Terpaksa Menikahi Duda Kaya

Terpaksa Menikahi Duda Kaya
episode tujuh belas


__ADS_3

Tidak menunggu lama Pria itu keluar dan mempersilahkan Leela untuk masuk.


"Silahkan nyonya"


Leela mengatur nafasnya yang naik turun tak beraturan. Dengan ragu ragu dia melangkahkan kakinya. dia berusaha mengumpulkan keberanian dan menepis ketakutannya.


ibu bapak, doakan anakmu pulang tidak tinggal nama.Leela tak henti berdoa.


Pria yang tadi bersama Leela menatap kearah Leela. dia mengeri apa yang dirasakan oleh Leela. wajar itu kata yang mewakili tatapnnya pada Leela.


"Permisi" ucap Leela palan dan gemetar terlihat jelas ketakutannya.


Pria yang duduk di balik kursi itu, memutar balikan badannya.


semoga bukan tuan zeno. Lagi lagi kalimat itu yang terus ia sebut dalam hatinya sambil menutup matanya seperti orang ber doa.


Begitu pria itu sudah membalikan badan dengan sempurna. Sontak itu membuat Leela kaget dan membelalakan matanya. Ternyata itu benar bukan tuan zeno.


apa tuhan mengabulkan doa ku dengan merubah wajah tuan zeno menjadi wajah pria dingin itu. Batin Leela lagi.


berkali kali Leela menutup matanya dan berusaha menguasai diri. ketakutan Leela seketika hilang menjadi bingung.

__ADS_1


Bagaimana tidak bingung bahwa ternya yangg ada dihadapannya bukan Tuan zeno melainkan Tuan Bimo manusia dari kutub utara. yang lebih membingungkan karena Leela tidak tau tujuannya.


"anda mau terus berdiri" dia mengganti kalimat mempersilahkan duduk.


"ah iya iya" jawab Leela sambil menarik salah satu kursi.


"kamu tau kenapa saya menyuruh anda kesini" Tanya Bimo


Leela menggelangkan kepalanya pelan.


Bagaimana bisa orang tau sementara dia tidak bilang apa apa.


melihat diamnya Leela membuat bimo langsung mengeluarkan sebuah amplop coklat yang besar.


Leela melongo setelah membaca surat itu, dan disana tidak tertulis pernikahan nya berlangsung sampai kapan.


ini sama saja dengan keluar mulut singa, masuk kandang harimau.


"hanya menjadi ibunya Andra" Bimo menekan kalimatnya.


hanya jadi ibunya Andra, berarti saya tidak harus melayaninya, itu yang dipikirkan Leela.

__ADS_1


tanpa pikir panjang Leela mengiyakannya. ya setidaknya tidak jadi istri muda tuan zeno.


Bimo menyerahkan lagi sebuah amplop beser yang harus ditandatangani oleh Leela.


"aturan mainnya semua aturan saya" Bimo lagi.


"ma-maksud tuan?" Leela memberanikann diri dan bertanya.


"aturan yang tertulis di kertas tadi itu akan berubah jika saya menginginkan nya" Bimo menjawab dengan ekspresi yang sulit diartikan.


Leela segera menandatangani nya dan menyerahkannya kembali.


sudahlah Leela itung itung ini pekerjaan pernikahan kontrak. Leela menguatkan hatinya dengan sebuah asumsi yang dia pun sebenarnya enggan tuk membayakan nasibnya gimana.


akankah nasibnya berubah seperti di dongeng dari gadis kampungan yang menjadi sinderela atau bahkan sebaliknya.


"segera siapkan diri" ucap bimo sebelum dia meninggalkan Leela dengan kebingungan nya.


Bimo merapikan jasnya yang tidak kusut dan kembali pada pekerjaannya. Begitu pun dengan Leela yang kembali ke kafe dengan pikirannya.


Entah lah sekarang yang dipikirkan Leela antara harus senang karena utangnya pada Tuan zeno lunas dan tidak jadi istri mudanya. Atau harus apa? ah entah lah.

__ADS_1


Leela kembali bekerja seperti biasanya, menyapa pengunjung dengan ramah, dan bercengkrama dengan teman temannya disaat ada waktu senggang. Dia menunjukan pada teman temannya seolah tidak terjadi apa apa.


__ADS_2