
"Silahkan duduk" ucap ramah sang dokter
Leela dan Bimo sudah menepati tempat duduk yang disediakan. "Jadi gini dok, saya minta tolong periksa istri saya dengan benar" ucap Bimo memulai pembicaraan sebelum dokter bertanya.
"Tentu tuan" ucap dokter masih ramah.
"Dok saya menemukan banyak pembalut yang masih utuh dirumah, apa itu merupakan tanda tanda kehamilan?" tanya Bimo dengan antusiasnya.
Sang dokter tersenyum dengan tingkah Bimo, sementara Leela tersenyum kikuk. "Kapan Anda terakhir datang bulan nyonya?" tanya dokter.
"Saya lupa dok, tapi perasaan belum lama deh" ucap Leela meski ia juga ragu, sebab ia tak ingat kapan ia terakhir kedatangan tamu bulanannya.
"tapi saya juga tidak merasakan tanda tanda kehamilan dok" lanjut Leela.
"Tidak semua kehamilan diawali dengan morning sick nyonya, semua tergantung hormon individunya sendiri, kadang ada yang trimester pertama baik baik saja, tapi trimester kedua dan ketiga mengalami morning sick dan ngidam hal lainnya. Dan ada juga yang sebaliknya"
"Lalu apa istri saya bisa dikatakan hamil dok" ucap Bimo dengan ekspresi tak sabarnya.
"kalau gitu kita lihat melalui USG ya, mari" ucap dokter dan mempersilahkan Leela untuk berbaring di blangkar yang sudah disiapkan.
"Pi" ucap Leela yangasih merasakan harap harap cemas.
Bimo menganggukan kepalanya tanda setuju dibarengi senyum manisnya. "Semua akan baik baik saja tenanglah" ucap Bimo menenangkan.
Bimo memandang layar besar yang ada di hadapannya dengan sebuah senyum manis terlukis disana.
Ya bagaimana tidak disana Bimo melihat calon adiknya Andra yang masih berbentuk seperti biji kacang.
Dokter tersenyum dan mulai menjelaskan
"Selamat tuan Bimo anda akan menjadi ayah kedua kalinya" ucap dokter masih dengan nada ramahnya.
"Alhamdulillah" Bimo langsung berhambur memeluk Leela serta menghujani pipi istrinya dengan kecuapan bertubi tubi.
Leela pun tak kalah bahagia, sampai sampai ia menitikkan air mata bahagianya. Kata syukur tak henti Leela ucapakan dalam hatinya.
aku mencintaimu Leela sungguh akuencintaimu
Tentu saja kalimat itu belum Bimo ucapkan secara langsung. Gengsi Bimo terlalu kuat namun kini ia tak memungkiri jika benar dirinya jatuh cinta sama Leela.
Bimo melepas pelukannya dan menatap Leela dalam dan kembali memeluk Leela dan mencium puncak kepalanya.
Dokter yang melihat tingkah keduanya senyum sendiri sambil geleng kepala pelan.
"Tuan Bimo kayak remaja baru jatuh cinta aja"
Bimo seakan lupa tempat dimana mereka sekarang berada. Bahkan ia tak menghiraukan kehadiran dokter.
"Pi kita masih dirumah sakit" ucap Leela pelan saat Bimo memajukan bibirnya ke bibir Leela.
Ucapan Leela menyadarkan Bimo. Bimo menoleh pada dokter yang sedang tersenyum melihat dua anak manusia yang terlihat saling mencintai.
"maaf dok" ucap Bimo.
"Tidak apa apa tuan, saya juga paham dengan kebahagiaan yang tuan dan nyonya alami sekarang"
"Lalu apa yang saya harus lakukan dok, istri saya kan nggak ngidam, terus gimana saya mau direpotkan dok?"
__ADS_1
"pi?"
"Sabar dulu ya pak, nanti juga akan ada saatnya" ucap dokter lembut.
Setelah dokter menjelaskan semua apa saja yang boleh dan tidak dilakukan ibu hamil, Bimo menggandeng tangan Leela keluar dari rumah sakit tersebut.
Senyum kebahagiaan terpancar dari keduanya. Tak ayal seperti dua remaja yang sedang jatuh cinta.
Sementara yang dirumah tak sabar menunggu hasil. Tresna bolak balik mengecek kedatangan keduanya.
