
"Baiklah kita mulai rencana ini" Leela memegang dagu dengan tangan kanannya dan tangan kiri nya ia simpan di pinggang.
Leela punya rencana perang membalas Ariana. Ya walaupun ia tidak tau dia akan menang atau tidak jika mengingat Ariana adalah kekasih Bimo. Nothing immposible pikir Leela sambil mengangkat kedua telapak tangannya sambil menghadap cermin yang menjulang tinggi di kamarnya.
Jam yang menempel di dinding sudah menunjukan pukul 07:00 artinya sebentar lagi Bimo akan sampai di rumah.
Leela mengingat kejadian kemarin dimana dia mengganti baju depan Bimo tanpa ia mengetahuinya. Leela merasa malu sendiri mengingat dia bukan istri yang Bimo cintai. Jika saja ia benar benar menjadi seorang istri ,mungkin hal yang selayaknya pasangan suami istri lakukan bisa saja terjadi. Untung saja Bimo tidak main seruduk seruduk aja.
malam ini Leela mengenakan daster berwarna bunga bunga dengan panjang diatas lutut, sehingga sedikit memperlihatkan paha mulusnya. PERANG begitulah yang dipikirkan Leela.
Lampu kamar sudah dimatikan menunjukan penghuni nya sudah berjalan mengarungi mimpi. Bimo baru dirumah seperti biasa pak Diman lah yang paling setia menyambut tuannya. Leela sendiri tak pernah lagi mau menyambut semenjak Bimo mengatakan jangan ikut campur dengan urusanku.
Leela yang memang memiliki sisi i dont care jika orang itu menginginkan nya akhirnya ia setuju. Hah pernikahan macam apa ini?
"Selamat malam tuan" sapa pak Diman saat tuannya keluar dari mobil dan berjalan dengan dinginnya. Bimo melepaskan jas yang ia pakai lalu menyerahkannya pada pak Diman.
"Andra sudah tidur" itu yang sering diucapkannya saat baru tiba dirumahnya. Mau dari mana pun ia pergi hal yang pertama ia tanyakan pasti soal anaknya.
"Sudah Den Andra sudah tidur dengan Nyonya muda tuan" berjalan mengikuti Bimo.
"Nyonya dan tuan besar katanya tadi pergi untuk tiga hari, dan seperti biasa non Ariana datang kerumah" melanjutkan laporannya.
"lalu" Bimo meminta penjelasan selanjutnya.
"Non Ariana berusaha mengakrabkan diri dengan den Andra, tapi saya lihat dia menyerah begitu saja saat den Andra melakukan aktifitas nya" lanjut pak Diman.
rupanya dia benar benar menginginkan. Bimo menyeringai
__ADS_1
teruslah berusaha. lanjutnya lagi namun tak di dengar oleh pak Diman.
"Nyonya hanya memperhatikan dengan senyum tuan" lanjut pak Diman.
tersenyum?? apa dia mulai tidak waras. Bimo mengumpat dengan hati.
"baiklah terimakasih sudah bekerja keras. Istirahatlah kau perlu istirahat yang cukup" Bimo mempersilahkan Pak Diman pergi dan bicara layaknya manusia normal. Memang selama ini Bimo akan terlihat bicara normal jika berada dekat dengan orang orang yang sudah lama bekerja dengannya.
"huuh"
Bimo berjalan mulai menapaki satu per satu anak tangga.
Dia terlihat menarik nafas dalam sebelum membuka pintu.
ceklek
"huuuhhh" Bimo membuang nafasnya kasar. Dengan susah payah ia menelan ludahnya kasar. Leela terlihat menggoda sekali saat tidur apa lagi dengan keadaan malam ini yang sedikit menaikan dasternya.
Sehingga terlihat jelas paha mulusnya.
"Astaga" Gumam pelan Bimo. Ia menarik selimut untuk menutupinya.
"Kau benar benar liar jika tidur" pelan Bimo saat menutupi tubuh Leela hingga ke pinggang. Bimo diam menatap Leela yang terlihat tidur pulas, padahal ia hanya pira pura tidur.
kena kau. Leela bersorak ria dalam hatinya saat matanya mengintip Bimo yang sedang menatapnnya.....
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.mana atuh dukungan kaliannya. Vote, like and comment nya...
di tunggu😚
__ADS_1