan gak maslah, lagian itu tugas dikumpulkannya kan akhir bulan, masih lama" ujar salah satunya lagi.
Sejenak Shepa terlihat sedang berpikir lalu memutuskan. "Baiklah aku ikut tapi jemput ya" ujar Shepa.
"Euuuh dasar, punya kakak ipar horang kayah kerjaannya minta jemput dan traktiran mulu"
"Tau nih, dasar Shepa"
Shepa terkekeh geli menanggapi celotehan sahabat sahabatnya. Jam sudah menujukan pukul 18:30, Shepa sedang menunggu temannya menjemput. Tak selang berapa lama yang menjemput pun tiba.
__ADS_1
"Maaf She tadi aku kejebak macet" ucap sahabatnya sambil memamerkan gigi putihnya.
"Makanya bikin jalan sendiri biar gak kena macet" balas Shepa.
"Yee, emang ni negri punya emak dan bapak gue? ya kali" balas sahabat Shepa.
Shepa dan sahabatnya terlalu asik dengan obrolan absurd mereka, hingga Shepa tak menyadari bahwa jalur yang mereka lewati adalah jalur yang menuju kafe nya Arga.
Beberapa menit kemudian akhirnya mereka tiba di tempat tujuan. Deg Shepa baru menyadari "AGB kafe? ini kan kafe nya Arga?" batin Shepa.
"Gak salah tempat nih?" tanya Shepa sebelum turun.
"Nggak lah, kita mengadakan acaranya ya di kafe ini, kenapa emang" ya, memang tidak banyak yang tau dari kisah Shepa.
"Nggak apa apa" ujar Shepa dengan senyum yang dipaksakan.
"Semoga tidak bertemu dengan mereka, semoga, semoga"
"Ya udah kalau nggak papa ayo turun" ujar sahabatnya.
Shepa melirik ke kiri dan ke kanan, hatinya terus memohon agar tidak bertemu dengan salah satu diantara mereka.
Deg, Shepa begitu mengenal suara itu ya itu Arga. "Astagfirullah aku tidak ingin bertemu dengan mereka tapi nasib berkata lain, baiklah hati ayo kita kompromi kali ini please" ucap Shepa dalam hati.
"Aaahh akhirnya kita bertemu lagi" ucap Arga sambil menarik nafas lega.
"Ada apa Ga?" tanya Shepa dengan senyum getir kali ini ia memberikan diri untuk menatap Arga.
"kamu susah sekali aku hubungi, telpon dari aku tak pernah diangkat. Kamu kenapa sih seolah sedang menghindar dari ku? Padahal aku butuh orang seperti kamu She" ucap Arga.
"Aku...." belum sempat Shepa menjawab sahabatnya sudah menyaut terlebih dahulu.
"She acara sebentar lagi mau dimulai buruan" ucap sahabatnya.
Shepa menatap Arga dan berkata "Maaf Ga, aku sedang ada acara, lain kali kalau ada waktu kita bisa bicara lagi" ucapnya.
Tanpa mereka sadari Revina memperhatikan mereka dari meja kasir. Tak lama dari itu terjadilah pertengkaran hebat antara Arga dan Revina. Bahkan kejadian tersebut sampai ketelinga Shepa dari sahabatnya yang tadi bersamanya.
__ADS_1
"kamu dari toilet apa dari mana? lama banget" ucap Shepa kesal.
"Aku barusan habis melihat sepasang kekasih yang bertengkar lo She" bisik sahabatnya.
"Gak ada kerjaan banget sih, nonton orang bertengkar" balas Shepa dengan berbisik.
"Lho tau gak siapa yang bertengkar barusan?" masih dengan saling berbisik karena tidak ingin merusak acara bridal shower Agnia sahabat nya.
"Dih, gak penting banget" balas Shepa.
"Sepasang kekasih yang bertengkar barusan adalah pria yang tadi ngobrol sama loe She" balas sahabatnya.
"Maksud loe?"
"Iya pria itu, bahkan tadi juga gue denger nama loe di sebut, mungkin si cewek cemburu kali sama loe" bisik sahabatnya.
"Benarkah Arga bertengkar dengan Revina gara gara aku? Tuh kan She belum juga kamu bertindak apa apa tapi sudah hampir menghancurkan hubungan orang lain, kamu mau menyandang gelar pelakor? tidak tidak, aku tidak mau aku harus menjauh dari mereka, ya itu adalah cara terbaik She. Ayo kamu bisa kamu bisa" Shepa berkata pada dirinya sendiri.
Flashback off
Dua bulan lebih dua minggu setelah acara nujuh bulanan kehamilan Leela. Lebih tepatnya hari ini adalah hari paling membahagiakan bagi Bimo dan Leela. Pasalnya lima belas menit yang lalu Leela telah melahirkan seorang bayi laki laki.
"Wah adik bayinya laki laki, hole aku punya teman main sekalang" ucapnya riang.
Senyum bahagia terpancar dari bibir Bimo, Leela serta keluarga yang lain. Tak henti hentinya Bimo mengucapkan terimakasih pada Leela. Kini terasa lengkap lah kebahagiaan mereka.
"Terimakasih sayang, Terimakasih aku mencintaimu sangat mencintai mu" ucap Bimo sambil mengecup kening sang istri, rasa lelah dan sakit masih terlihat di raut wajah sang istri yang terus berusaha memancarkan senyumnya.
"Aku juga mencintai mu papi Andra dan papinya Kean" ya nama putra Bimo dan Leela adalah Kean Aditya kusumo.
Ucapan serta doa terus terucap dari orang orang terdekat mereka tak terkecuali Arga yang juga ikut merasa bahagia atas kebahagiaan Bimo sahabatnya.
"Selamat Bro, kebahagiaan nya sudah lengkap dan sempurna. Semoga Kean jadi anak yang pintar, soleh serta jadi pembawa kebahagiaan bagi kalian orang tuanya, sekali lagi selamat" ucap Arga sambil menjabat tangan Bimo.
"Terimakasih mas Bro, ini juga berkat saran mu. Kapan nyusul?" tanya Bimo.
Arga menarik nafasnya dalam "Gak tau, Revina bahkan menghilang entah kemana sejak kejadian di kafe waktu itu. Sampai saat ini tak pernah ada kabar dari dia. Rumahnya juga di gamblok, jadi nggak tau kapan mau nyusul kaliannya hehe"
__ADS_1
The End