Terpaksa Menikahi Duda Kaya

Terpaksa Menikahi Duda Kaya
Episode tujuh puluh enam


__ADS_3

"Woooww baru kali ini saya melihat seorang Arga sedang melamun" ucap Bimo mengejutkan Arga saat sudah tiba diruangan khusus milik Arga.


Arga menghela nafas dan membuangnya secara malas. "Ada apa? tumben mampir" ketus Arga.


Arga memang sedang malas bicara sejak kemarin. Maka ia lebih memilih diam dan hanya bicara seperlunya.


"Biasa aja kali Ga, kenapa itu wajah kayak gitu amat?" tanya Bimo yang memang suasana hatinya sedang senang meski terganggu sedikit tadi pagi.


"Gini Bim, kau bisa berkata begitu. Sebab kau sudah bisa menemukan kebahagian mu dengan Leela, tapi aku-" kalimatnya menggantung.


"kenapa? kau kenapa sebenarnya Ga?


"Aku-"


"Gak mungkin kan kalau aku bilang suka sama dua wanita terlebih itu Shepa adiknya"


"Nggak jadi" ketus Arga.


"haha kau tak pantas bersikap ketus ke gitu, kenapa? masalah bisnis? atau-"


"atau apa? nggak usah sok tau"


"Haha ini bukan Arga yang biasanya, pasti ada sesuatu" ucap Bimo. "Ayo lah Ga, biasanya kita saling bicara jika ada masalah dari salah satunya"


"Aku sedang jatuh cinta" jawab Arga dengan wajah malas yang malah mengundang tawa bagi Bimo.


"Hahahahahahaha jatuh cinta? Wanita mana yang membuat seorang Arga jadi layu seperti ini, hahahhahaha" Ucap Bimo.


"Berhenti tertawa" ucap Arga sambil melempar pensil ke arah Bimo.


"Santai bro, cinta seperti apa yang membuatmu terlihat bingung. Kau mencintai anak presiden lalu ditolak, mencintai putri seorang jendral dan kau harus melewati bapaknya, atau kau mencintai putri dari seorang mafia" ucap Bimo dengan nada terakhir yang sedikit sewot.

__ADS_1


"ini lebih serem dari pada itu"


"kau ini bicara tidak jelas sekali, katakan dengan jelas!" seru Bimo.


"Aku jatuh cinta pada dua orang" jawab Arga.


"What dua orang? yang benar saja Ga?"


"Nah itu dia yang membuatku bingung, pasalnya-"


"ngomong nggak ya? ngomong malu nggak ngomong mau gimana lagi? astaga cinta..."


"Revina dan Shepa" jawab Arga akhirnya mau tidak mau dia mengakuinya.


Bimo terbelalak matanya kala mendengar pengakuan sahabatnya. "Nggak salah? maksud mu Shepa?"


"iya Shepa adik ipar mu"


"iya aku juga merasa cinta membuat ku gila" keluh Arga.


"Bukan cinta yang membuat mu gila, tapi kau yang membuat cinta terlihat gila, apalagi kau mencintai dua orang sekaligus. Itu bukan cinta tapi serakah namanya"


"hehe" jawab Arga.


"Gak bisa gitu Ga, kau harus bisa memilih salah satu diantara mereka"


"Nah itu dia yang membuat aku bingung, mereka sama sama menarik, apa mungkin mereka mau ya di jadikan istri dua duanya" Ucap Arga sambil menatap langit langit menghayalkan Revina dan Shepa jadi istrinya.


"Bangun woy, jangan ketinggian bro. Nggak jadi dua duanya bisa gila kau" ucap Bimo sambil menepuk pundak sahabatnya.


"Ya terus harus gimana sekarang?" tanya Arga.

__ADS_1


"Ah apa mesti cari perempuan lain lagi untuk menguji perasaan mereka hehe" ucap Arga lagi, yang terlintas adalah ide gila berikutnya.


Disambut tawa Bimo "hahaha dua aja bingung apalagi tambah satu, udah kelar hidup mu ga" ucap Bimo sambil dibubuhi sedikit tawa.


"Ya gak ada cara lain lagi" ucap Arga.


"ide dari mana itu, bukan jadi solusi Ga. Tapi bakal jadi masalah baru buat kau" ucap Bimo.


"Bim, menurut mu aku lebih cocok dengan Revina atau dengan adik ipar mu Shepa?"


"Nggak tau, aku nggak kenal sama Revina, aku juga nggak terlalu tau gimana karakter Shepa. Terserah kau saja, yang jelas nggak mungkin kau ambil dua duanya"


"Nah kan kau juga nggak bisa kasih solusi yang logis. Jadi ya pilihan tepatnya mesti di ambil dua duanya, hehe"


"Terserah kau saja. Gila" ucap Bimo dengan penekanan diakhir kalimatnya.


"Hehe, ngomong ngomong ngapain kau kemari?" tanya Arga mengalihkan pembicaraan yang dirasa membuatnya bingung.


"Tadi aku habis menemui klien, saat dijalan aku ingat kau, jadi aku sempatkan mampir dulu" ucap Bimo dengan senyum.


"Emmmhhh mentang mentang lagi hidup bahagia tuh senyum sekarang nggak pernah hilang ya" ledek Arga.


"Oh tentu, aku nyesel gak seperti ini dari dulu. Ternyata nikmat punya istri model Leela ckck"


"uuhhh dulu aja so so an gak mau, sekali ngerasa enak ketagihan kan" ucap Arga.


"Bener bahkan sekarang sebenarnya aku tak ingin jauh jauh dari dia" ucap Bimo dengan menaikan satu alisnya.


"Eehhh dasar mantan duda" ucap Arga.


"hahahahaha" mereka tertawa bersama, menertawakan sikap Bimo dan kegilaan Arga yang menginginkan dua gadis sekaligus.

__ADS_1


__ADS_2