
Dering telpon tak henti henti dari hp Leela, panggilan berakhir tapi tak lama berdering lagi. Bimo melirik hp tersebut nama ibu mertuanya lah yang terpampang disana.
Bimo turun mencari keberadaan istrinya, mudah sekali untuk menemukan dia jika tak dikamar Andra berarti di dapur. Ternyata benar istrinya ada disana sedang menghangatkan susu untuk putranya.
"Disini kau rupanya"
Mendengar suara suaminya Leela menoleh sedikit "Apa kau mencariku" tanya Leela.
"Tidak, aku hanya mau memberikan hp ini" balas Bimo.
ya ampun tuan bilang aja iya, tak usah so soan cool. Ucap salah satu pelayan yang saat ini sama sama ada di dapur, namun itu hanya dalam hati. Tak ada yang berani berbicara lebih dihadapan Bimo, jika Bimo tak memintanya.
Leela menuangkan susu untuk putranya ke dalam gelas yang sudah disiapkan pelayan.
"Ada apa dengan hp ku?"
"Banyak tanya, bukannya bilang terimakasih" ucap Bimo sambil menyodorkan hp istrinya.
"Terimakasih" ucap Leela dengan nada yang sedikit memaksa.
"Berterima kasihlah dengan benar" ucap Bimo sambil menarik kursi yang ada didekatnya.
"Terimakasih papinya Andra" ucap Leela dengan memasang wajah dibuat semanis mungkin.
Mengucapakan terimakasih saja repot sekali, padahal pertama kali bertemu ia tak pernah mengucapkan terimakasih pada ku.
Leela mengangkat kedua bahunya. "Aku mau kau berterimakasih dengan cara yang lain!"
"apa?" tanya Leela bingung melihat Bimo mengetuk ngetik pipinya.
"apa kau sakit gigi"
Bimo berdecak kesal karena Leela tak mengerti dengan kode yang ia berikan.
"Lupakan saja" ucap Bimo sambil berlalu pergi.
"ada apa dengan tuanmu? masih pagi sudah ngomel ngomel" Tanya Leela pada pelayan perempuan yang sedang membantunya.
"Mungkin tuan ingin anda menciumnya nyonya!"
"Mencium? tapi kan dia tidak nyuruh aku untuk menciumnya"
Pelayan itu terkekeh melihat nyonya nya yang terlihat sedang berpikir. "Maaf nyonya jika saya terlalu lancang berucap, Apa nyonya tidak mengerti dengan kode yang diberikan tuan pada anda?"
"Haah apa kau pikir itu sebuah kode agar aku menciumnya? Bagaimana jika aku salah, kan aku yang malu sendiri"
__ADS_1
"Kalian sungguh manis nyonya" ucap pelayan itu.
Leela menatap pelayan itu dengan penuh rasa heran "Kau juga jadi ikut ikutan aneh" ucap Leela, namun pelayan itu malah mebalasnya dengan senyum.
"Apa aku juga akan jadi aneh seperti mereka?" ucap Leela sambil berlalu pergi meninggalkan dapur.
Leela mengambil hp yang tadi disodorkan olah Bimo. "Ibu? kenapa ibu menelponku sepagi ini?" untuk menjawab pertanyaannya ia segera melakukan panggilan balik.
Tuuuuttt tuuuuutttt tuuuttt ibu tak kunjung mengangkatnya. Tak lama kemudian terdengar suara di sebrang sana. "Halo, Leela maaf barusan ibu sedang mencuci sayur" ucap ibu di sebrang sana.
"Gak apa apa bu, aku tak menunggu lama. Tapi ada apa ibu menelponku sepagi ini?" tanya Leela langsung pada intinya karena penasaran.
"Tidak apa apa nak, ibu hanya mengkhawatirkan Shepa. Apa dia sudah menemui mu nak?"
"Tidak dia tidak menemui bahkan tak menelponku, memang nya ada apa dengan Shepa bu?" penuh rasa khawatir.
"Kemarin subuh Shepa pamit sama ibu dan bapak, ia berangkat ke jakarta. Tapi sampai hari ini ia tak mengabari apa pun ke ibu. Bahkan telpon ibu pun tak diangkatnya, ibu takut terjadi apa apa dengannya" Suara nada ibu terlihat berat.
"Ibu tak usah khawatir aku akan mencari taunya" berusaha tak ikut panik agar ibu tak semakin mencemaskan adiknya.
"baiklah kalau begitu, tapi tunggu dulu" ibu menahan untuk mematikan sambungan telponnya.
"ada apa bu?" tanya Leela heran.
"Nak apa ibu boleh bertanya sesuatu?" ibu tak kuat lagi menyimpan pertanyaan ini lebih lama lagi.
"Apa kau bahagia dengan pernikahan mu? Apa suami mu mencintaimu nak?
Bahagia? Mencintaiku? aku juga nggak tau jawabannya bu. Leela menjawab dalam hatinya.
"Haha tentu saja aku bahagia bu, dia begitu mencintaiku. Ibu tak usah mengkhawatirkan ku, aku sungguh bahagia kok bu haha" Tertawa getir, sebenarnya ia juga bingung dengan keadaanya saat ini. Namun inilah Leela yang lebih suka menyimpan kesedihannnya sendiri dan tak suka untuk orang lain mengetahuinya.
"Syukurlah kalau begitu, berati mereka salah bicara"
"Siapa bu? tetangga? memangnya apa yang mereka katakan?" Leela pun berusaha menebaknya.
"Mereka mengatakan bahwa kau dinikahi duda kaya, dan pria itu tak pernah mencintaimu" jawab ibu.
Jleeebbb sakit rasanya mendengar ucapan itu meskipun itu benar adanya.
itu adalah kebenaran nya bu.
Bulir mutiara itu mulai memenuhi pelupuk mata cantiknya Leela.
"Aku bahagia bu, ibu tak usah mengkhawatirkan ku, jaga kesehatan ibu dan yang lainnya ya bu, maaf aku belum mengunjungi kalian lagi. Ah nanti ku sambung lagi ya bu, aku harus mengurus putraku dulu" ucap Leela buru buru mengakhiri sambungan telponnya.
__ADS_1
Ia segera menyeka air mata yang hampir jatuh saat melihat Andra turun dengan papinya.
"Mamiii" panggil Andra.
"Ya sayang" mengusap kepala putranya pelan saat Andra sudah tiba di dekatnya.
"Aku mandi sendili lho mi, jadi aku bisa belmain nanti sama adik kalau adiknya sudah jadi" ucap Andra semangat dengan pipi gembulnya yang terlihat naik turun seiring dengan saat ia berucap.
"Adiknya masih disini sayang" ucap Bimo sambi memeluk Leela dari belakang dan mengusap perut istrinya. Leela terkejut dengan apa yang dilakukan Bimo.
kenapa dia melakukan ini.
"Benalkah pi?" tanya Andra lagi.
Bimo membalasnya dengn menganggukan kepala pelan dilanjutkan dengan ia mencium pipi Leela. "ia kan mi?" Tanya Bimo.
Melihat sang mami membalasnya dengan senyum membuat Andra teriak kegirangan.
Tak disangka jika Bimo akan semanis ini.
Mencintai? Bahagia?
Kata itu terlontar lagi dipikirannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
ok segini dulu ya, ku harap kalian suka 😂
jangan lupa tinggalkan jejak vote, like and comment.
__ADS_1
😘😘😘😘🤗🤗🤗🤗