Terpaksa Menikahi Duda Kaya

Terpaksa Menikahi Duda Kaya
episode enam puluh empat


__ADS_3

Mobil yang dikendarai Bimo sudah berhenti tepat diparkiran kafe. Bimo segera melangkah masuk agar urusannya dengan mak lampir cepat selesai.


Ariana tersenyum cantik saat melihat sang pujaan hatinya sedang melangkah kearahnya.


Astaga Bimo kau tampan sekali, rasanya aku sangat pantas bersanding dengan mu.


Ariana berdiri dari tempat duduknya untuk menyambut orang yang dicintainya.


Benarkah Ariana mencintai Bimo??? oke kalian bisa jawab dikolom komentar.


"Ada apa?" Bimo langsung bertanya pada intinya. Rasanya ia ingin cepat cepat pulang dan menemui istri tercintanya.


Memeluknya menciumnya dan menguyel uyel pipi sang istri sudah jadi hobi yang tak ingin dilewatkan Bimo barang sehari saja.


Jika Bimo melawatkan itu maka ia akan meningkatkan nya hingga dua kali lipat bahkan lebih. Lalu bagaimana dengan kegiatan suami istrinya tiap malam, Sudah pasti sama jika terlewat satu malam saja maka Bimo akan mengganggu tidur sang istri demi mendapatkan jatah yang ia lewatkan sebelumnya.


Bahkan tak jarang Leela mengomeli Bimo karena waktu istirahat jadi berkurang. Namun meski begitu ketika mereka menyadarinya mereka akan sama sama tertawa. "Sama sama menikmati kenapa harus ngomel" kalimat yang sering dilontarkan Bimo pada sang istri saat istrinya tak berhenti mengomeli dirinya. Hal tersebut tak jarang membuat pipi sang istri bersemu merah yang membuat Bimo semakin gemas dan ingin kembali menerkamnya.


Fokus kembali ke Ariana dan Bimo yang sedang di kafe.


"Eemmhh" Ariana bingung dan sesekali meremas jari tangannya yang sedikit berkeringat dibawah meja.


Semua rencana Ariana buyar bahkan tak ada yang tersisa diotaknya. Otaknya mendadak sulit diajak kerjasama saat berhadapan dengan Bimo. Yang ia ingat kini hanyalah ancaman yang pernah Bimo layangkan beberapa waktu lalu.


Bimo mendesah kesal karena Ariana tak kunjung bicara. Bimo melirik jam tangan yang melingkar di tangan sebelah kanannya.


"Kau membuang waktu ku saja Ar" ucap Bimo sarkas, Bimo segera beranjak ingin segera meninggalkan Ariana yang masih diam.


"Tunggu" Ariana menghentikan aktifitas Bimo.


"Apa?" tanya Bimo dengan nada tak kalah dingin membuat nyali yang dimiliki Ariana menciut.


Ariana mengeluarkan ponselnya dan berkata


"Bolehkah aku menyimpan foto terakhir kita?" Sedikit terdengar gemetar


"Kali ini saja" akhirnya hanya kalimat itu yang muncul diotak oon Ariana memohon.


"Untuk apa?" tanya Bimo "Kalau mau kau gunakan untuk membuat Leela cemburu percuma, dia nggak punya hati jadi nggak akan peka. Usaha mu akan sia sia Ar" Bimo melirik lagi jam tangan "Meski kau edit foto kita sedemikian pun percuma"


Ucapan yang baru saja keluar dari mulut Bimo langsung begitu saja mematahkan semangat Ariana.


Ariana diam mematung, kini hanya rasa bingung, sedih, frustasi, kesal, putus asa, semua menjadi satu.


Ariana pikir ini akan menjadi jurus paling jitu jika melihat kedekatan Bimo dan Leela yang tampak mesra rasanya tidak mungkin jika Leela benar benar tak memiliki persaan cemburu pada Bimo.


Namun begitu ia mendengar ucapan Bimo yang terlihat begitu yakin kini Ariana tak punya pilihan lain selain menyerah.


Namun ia juga tak ingin merelakan nya dengan begitu saja.

__ADS_1


"Sudah cukup Ar, kau harus merelakan aku. Bukan salahku dan bukan juga salah Leela. Sebelum aku memutuskan untuk menihakinya, aku lebih dulu mengajak mu menikah. Tapi apa yang terjadi kau malah menolaknya berkali kali dengan berbagai macam alasan. Sekarang terimalah keputusan akhir yang sudah aku yakini"


Aaahh rasanya Ariana ingin menghilang saja ditelan bumi. Air mata kini sudah tak mengikuti tuannya, ia meluncur di pipi mulus Ariana.


