
Hari pertama ospek kampus pun dimulai. Calon mahasiswa baru pun pada unjuk semangat tak terkecuali Shepa.
Shepa yang memiliki tubuh dengan pinggang ramping, tinggi 148cm dengan kebiasaan rambut diikat ekor kuda kini menjadi pusat perhatian seniornya terutama laki laki.
Mereka tak segan menunjukan perhatiannya kadang ada juga yang mengagumi tanpa berani mengucapkan.
Shepa sedang berdiri dipinggir jalan hendak menyebrang namun tiba tiba saja mobil sport berwarna hitam mengkilat berhenti di depannya.
Shepa mengerenyitkan keningnya.
"Ayo masuk" ternyata si pemilik mobil itu fak lain Arga.
"kau mau membawaku kemana?" tanya Shepa
"kau banyak tanya, cepat masuk" jawab Arga
Tak ingin jadi tontonan orang dan jadi bahan gosip kampus Shepa segera membuka pintu mobil Arga.
Mobil melaju membelah jalanan ibukota. Sesekali Arga melirik Shepa yang duduk tepat disampingnya.
"kau tak ingin tau aku membawa mu kemana?"
"Tidak" jawab Shepa singkat
Hahay ternyata ada yang lebih keren dari itu
"hari ini aku mau membawa mu ke kafe ku"
"Bodo amat" jawab Shepa
Arga menarik satu sudut bibirnya sehingga membentuk senyum sinis disana.
"Kau harus menjalankan tugas mu sebagai kekasih pura pura ku mulai saat ini"
"heii memangnya aku menyetujuinya? jangan so ganteng terima saja jika memang dia tak menyukai mu" sedikit sih kata katanya tapi bikin hati menggetar.
Shepa diam lagi, memang pada dasarnya ia tidak suka berdebat namun terkesan cuek.
"Hei ingat aku tau niat busuk mu, gimana jika kakak mu tau tentang itu?"
"heuh itu bukan niat busuk, tapi niat baik ku untuk membebaskan kakak perempuan ku dari laki laki macam dia" Shepa tersenyum sinis saat melirik Arga.
"Tapi gimana jika ternyata kakak mu bahagia dengan Bimo?"
"Sukur sukur jika memang begitu" jawab Shepa lagi.
Luar biasa
***
Bimo sudah menyelesaikan pekerjaannya, ia hendak begegas pulang. Entah kenapa rasanya ingin sekali cepat sampai dirumah. Sepanjang perjalanan senyum dibibirnya tak pernah terlihat luntur.
__ADS_1
Belum juga sampai dirumah ia sudah menepikan mobilnya. Ia melirik tukang martabak yang pengunjungnya sangat ramai.
aku yakin dia akan tersenyum manis menyambutku jika dia tau aku membawa makanan kesukaannya.
Hemmm rupanya dia mulai benar benar terkena virus bucin. Padahal belum tentu bahwa istrinya akan seperti yang ia bayangkan.
Setelah menunggu antrian yang lama, akhirnya satu box martabak keju di padu dengan potongan kismis serta tambahan susu kental manis di atasnya, kini sudah ada di tangannya.
Ia tau itu makanan kesukaan Leela namun akankah Leela melakukan apa yang ia khayalakan?
Bermmm deru mobil terdengar memasuki halaman luas rumah mewah itu.
Leela tak menyambut kedatangan suaminya, karena memang biasanya seperti itu.
Bimo keluar dari mobil dengan membawa box berisi martabak. Wajah cool kembali ia pasang.
Seperti biasa pak Diman setia disana menyambutnya. "Selamat datang tuan"
Bimo mengangkat senyum nya. "Dimana Leela?" tanya Bimo
"Nyonya sedang diruang keluarga bersama den Andra" jawab pak Diman
"Halo Andra sayang" ucap Bimo saat sudah tiba diruang keluarga.
Leela hanya meliriknya sedikit lalu memfokuskan kembali matanya pada layar televisi.
"Halo papi, papi bawa adik ya?" tanya Andra saat melihat jinjingan yang ada ditangan sang papi.
Andra segera berlari menghampiri sang papi untuk mengetahui apa yang dibawanya.
"ih apa ini?" tanya Andra saat sudah meraih jinjingan tersebut.
"mami ayo buka mami!" teriak Andra penasaran
"ia ayo, hati hati jalannya" ucap Leela, ia segera meraih box tersebut dan membukanya. Sementara Bimo sedang menantikan ekspresi Leela saat membukanya.
Leela terkejut saat membukanya, namun ia tak ingin bertanya. Mungkin saja itu makanan yang sama yang disukai suaminya.
"uaaaawwwww pizza manis mami, pizza manis" teriak Andra saat melihat isi box tersebut
"ini namanya martabak bukan pizza sayang" ucap Leela.
"maktabak?"
"mar-ta-bak" ucap Leela dan diikuti Andra
"disatukan jadi?" tanya Leela
"maktabak" ucap Andra sambil nyengir
kok dia biasa biasa saja sih, padahalkan seharusnya dia tersenyum dan lari kearah ku, lalu memeluk ku dan berkata "terimakasih sayang"
__ADS_1
Bimo menyipitkan matanya, kemudian menghembuskan nafasnya perlahan.
Astaga dia benar benar tidak melakukan itu
Andra menikmati makanan tersebut dengan disuapi oleh sang mami. Leela sebenarnya hendak mengucapkan terimakasih, namun ia urungkan kembali mengingat tidak mungkin rasanya jika Bimo membelikan itu untuknya.
"kau tak ingin memakannya?" tanya Leela saat Bimo masih menatapnya.
"tidak, aku rasa aku masih kenyang" kilah Bimo, padahal sebelumnya dia belum makan apa pun sama sekali.
Melihat perubahan raut wajah Bimo membuat Leela kembali bertanya dalam hati.
Aneh tadi dia senyum sumringah, tapi sekarang seperti itu lagi
Leela kembali memakan martabak tersebut, ia tak ingin banyak berpikir dan menganggap jika Bimo membeli itu bukan untuknya, mungkin saja jika Bimo menyukai makanan yang sama dengan nya.
Bimo membanting pintu kar dengan keras. "Bodoh kenapa aku harus berpikir hal tersebut. Memangnya apa yang aku harapkan darinya?" ucap Bimo sambil menjatuhkan dirinya di sofa dekat tempat tidur.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
hallo maafkan author sudah membuat kalian menunggu lama, biasa namanya juga mau lebaran pasti sibuk bikin olahan makanan untuk lebaran. Kakaren keur ngke syawal, author mah bikin gegeplak, kalian tau?
Jangan lupa vote, like and comment
luph yu😘😘😘😘
__ADS_1