Terpaksa Menikahi Duda Kaya

Terpaksa Menikahi Duda Kaya
episode tujuh puluh delapan


__ADS_3

Leela sedang menemani Andra bermain, ya saat Bimo tadi telpon dan Leela mematikannya. Memang Leela sedang sibuk menemani Andra yang minta di kejar dan menangkapannya.


Namanya juga anak kecil, begitu dikejar dia teriak ketakutan. "Nda istirahat dulu ya mami capek nih" ucap Leela sambil mengatur nafasnya yang ngos ngosan.


Andra cemberut, tak mau berhenti. "Nanti main lagi ya, kasihan adik bayi nya kalau mami harus mengejar Andra terus" ucap Leela sambil memelas.


Andra ikut duduk di sebelah Leela meski masih memasang wajah cemebrutnya. "Andra mau minum?" tanya Leela, Andra hanya menggelengkan kepalanya.


"Andra marah sama mami ya?" tanya Leela sambil mencolek hidung putra sambungnya.


"Nggak" jawab Andra.


"Masa? kok cemberut?"


"Andla kesel, sekalang mami jadi gampang capek sejak ada adik bayi di pelut mami" ucap Andra. "Padahal Andla kan masih mau main" keluh Andra.


"kok kesel sama adik bayi nya, kan Andra yang minta"


"iya, tapi kan nggak bisa main sama mami kayak dulu lagi" ucap Andra lagi.


Leela menghela nafas pelan, "Maafin mami ya, nanti kita lanjut lagi mainnya" ucap Leela berusaha mencairkan suasana.


Andra tak menjawab, ia masih memperlihatkan aksi kesalnya dengan cemberut serta pipi gembul yang kembang kempis. Tangannya di lipat dan diletakan di dada.


"Gini deh sebagai gantinya nanti malam Andra bisa tidur sama mami ya" bujuk Leela.


"Nggak mau, nanti papi malah sama Andla" ucap Andra meski sebelum dia mengucapkan itu ia sempat tersenyum ke arah sang mami.


"Kan ada mami"


"Benelan ya mi, boleh tidul sama mami" ucap Andra.


Leela membalas dengan senyum dan anggukan kepala. "Holle tidul sama mami" ucap Andra sambil memeluk sang mami.

__ADS_1


Terdengar deru mobil yang dikemudikan oleh Bimo memasuki halaman. Setelah melewati kemacetan yang membuatnya mengeluarkan kata kasar, serta cacian akhirnya ia sampai di rumah.


Bimo segera keluar dari mobil dan tergesa masuk ke dalam rumah. "Istri dan anak saya di mana pak" tanya Bimo pada pak Diman.


"Nyonya muda sedang bersama den Andra diruang keluarga tuan" pak Diman memberitahukan.


"Ah iya Terimakasih" ucap Bimo.


"Sekarang banyak yang berubah dari sikap tuan Bimo" ucap pak Diman dalam hati sambil tersenyum.


"Papi pulang" ucap Bimo sambil menghampiri istri dan anaknya.


Cup Bimo langsung mencium istri dan anaknya. "Kenapa Andra sayang?" tanya Bimo pada Leela.


"Mau main lari larian, tapi aku nya minta berhenti" ucap Leela apa adanya.


"Terus dia ngambek?" tanya Bimo lagi.


"Ya gitu deh" ucap Leela sambil tersenyum.


"Andla nggak malah kok" Andra langsung menyauti perkataan papinya.


"Nah ini baru anak papi" ucap Bimo sambil mencolek dagu sang anak.


"Bukan Andla anak mami kok" ucap Andra.


"Ya terserah lah, oh ya sayang tadi aku beli rujak lho buat kamu, biasanya kalau ibu hamil suka makan rujak ya nggak" ucap Bimo sambil menunjuk kantong berisi rujak yang tadi ia sempatkan untuk membeli.


"kata siapa? aku lagi nggak mau rujak kok"


"Lah terus maunya apa? oh maunya olah raga malam ya?" ucap Bimo sambil menaik turunkan alisnya.


"euuhh dasar itu mah papi aja yang mesum"

__ADS_1


"masa? tapi kok kayaknya kamu selalu menikmati dan menghayatinya lho" ucapan Bimo berhasil membuat pipi sang istri bersemu merah.


"iya kan? bahkan kamu paling sering mengeluarkan kata kata seksi" goda Bimo lagi.


Leela menggelengkan kepala tak ingin melanjutkan percakapan dengan sang suami yang akan membuatnya kalah telak.


"Aku mau martabak" ucap Leela.


"Kenapa nggak bilang dari tadi sayang, kan aku bisa mampir membeli nya terlebih dahulu"


"Oh jadi ceritanya nggak mau membelikan" ucap Leela sambil berlalu meninggalkan suami dan anaknya.


"Iya iya aku beliin, tapi jangan marah ya sayang" ucap Bimo sambil mengejar sang istri yang di rasa ia sedang marah terhadapnya.


Leela mengerenyit heran "Siapa yang marah? aku mau buatin papi minum kok" ucap Leela


Bimo tersenyum kikuk sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Hehe aku kira kamu marah sayang" ucap Bimo sambi nyengir menampakan giginya yang putih.


"Lebay" ucap Leela.


"Bukan lebay, yang. Tapi lagi jaga jaga, nanti aku belikan ya" ucap Bimo.


"Terserah, papi belikan ya syukur, nggak dibelikan ya nggak papa" ucap Leela acuh sambil membuatkan minuman untuk sang suami.


"ye, kok gitu. Ingat ya sayang aku bukan orang kere, kalau perlu aku beli sama penjulnya sekaligus" ucap Bimo sambil menyombongkan diri.


"Iya, saya tau jika tuan Bimo adalah horang kayah" ucap Leela disambut kekehan dari sang suami.


"Tapi, katanya boleh minta lebih nggak?" ucap Bimo yang dibalas gelengan kepala dari sang istri. "Yah kirain di tambah" ucap Bimo lagi.


"Nih minumnya pi, mau mandi dulu apa makan dulu?" tanya Leela.


Bimo diam sejenak terlihat sedang memikirkan sesuatu. "Yang gimana kalau olah raga dulu?"

__ADS_1


"Astagfirullah papi" ucap Leela sambil melototkan kedua bola matanya.


"hehe iya iya, tapi nanti malam dapat kan?" namun Leela tak menjawabnya. "Yah gak dijawab, kebiasaan deh suka ninggalin gitu aja"


__ADS_2