Ucapan terakhir yang Bimo sampaikan adalah kenyataanya namun rasanya sulit sekali untuk ia menerima kenyataan itu.


Bimo mendesah pelan "ini adalah pertemuan terakhir kita, biarkan aku hidup dengan keputusanku, aku tidak meminta lebih tapi tolong hargailah" Ucap Bimo kemudian ia beranjak meninggalkan Ariana tanpa menunggu jawabannya.


Bimo keluar kafe dan segera melajukan mobilnya kearah pulang. "Sial aku pulang terlambat gara gara ini" gumam Bimo.


Bimo begitu mantap meninggalkan Ariana. Sementara Ariana masih menunduk, mematung ditempat tadi. Sebuah kenyataan pahit yang mau tidak mau ia dipaksa harus menerimanya.


Air mata masih tetap berjatuhan disana meski orang menatapnya dengan penuh rasa iba.


***


"Mi aku punya PL tapi nggak bisa" Andra mengangkat alat tulisnya dan menunjukannya pada Leela sang mami. "Bu gulu jahat PL nya susah sekali" ucap Andra lagi ingin menarik perhatian dan simpati dari sang mami.


Sementara Leela sedang sibuk membereskan meja makan. Padahal tadi Leela begitu antusias memasak makanan yang disukai sang suami. Namun begitu ia melirik jam dinding yang menunjuk pukul 18:45 ia memutuskan untuk kembali membbereskannya.


Aku rasa dia tidak akan makan dirumah


"Bentar ya sayang mami bereskan dulu ini" jawab Leela lembut.


"Tapi ini kan halus cepat beles mi" Andra merengek seperti biasa saat keinginan harus segera terpenuhi.


Leela membalikkan badan kemudian ia mensejajarkan posisinya agar sama dengan sang putra. Leela mengelus puncak kepala Andra lalu menciumnya lembut. "Anak mami sekarang udah pintar merajuk ya" ucap Leela sambil menarik narik pipi bakpau milik Andra.


"maaf maaf papi pulang sedikit terlambat" ucap Bimo dilanjutkan mengecup pipi sang istri.


Andra diam dengan bibir sedikit manyun melihat tingkah sang papi yang ingin dibalas kecupannya oleh sang mami.


"Sebelah sini belum lho yang" Bimo menunjuk bibirnya.


Leela membelalakan matanya "Apa an sih pi, liat tuh anaknya" menunjuk Andra dengan bibir yang langsing disambut oleh bibir Bimo.


"Pi!!!" Tegur Leela sambil memukul pelan bahu sang suami.


"kalau nggak ada Andra mau kan? bahkan lebih" bisik Bimo di telinga sang istri yang membuat pipi Leela langsung bersemu merah.


"Papiiiiii" Teriak Andra


"Tuh kan" ucap Leela


Bimo melirik Andra dan langsung memamerkan gigi putihnya. "Anak papi kenapa sih marah marah mulu?" tanya Bimo sesaat setelah ia berjongkok mensejajarkan posisi nya dengan Andra.


"Aku punya PL tapi mami malah beles beles mulu" Andra mengaduka sang mami pada papinya.


"Ohhh itu" Bimo melirik sang istri "Biar papi bilangin dulu maminya ya" ucap Bimo dibalas anggukan oleh Andra.

__ADS_1


"Kenapa mesti diberesin mi?" tanya Bimo mendekati Leela.


"Aku pikir papi nggak akan makan malam dirumah" ucap Leela pelan takut ucapannya akan membuat suami merasa tersinggung atau merasa dicurigai.


"Kata siapa? ini aku mau makan" ucap Bimo sambil menarik salah satu kursi untuk ia duduki. Leela menatap Bimo dengan banyaknya pertanyaannya dibenaknya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.Ok, memenuhi janji ku di eps sebelumnya maka sekarang aku up beberapa eps semoga kalian menikmati nya.


Banyak yang nanya Author orang SUNDAya?


Betul tepanya orang Ciwidey kab. Bandung


Selamat menikmati dan jangan lupa tinggalkan jejak bacanya ya Vote, Like, Comment dan jadikan novel ini fav kalian๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


Ig: Nuryantiag


__ADS_2