Terpaksa Menikahi Duda Kaya

Terpaksa Menikahi Duda Kaya
episode enam puluh enam


__ADS_3

Seperti biasa sebelum Andra dan Bimo turun ke bawah maka Leela lebih dulu ada disana.


"Mbak tolong yang ini nanti kalau udah dirasa semuanya pas, tolong langsung siapkan di meja makan ya" ucap Leela pada salah satu pelayan yang sedang membantunya.


Sebenarnya dengan banyaknya pelayan yang dipekerjakan Bimo, Leela tak harus capek capek turun tangan ke dapur. Tapi bukan Leela namanya jika ia hanya berpangku tangan dan hanya bisa menyuruh. Kalau dalam istilah sunda namanya "Bentik curuk balas nunjuk, capetang balas miwarang"


Kalimat itu memang dirasa tak pantas jika di sematkan pada Leela. Karena selama ini meski Leela menikah dengan duda kaya yang segala kebutuhannya sudah terpenuhi, tanpa harus lagi banting tulang seperti sebelumnya. Leela tetap bersikap sederhana, dan hal tersebut membuat Bimo semakin jatuh cinta pada istrinya.


"Permisi nyonya, maaf didepan ada tamu" ucap salah satu pelayan wanita yang terpogoh pogoh menemui Leela.


"Tamu? siapa lagi? temannya tuan lagi?"


"perempuan cantik nyonya" balas pelayan.


"Perempuan cantik?" Leela memastikan ucapan pelayan takut apa yang ia dengar ternyata salah.


Ariana? apa jangan jangan betul dia. Apalagi lan papi Andra sempat menemuinya.


"Ya udah suruh masuk aja mbak" Leela malas memberikan komentar jika apa yang ia pikirkan benar adanya.


"nggak bisa nyonya, kan tetap harus mengikuti protokol tuan Bimo nyonya"


Leela mendesah kesal "Ya udah sana bangunkan tuan mu" ucap Leela dengan nada terdengar sedikit marah.


"Kan saya nggak bisa masuk kamar anda dan tuan nyonya. Saya tak memiliki keberanian sebesar itu" ucap pelayan.


"Astaga ada tamu saja harus drama dulu. Ribet sekali" Leela menggerutu kesal pada suaminya yang masih memberlakukan aturan tersebut.


Leela meninggalkan pelayan tadi dan beranjak menuju kamarnya. Dikamar Bimo masih enggan untuk keluar dari selimut. Terlihat dia masih betah bergumul dibawah hangatnya benda tersebut.


Brak Leela membuka pintu kasar, membuat yang didalam selimut membuka mata karena kaget.


"Kenapa" tanya Bimo dengan suara khas bangun tidur.


"dibawah ada tamu, perempuan cantik" jelas Leela.


Mendengar nada bicara istri yang sedikit berbeda membuat Bimo menyunggingkan senyumnya.


"Siapa?" tanya Bimo


"Lihat aja sendiri!!" ketus Leela.


Bimo bangun dari tempat tidurnya kemudian ia mencium Leela istrinya. "Cemburu ya?" goda Bimo.


Leela mengalihkan pandangannya "Hah cemburu? so tau" ucap Leela

__ADS_1


"Kapan kau akan mengakui kalau sebenarnya kau mencintaiku?"


Pipi Leela langsung bersemu merah dan jelas Bimo dapat melihatnya. "Tuh kan" Bimo menyentuh pipi merah Leela. "Ayolah akui saja" ucap Bimo tepat ditelinga Leela yang di akhiri dengan menggigit kecil ujung daun telinganya.


Menghadapi hal tersebut Leela langsung memukul pelan bahu Bimo yang tanpa busana. Pasti kalian tau kan apa yang terjadi tadi malam. "Diluar ada tamu" ucap Leela dengan mata yang sedikit melotot.


"Oh iya aku lupa" ucap Bimo ringan seringan bulu tanpa merasa bersalah. Bimo bersikap seolah barusan tidak terjadi apa apa. Berbeda dengan Leela yang masih berusaha menetralkan detak jantungnya yang berpacu sangat keras. Seolah Leela baru saja menyelesaikan lomba lari maraton. Nafasnya naik turun, dengan pipi yang terasa panas.


"nggak usah cemburu, belum tentu tamu cantik itu tamu ku" ucap Bimo setelah keluar dari kamar mandi dan diakhiri dengan sebuah kecupan manis di pipi sang istri.


***


Seorang gadis sedang mengomeli penjaga rumah yang belum mengijinkannya masuk.


"Pak mau sampai kapan bapak tidak mengijinkan saya masuk, saya adiknya kak Leela lho" ucap Shepa sambil berkacak pinggang.


"Maaf non saya belum dapat perintah untuk membuka" ucap penjaga rumah.


"Astaga" sepa bedecak kesal, "Apa kak Bimo yang membuat aturan ini? menyebalkan".


Shepa tak henti menggerutu sampai si tuan rumah datang dan berdiri didepan pintu.


"Siapa pak?" Bimo bertanya lebih dulu sebelum mengizinkannya masuk.


"Katanya adiknya nyonya tuan" ucap penjaga rumah sambil terpogoh menghampiri tuannya.


"Iya tuan"


"Bodoh kenapa tak kau suruh masuk"


"kan belum ada izin dari tuan"


astaga apa jadinya aku dimata keluarga Leela kalau kayak gini.


Pintu gerbang sudah dibuka oleh penjaga rumah. Menapakan wajah Shepa yang cemberut menahan kesal. Bayangkan sudah berapa lama dia berdiri menunggu disana, apalagi tadi sempat ada sesi perdebatan antara Bimo dan Leela.


Bimo menyunggingkan senyumnya kala melihat wajah adik iparnya. Kesal? sudah pasti.


Shepa langsung masuk kedalam rumah tanpa menyapa kakak iparnya.


"Lho kok ada tante itu?" celetuk Andra sambil menunjuk kearah Shepa.


Leela penasaran saatendengar ucapan Andra, ia langsung menghampirinya. "Shepa" Leela terkejut melihat adiknya sedang berdiri disana dengan wajah ditekuk.


"Kenapa ku nggak bilang dulu sama kakak kalau kau mau kesini" ucap Leela lagi.

__ADS_1


"Apa rumah orang kaya emang harus gitu ya, membiarkan tamunya menunggu sangat lama" ucap Shepa yang masih kesal.


"Haha tante nya jelek" celetuk Andra diikuti senyum tipis Leela.


"Tuhkan kata Andra juga jelek kalau kamu kayak gitu" ucap Leela.


"Habisnya aku kesel kak, nunggu lama didepan kayak orang ngemis" ucap Shepa sambil duduk di sofa ruang tamu.


"lagian kamu kan gak telepon kakak"


"Hah benar kata Arga, keluarga aneh" ucap Shepa.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.Haduuuuuhhhh kehabisan ide nih author saat melihat yang vote nya sedikit.


Segini dulu aja ya jangan lupa Vote yang banyak sebanyak banyaknya. Like dan comment nya juga

__ADS_1


kalian selalu minta lanjut tapi vote nya sedikit sekaliihhhjj huhu 😫😫😫😫😫


__ADS_2