Terpaksa Menikahi Duda Kaya

Terpaksa Menikahi Duda Kaya
episode lima puluh enam


__ADS_3

Pesanan mereka sudah tiba, seorang pelayan sedang meyanjikannya dengan hati hati disana. "Sayang kau mau mencoba yang mana dulu" ucap Bimo pada Leela.


Sedikit aneh sih kedengarannya, namun Leela tetap berusaha mengendalikan diri. Haha rasanya ingin tertawa saat Bimo berlagak sok manis didepannya.


"Ini menu baru ya pak?" tanya Leela, memang sudah lama ia tak mampir ketempat itu lagi. Banyak perubahan ditempatnya dulu ia bekerja.


"Yang" ical Bimo dengan tatapan tidak bersahabat.


"iya iya, Andra mau yang mana dulu sayang" ucap Leela, mengerti akan tatapan suaminya maka cara paling aman adalah bicara dengan Andra.


"so manis" ucap Arga sengaja menyindir sahabatnya.


"Jomblo mana tau rasanya punya istri" ucap Bimo tak mau kalah.


"cih, dibayar berapa kau mau aja di ajak pura pura so mesra gini la?" tanya Arga


Leela enggan untuk menjawab pertanyaan Arga. Bisa repot urusannya, tatapan matanya saja sudah tak bersahabat. Bagitu lah yang Leela ucapkan dalam hatinya.


kenapa gadis itu nggak kembali lagi, lihat saja kau kemarin menamparku, sekarang giliranmu.


Karena Shepa yang tak kunjung datang Arga memilih untuk menyusulnya. Entah persaan apa yang membuatnya begitu penasaran dengan gadis itu.


"Re tadi kau lihat gadis yang tingginya segini dengan rambut ekor kuda masuk toilet sebelah mana?" tanya Arga tanpa menyaring pertanyaannya.


"mana saya tau pak, emang nya saya penjaga toilet apa" jawab Revina.


"yey gitu aja nyolot, cemburu ya?" menunjuk wajah Revina dan menggodanya.


"Cemburu? mimpi" balas Revina lalu memilih pergi dari pada berdebat dengan bosnya yang super rese. Tak akan ada habisnya jika sudah berdebat, pasti ada saja topik yang jadi perdebatan antara mereka.


Shepa sedang mondar mandir di dalam kamar mandi berpikir mencari ide. "Menyebalkan gimana bisa orang yang ku tampar sekarang ada di depan ku?"


tok tok tok pintu kamar mandi di ketuk. "aku tau kau ada di dalam, cepat keluar atau kau akan mati kelaparan nona manis" ucap Arga


"A-aku sedang sakit perut" Shepa beralasan


"Kalau gitu izinkan aku masuk untuk membantumu" teriak Arga dari luar.


masuk??? gila


Shepa diam tak menjawab, baru kali ini ia menghadapi orang macam Arga. Ganteng sih cuma menyebalkannya lebih banyak. "Aku tau kau cuma pura pura, cepat keluar sebelum aku masuk" teriak Arga lagi.

__ADS_1


Arga tak menghiraukan orang orang yang menatapnya. "Ku hitung sampai 5" masih tak ada jawaban.


persetan, apa pun yang terjadi nanti


"Satu, dua" belum juga Arga menyelesaikan hitungannya Shepa sudah keluar lebih dulu.


"Apa mau mu" ucap Shepa ketus


"Hei, jika kau banyak marah maka kau semakin terlihat cantik" ucap Arga


Shepa hendak pergi karena Arga masih saja tertawa, namun Arga menghentikan langkahnya "Aku tau kau tak menyukai kakak ipar mu kan?" tanya Arga


"Jelas aku tak menyukainya dia kan kakak ipar ku, mana mungkin aku menyukai suami kakakku sendiri" ucap Shepa.


"kau pandai sekali, namun aku tau arti tatapan tak suka mu pada suami kakakmu itu" ucap Arga, " Aku tau kau menyayangi kakak mu kan, dan aku juga tau kau punya rencana untuk memisahkan nya kan?" lanjut Arga.


Shepa membelalakan mata tak percaya, orang yang ada di depannya bisa membaca pikirannya. "Iya aku tak menyukai kak Leela menikah dengannya, karena aku tau alasan apa yang ada di balik pernikahan mereka"


jawab Shepa.


"apa kau tak melihat perubahan kakak ipar mu itu?" Arga lagi.


"tentu aku melihatnya, tapi mungkin saja itu hanya pura pura" Shepa Lagi "lalu apa mau mu?" lanjut Shepa.


"Berarti kau emang nggak pantas tuk di sukai olehnya" ucap Shepa datar.


"Hah?? aku butuh bantuan mu untuk menemukan jawaban itu"


"Lalu aku dapat untung apa?" tanya Shepa.


"Aku akan menyimpan rahasia mu, dan selama kau membantuku, kau akan mendapatkan fasilitas dari ku, gimana?"


Tawaran Arga lumayan menggiurkan, tapi bagaimana cara ia harus membantunya?


"baiklah, apa yang harus ku lakukan?" tanya Shepa


"Pura pura lah jadi pacarku!!"


"Apa kau sudah gila, gimana mungkin aku harus pura pura jadi pacar mu, apa nggak ada cara lain?"


"Nggak ada" jawab Arga lalu ia pergi begitu saja.

__ADS_1


Astagfirullah dosa apa aku? kenapa harus pura pura jadi pacar pria gila macam dia.


Shepa menarik nafasnya dalam sebelum memutuskan kembali ke acara makan malamnya.


"Shepa dari mana saja kau? kenapa lama sekali? Leela mengkhawatirkan adiknya.


"Dari kamar mandi kak" ucap Shepa sambil menarik salah satu kursinya.


Sesekali Arga melirik Shepa dan dilanjutkan dengan sebuah senyum tipis.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.Sekian dulu ya readers setiaku, jangan lupa vote, like and comment....


__ADS_2