"nenek kayak setlikaan, hihi bolak balik" celetuk Andra.
"nggak tau tu ndra" wijaya ikut menimpali.
Shepa dan Arga pun masih disana ikut menunggu kabar bahagia.
"Diem deh papa, mama tuh nggak sabar nunggu hasilnya pa" ucap Tresna dengan nada sedikit manja.
"Nanti juga datang tante, duduk aja duli" ucap Arga yang ikut memperhatikan ibu dari sahabatnya.
"ck kamu tuh nggak tau rasanya gimana, makanya cepat lepas masa jomblo mu itu"
"Nanti tante kalau Shepa nya udah mau" ucap Arga menaikan satu alisnya.
Shepa melotot, "Kok jadi aku, bukannya pegawai kafe kau sendiri?"
Arga tak menjawab, ia hanya memberikan jawaban dengan sebuah senyuman.
Deru mobil terdengar memasuki halaman rumah mewah tersebut.
"Hati hati sayang" ucap Bimo sambil membukakan pintu mobil untuk Leela.
"apa an sih, orang aku nggak apa apa" ucap Leela.
"Ye siapa yang mengkhawatirkan kamu, aku cuma khawatir sama yang didalam situ" ucap Bimo sambil menunjuk perut rata Leela.
"Gimana Bim hasilnya" Tresna langsung bertanya tak sabar menunggu hasil saat Leela dan Bimo sudah ada di ruang tamu.
"Ayo Bim bicara" Tresna sedikit memaksa.
"Emmmhhh anu ma" ucapan Bimo menggantung sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Sementara yang lain diam membisu siap mendengarkan kabar bahagianya.
"Anu apaan Bim, lama banget kamu" Wijaya, sang papa pun kesal karena Bimo tak kunjung bicara.
"Anu pa, aku nggak punya jatah libur mulai sekarang. Leela hamil" ucap Bimo dan langsung mendapat sorakan dan tepuk tangan dari semua yang ada disana.
"Hole, jadi kakak" teriak Andra tak kalah hebohnya.
Andra mendekati maminya dan langsung memeluk serta mencium sang mami.
"makasih mami" ucap Andra
"Sama sama sayang" ucap Leela sambil mencubit pipi gembul Andra.
Bimo menoleh saat mendengar Andra mengucapkan terimakasih pada Leela. "Terimakasih nya ke papi dong, kan papi yang buat" ucap Bimo yang langsung membuat semuanya tertawa melihat tingkah Bimo.
"kalau papi yang buat kenapa adiknya ada di pelut mami?" tanya Andra.
__ADS_1
Bimo bingung menjawab pertanyaan Andra, nggak mungkinkan dia menjelaskan prosesnya.
"Makanya kak jangan asal berucap, tau sendiri anaknya pintar" ucap Shepa yang melihat tingkah kakak iparnya kebingungan.
"Tau ni papi Andra kebiasaan" ucap Leela membenarkan perkataan sang adik.
"Ya biasa namanya juga orang jatuh cinta" ucap Arga.
Cinta? jadi pertanyaan bagi keduanya. Sejauh ini masih belum ada pengakuan dari keduanya.
Satu persatu penghuni rumah mewah itu mengucapkan selamat pada Leela tak terkecuali dengan para pelayanan.
Mereka diizinkan mengucapkan selamat pada Leela, bahkan ada yang sampai memeluk dan mencium Leela. Namun peluk cium hanya diizinkan bagi pelayan perempuan, pelayan laki laki hanya diizinkan mengucapkan selamat dari jarak 1,5 m.
Bahkan pelayan laki laki tak mendapatkan izin mengucapkan selamat dengan mengangkat wajahnya menatap Leela. Bimo hanya mengizinkan pelayan laki laki mengucapakan selamat tanpa boleh memandang wajah cantik istrinya.
"Cukup" ucap Bimo pada salah satu pelayan laki laki, tak lupa Bimo pun membatasi waktu bicara mereka.
"kak Bimo norak" ucap Shepa.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.Segini cukup nggak? kalau nggak tambahin ya votenya biar tambah semangat authornya.
Jangan lanjut lanjut doang, sementara vote nya nggak ada.
Hehe maksa ya Authornya?
iya dikit 😊
__ADS_1