Terpaksa Menikahi Duda Kaya

Terpaksa Menikahi Duda Kaya
Episode enam puluh lima


__ADS_3

Leela sedang menemani Andra agar segera tidur. Sementara Bimo baru keluar dari kamar mandi.


Bimo menatap poto pernikahannya yang tepampang jelas di dinding kamarnya. Kamar yang didominasi dengan warna putih elegan serta dipenuhi barang barang mewah yang tak murah.


Bimo sedang mempertanyakan perasaan Leela terhadapnya. Meski sejauh ini hubungannya dengan sang istri terlihat hangat. Namun tetap saja Bimo masih merasakan was was dalam hatinya.


Takut jika suatu saat Leela akan pergi meninggalkannya dan Andra.


Bimo menyandarkan punggungnya pada sandaran tempat tidur.


Leela memasuki kamar dan melihat sang suami yang sedang duduk menyandar dengan mata terpejam.


Leela mendekati dan menatap wajah sang suami dengan begitu dalam. Dalam hatinya Leela bersyukur Bimo yang sekarang jauh terlihat seperti seorang manusia. Beda seperti dulu yang tak terlihat seperti manusia, bahkan dulu ia sempat menjuluki sang suami "Manusia dari kutub utara atau manusia Es balok"


"Pi" Leela mencoba menegur suaminya.


"emmhh" jawab Bimo tanpa membuka mata.


"Apa nggak pegel tidurnya kayak gitu? coba deh tidurnya yang benar!" ucap Leela.


Bimo membuka mata dan menatap sang istri tak kalah dalam. Mereka beradu pandang sangat lama.


Bimo begitu bersyukur sekali karena tuhan telah mempertemukannya dengan istri yang begitu sabar dan penuh kasih sayang, cantik, dan rajin. Banyak pujian yang dilontarkan Bimo meski dalam hati.


Bimo menepuk kasur di sebelahnya, mengisyaratkan agar Leela duduk disebelahnya.


Leela mengikuti perintah sang suami, jangankan sekarang dulu aja saat Bimo tak menganggapnya sebagai istri Leela masih saja nurut sama Bimo.


Bimo menidurkan kepalanya pada paha sang istri dilanjutkan dengan mengelus elus wajah cantik istrinya membuat Leela bertanya.


"Papi kenapa sih?" tanya Leela.


"Apa adiknya Andra sudah bersemayam disini?" ucap Bimo tanpa menjawab pertanyaan sang istri dan malah mengusap perut datarnya sang istri.


"Sejauh ini aku tak merasakan tanda apa pun" ucap Leela dengan nada sedikit bergetar.


Bimo memejamkan matanya kembali. "Tadi papi pulang telat ya" ucap Bimo.

__ADS_1


"Emangnya kenapa? apa ada maslah?" tanya Leela lembut.


Bimo menarik nafas dalam "Tadi papi menemui Ariana" ucap Bimo.


Deg


"Menemui Ariana?" Leela mengulang ucapan sang suami.


"iya" jawab Bimo lalu membuka kembali matanya menatap Leela.


Bimo sengaja mengatakan ini, ia ingin melihat reaksi sang istri.


Bimo ingin mengetahui perasaan Leela terhadapnya. Apa Leela akan seperti istri istri lainya yang langsung marah saat mengetahui suaminya menemui perempuan lain. Atau Leela akan langsung melabrak perempuan yang sudah ditemui suaminya atau bagaimana?.


Yang jelas Bimo ingin melihat salah satunya dari Leela.


Leela menghela nafas panjangnya sedikit berat. Tak dipungkiri sebenarnya ia sangat cemburu akan pengakuan sang suami. Tapi mau bagai mana lagi orang ini sudah terlanjur begitu pikir Leela.


"kau tidak marah" tanya Bimo dengan sedikit mengangkat kepalanya menatap lekat sang istri.


"Mungkin kau menemuinya karena sesuatu alasan, aku tidak akan marah dan dimakan cemburu buta" ucap Leela pelan meski sebenarnya dalam otaknya Leela memiliki banyak pertanyaan yang ingin ia ajukan pada san suami.


Tidak tidak mungkin saja mereka bertemu karena ada sesuatu, mungkin pekerjaan


Leela kembali menepis pertanyaan pertanyaan buruk yang menghantui pikirannya.


Melihat Leela yang tak menunjukan reaksi apapun membuat Bimo mempertanyakan kembali perasaan Leela terhadapnya.


"Kau sungguh tidak marah?" Bimo mengulang kembali pertanyaannya ingin memastikan.


"Tidak" jawab Leela acuh "memangnya kenapa aku harus marah, selama kau tidak berada di jalur yang salah" ucap Leela lagi.


"Astaga!!!" Bimo mengusap wajahnya frustasi dibarengi desahan kesal Bimo.


"memangnya kenapa?" Leela jadi bingung melihat tingkah suaminya.


"Nggak" jawab Bimo kesal, Ia setengah mati meyakinkan Ariana dengan pilihannya.

__ADS_1


Ia mati matian memancing amarah Leela dengan dasar ingin mengetahui jelas perasaan istrinya tapi ternyata yang ia dapat tak sesuai dengan apa yang dipikirkannya.


"Kok nada nya seperti kesal" ucap Leela


"akhir pekan kita mengunjungi ibu dan bapak mu ya" ucap Bimo mengalihkan pembicaraan.


"Haah" jawab Leela bengong.


Bimo melampiaskan kekesalannya pada sang istri dengan cara yang jika orang melihatnya nya akan terlihat mereka pasangan yang romantis.


Bimo menarik tengkuk Leela dan mulai memperdalam ciumannya. Tangan tangan nakal Bimo mulai mengerayangi tubuh Leela hingga tangan tersebut berhenti pada tempat kesuakannya.


Mulai menuntut, makin dalam dan semakin dalam hingga tanpa sadar pakaian mereka telah terhempas entah kemana. Dan terjadi lagi perdebatan yang berakhir manis dan panas.


ok catatan Author "Bayangkan ku sorangan!!!!"


Hawa malam yang dingin bagi para jomblo, namun tidak dengan dua insan yang sedang melepaskan cinta masing masing.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.Author bingung jika harus up eps bagian seperti ini 😪😪😪😪😪 vote, like comment!!!!!!!!!!!!!!!!!


__ADS_2