Terpaksa Menikahi Duda Kaya

Terpaksa Menikahi Duda Kaya
episode lima puluh dua


__ADS_3

Leela selesai menjalankan kewajibannya sebagai muslim, ia melipat perangkat solatnya. Leela duduk menatap cermin, sementara Bimo masih di ruang keluarga karena orang tuanya ada disini.


Leela segera mengganti pakaiannya dengan baju tidur yang panjang. Berbeda dengan saat dulu ia menyatakan perang. Meskipun semalam ia dengan jelas mengatakan siap, tapi tetap saja ada rasa gugup yang muncul saat dia dan suaminya berdekatan. Rasa yang tidak bisa digambarkan oleh apa pun.


"Ah sebaiknya aku segera tidur agar dia tak mengingat ucapan ku kemarin"


Sikat gigi dan lainnya kebiasaan Leela sebelum tidur sudah ia lakukan. Ia berbarung dan menarik selimut hingga menutupi dadanya.


"Baiklah Selamat malam" ucap Bimo pada kedua orang tuanya.


"masa jam segini udah mau tidur Bim, kan biasanya malam" tanya nyonya Tresna.


"Aku lelah ma" balas Bimo


"mama ini kayak nggak tau aja" ucap tuan Wijaya.


"emangnya Bimo mengatakan apa, kenapa papa bisa tau tanpa mendengarnya" tanya Tresna.


"masa mama lupa dengan percakapan tadi pagi"


"oh ya ya mama ingat, ok ok kau boleh kamar, dan keluar bawa kabar bahagia buat kami haha" ucap Tresna sambil tertawa.


Bimo tak menjawab, ia hanya menggelengkan kepalanya pelan. Bimo membuka pintu pelan, yang pertama ia lihat adalah tempat tidur.


Ia mulai merangkak naik dan mendekati Leela dari belakang. "Kau pura pura tidur, agar kau bisa lepas dari ku?" Bimo bicara ditelinga Leela namun tak membuat Leela bangun.


Tak ada reaksi yang ditunjukan Leela akhirnya Bimo memilih cara lain untuk membangunkan istrinya. Namanya juga lelaki, apa lagi sudah pernah menikah. Ditariknya tubuh Leela hingga terlentang, Bimo tersenyum melihat Leela yang sedang tertidur pulas seperti bayi yang abis minum susu. Tak terbangun meski tubuhnya ditarik.


"Ah kemana saja aku selama ini, kenapa aku harus mengejar yang jauh sementara ada yang segar didepan mata" ucap Bimo pelan


Bimo menatap dalam wajah pulas istrinya, lalu ia mulai mendekati bibir ranum itu. Bimo menempelkannya disana.


Bermimpi ada beban yang terjatuh menimpanya, sontak Leela langsung membuka mata. Betapa terkejutnya dia, terpampang jelas wajah Bimo disana.


Belum sempat Leela berkata Bimo sudah menutup mulut istrinya dengan sebuah ciuman yang dalam. Karena kaget dengan serangan yang dibuat Bimo, Leela hampir kehabisan nafas karena sulit mengaturnya.

__ADS_1


"Apa seperti itu cara mu menikmatinya?" tanya Bimo setelah ia menghentikan aksinya.


"A-aku hanya"


"bernafas dan nikmati" perintah Bimo


"Ta-tapi aku ngantuk" ucap Leela ragu.


Bimo tak menjawabnya, ia malah menyerang Leela dengan bibirnya, tangan yang sudah tak terkendaalikan lagi kini mulai mnegerayangi tubuh Leela. Leela berusaha mengentikan tangan yang sudah mengerayanginya kesana kemari, tapi apa daya? ternyata ia tak mampu menghentikannnya.


Dan terjadilah sesuatu yang selama pernikahan ini berlangsung tak pernah terjadi.


Malam ini akhirnya mereka mencurahkan rasa cintanya dengan sebuah aksi.


Suara datak jam dinding yang menempel diatas pintu kamarnya, malam yang diselimuti hawa dingin dan bunyi hewan malam yang saling bersahutan satu sama lainnya menjadi saksi bisu cinta mereka. Meskipun tak ada kata cinta terucap dari mulut keduanya.


Entah jam berapa mereka tidur, karena ketika alarm yang biasanya membangunkan Leela untuk beribadah malam berbunyi pun tak ada satupun dari mereka yang terbangun.


Mereka masih sama sama terlelap dibawah hangatnya selimut, dengan keadaan saling memeluk satu sama lainnya. Sepertinya sebentar lagi keinginan Andra untuk punya adik sebagai teman mainnya akan terwujud.


Leela telah menjalankan kewajibannya sebagai istri, dan Bimo sudah melakukannya tugasnya memberi nafkah pada Leela selain nafkah lahir juga nafkah batinnya.


"Astagfirullah aku melewatkan ibadah malam ku" ucap Leela sambil menpuk jidatnya saat ia melirik jam dinding.


"Sebentar lagi subuh, aaahh aku harus segera membersihkan tubuhku" ucap Leela pelan sambil membuka selimut untuk beranjak.


Bimo menghentikan gerakan Leela dengan cara memeluk pinggang nya. "Mau kemana ini masih malam, tidurlah lagi" ucap Bimo tanpa membuka matanya.


"ini sudah subuh ayo bangun" ucap Leela sambil menepuk nepuk pipi sang suaminya.


Bukannya bangun ia malah semakin mengeratkan pelukan pada sang istri. "emmhh sebentar lagi" ucap Bimo hampir tak terdengar suaranya.


"heii setidaknya jika kau tak mau bangun biarkan aku bangun untuk membersihkan badanku sebelum adzan subuh berkumandang" ucap Leela sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan suaminya.


"hah adzan subuh?" ucap Bimo kaget dan segera membuka matanya dengan sempurna.

__ADS_1


Bimo melirik jam dinding ternyata benar ini sudah hampir mau subuh.


"kalau gitu ayo kita mandi bareng" sambil tersenyum.


"tidak, mandi sendiri sendiri" ucap Leela


"kenapa apa kau malu jika kita mandi bersama?" tanya Bimo. "Oh ayolah bahkan kita sudah melakukan hal lebih dari itu tadi malam" Bimo melanjutkan kembali kalimatnya sambil tersenyum.


Ah malu rasanya ketika Bimo mengatakan hal seperti itu, hingga membuat pipinya bersemu merah. Meskipun apa yang diucapkan Bimo barusan adalah suatu kebenaran.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.ok readers segini dulu ya, jangan lupa biasakan vote, like and comment ya.


maaf untuk season suami istrinya author skip, masalahnya authornya masih jomblo jadi kurang faham. Imajinasikan saja dengan apa yang kalian inginkan


😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2