Terpaksa Menikahi Duda Kaya

Terpaksa Menikahi Duda Kaya
episode delapan puluh


__ADS_3

Bimo dan Leela menjalani hari demi harinya dengan penuh rasa syukur sehingga tak terasa bahwa usia kandungan Leela sudah memasuki usia 28 week.


Hari ini di rumah mewah milik Bimo akan diadakan acara selametan. Kalau di sunda biasa dinamakan acara nujuh bulan.


Kedua orang tua Leela serta adik adiknya sudah di jemput oleh orang suruhan Bimo. Bimo sengaja melakukan itu, salah satunya agar mertuanya tak berpikir bahwa Bimo menantu yang tidak tau terimakasih.


Selain itu alasan lain adalah untuk meminimalisir hal hal yang tidak diinginkan. Bisa saja ada orang yang berniat buruk terhadap salah satu anggota keluarga mereka.


Segala persiapan sedang dilakukan dari mulai dekorasi, cathring, dan lain sebagainya.


Si kecil Andra pun tak kalah heboh ikut memperasiapkan.


"mami mami yang ini juga kan?" tanya Andra


"iya sayang"


"mami adik bayi nya mau kelual sekalang ya?" tanya nya lagi.


"Belum sayang, ini untuk mendoakan adik bayi biar dia sehat di perut mami nya"


"kalau dia sehat di pelut mami, nanti dia betah dong nggak mau kelual kelual" ucap Andra sambil merengut.


Semua orang yang ada disana dibuat tertawa melihat tingkah lucu Andra. "Bu Andra buat saya saja" ucap salah satu yang sedang membantu persiapan.


"Duhhhh lucunya, jadi mau punya anak juga" ada yang berkata demikian.


"Bu dijual nggak? kalau ia saya yang beli" ucap yang lainnya.


"iya pak saya yang jual" celetuk Bimo menimpali.


"papi apaan sih, ikut ikutan aja gak lucu" ucap Leela sambil melotot.


"tuh kan mi, papi jahat" ucap Andra sambil memanyunkan bibirnya. "Nanti malam papi nggak boleh tidul sama mami, bial aku aja yang tidul di kamal mami" ucap Andra lagi.

__ADS_1


"Nah ini nih yang membuat papi ingin menjualnya, kamu suka ganggu aktifitas papi" ucap Bimo tanpa sadar.


"Biiiiiiimmmm" ucap Wijaya sambil menggelengkan kepala. Wijaya hafal betul jika sudah seperti itu mulut Bimo akan terbuka dengan sendirinya. Kata kata vulgar yang tak pantas diucapkan pasti lolos begitu saja tanpa sensor.


"hehe papa" ucap Bimo sambil nyengir.


"Kebiasaan" ucap Leela sambil melotot "Andra mainnya sebelah sana ya sayang nggak usah dengerin papi ya"


"iya mami" ucap Andra menuruti perkataan Leela lalu pergi ke arah yang ditunjuk oleh sang mami.


"kan ini mulut nggak ada rem nya sayang" ucap Bimo sambil mendekati sang istri.


"harusnya papi bisa lihat situasi kan" ucap Leela dengan suara sedikit ditahan.


"ya maaf" ucap Bimo kemudian cup, satu kecupan mendarat di pipi kanan Leela. Leela semakin melotot dengan tingkah Bimo, yang di pelototin malah pergi melengos begitu saja. Pergi dengan riangnya seolah tak punya dosa.


Leela mendengus lalu sang ibu menghampirinya. "La, Shepa kok belum kelihatan ya?" tanya ibu dari Leela.


"mungkin masih di perjalanan bu" ucap Leela sambil tersenyum.


"Semoga ibu bisa menyaksikan kelahiran cucu pertama ibu" ucapnya lagi.


Leela menatap wajah sang ibu "Ibu kok bicara nya seperti itu bu?"


"Kita kan nggak tau nak jodo, pati, bagja, cilaka datangnya kapan"


"tapi bu, ibu bicara seolah..." kalimatnya terhenti "Kita berdoa semoga ibu dan bapak tetap sehat dan bisa mendampingi Leela saat melahirkan nanti"


"In Sya Allah nak" ucap ibu lagi.


"Bapak dimana bu?" tanya Leela.


"Diatas sedang istirahat, maklum bapak udah tak sekuat dulu" ucap ibu.

__ADS_1


"maafkan Leela ya bu Leela belum sempat berbakti pada ibu dan bapak"


"tidak apa apa nak, yang terpenting adalah kamu sudah menemukan kehidupan kamu, dan kamu bahagia ibu sama bapak juga akan ikut bahagia" ucap ibu tulus.


Leela dan ibunya larut dalam obrolan mereka. "Ibuuu" teriak Shepa yang baru datang. Leela dan ibu menoleh ke sumber suara dilihatnya Shepa sedang berjalan sambil tersenyum ke arah mereka.


"Tuh anak sudah kebiasaan teriak teriak di sawah ya gitu nggak bisa membedakan mana sawah mana rumah" ucap ibu.


"ibu" ucap Leela lembut.


Shepa mencium punggung tangan sang ibu kalu memeluknya. "Bu, tau nggak Shepa tuh kangen banget sama ibu"


"halah bohong, kamu sama sekali tak pernah menghubungi ibu kan"


"betul bu, yang Shepa rindukan bukan ibu tapi Arga, iya kan She?" ucap Bimo yang ikut bergabung kembali disana. "iya kan She?" ucap Bimo lagi sambil menyenggol bahu adik iparnya.


"Kak Bimo" Shepa melotot.


"Siapa Arga?" tanya ibu.


"Bukan siapa siapa kok bu, dulu hanya temen" ucap Shepa.


"Dulu temen sekarang demen" ucap Leela yang ikut menggoda.


"Apaan sih, nggak asik deh. Bapak dimana bu?"


"Diatas lagi istrahat"


"Oh, aku ke atas ya bu, menemui bapak" ucap Shepa sambil nyengir.


"uuhh menghindari pertanyaan" ucap Leela dan Bimo kompak.


Shepa tak menjawab ia malah memeletkan lidahnya dan berlalu meninggalkan ibu, Leela, dan Bimo disana.

__ADS_1


Sementara Andra masih asik bermain dengan yang lainnya. "Semoga kalian tetap bahagia seperti ini nak" doa tulus yang diucapkan sang ibu untuk anak anaknya.


__ADS_2