Terpaksa Menikahi Duda Kaya

Terpaksa Menikahi Duda Kaya
episode lima puluh


__ADS_3

tok tok tok


Pintu apartemen Wiji diketuk "Astaga ini masih pagi, kayak orang penting saja aku sudah mendapat tamu. Wiji adalah anak desa sepert Leela namun ia beruntung karena hasil kerja keras serta dukungan materi dari kedua orang tuanya ia berhasil membangun sebuah bisnis yang mulai berkembang memiliki anak cabang.


Seiring bertambahnya usia wiji tumbuh menjadi seorang pria yang berwajah tampan, memiliki sikap yang hangat terhadap siapa pun. Maka tak heran jika ia memiliki banyak kawan dan mudah mengajak kerja sama setiap kliennya.


Dor dor dor suara ketukan pintu berubah jadi sebuah gedoran. "Shit siapa sih menganggu waktu ku saja" ia melangkah kearah pintu dan membukakannya. Saat pintu sudah terbuka tampaklah sosok Ariana dengan keadaanya yang tak karuan. Bahkan aroma alkohol tercium dari setiap hembusan nafasnya.


"Astaga Ariana kau mabuk?" tanya Wiji.


Yang ditanya tak menjawab ia masuk tanpa permisi menuju sofa dan manjetuhkan tubuhnya disana. "Bimooooooo, aku mencintai mu Bimo, ayok kita menikah, uhuk uhuk" ia meracu terus tapa kejelasan.


Wiji menggelengkan kepalanya melihat tingkah Arian. "Bagaimana ia akan memilihmu jadi istrinya jika kau terus berkelakuan seperti ini?"


"aku mencintaimu Bimoooo, uhuk uhuk"


Sebenarnya Wiji paling malas ada perempuan masuk ke apartemen nya, tapi kali apa yang akan ia buat? Masa harus menggendong Ariana yang sedang dalam keadaan mabuk.


heemmm seperti apa sih istrinya Bimo? Hingga ia rela meninggalkan kekasih yang sudah jadi pacarnya selama kurang lebih tiga tahun. Penasaran


Tanpa ia ketahui jika ternyata istri Bimo adalah Leela. Pertemuannya beberapa hari ke belakang dengan Leela membuat ia memikirkan apa Leela masih mengaguminya seperti dulu.


"Kau sekarang sudah berbeda" ucap Wiji sambil tersenyum membayangkan senyum merekahnya Leela kemarin lusa.


Sepertinya aku harus mencari tahu dimana kau tinggal.


Wiji mengambil tas kerjanya dan berangkat meninggalkan Ariana yang sedang dalam keadaan mabuk. Ia tak merasa khawatir akan Ariana karena ia sudah mengenalnya sejak mereka sama sama kuliah satu kampus.


***


Siang itu Arga sedang mengendari mobilnya sendiri ditamani musik yang mangalaun. Hari ini ia merasa senang karena tadi ia sempat mengerjai Revina. Ia senang mengerjai Revina entah ia akan benar benar benar menambatkan hatinya pada gadis itu atau tidak? Semuanya masih terlihat semu.

__ADS_1


Ditengah teriknya udara ibu kota seorang gadis sedang berdiri dipinggir jalan menunggu angkutan lewat.


Arga sempat melewati gadis itu namun karena dirasa wajahnya tak asing ia memundurkan kembali kendaraannya.


"Maaf sepertinya anda sedang memerlukan bantuan nona?" ucap Arga setelah sebelumnya ia membuka kaca mobil terlebih sebelah kiri terlebih dahulu.


SKSD


"maaf saya tidak sedang butuh bantuan, saya sedang menunggu angkutan lewat" ucap perempuan itu.


Arga keluar dari dalam mobil dan menghampiri gadis itu. "Ayolah nona, aku akan mengantarmu sampai tempat tujuanmu"


Arga berucap sambil menarik tangan gadis itu untuk masuk. Siapa gadis ini? kenapa wajahnya begitu tak asing. Ucap Arga dalam hati.


Merasa adanya bahaya dengan sikap yang ditunjukan Arga, gadis itu dengan cepat melepaskan tangannya dan Plaaak menampar Arga sekuat tenaga yang ia punya sehingga bekas tamparannya nampak jelas dipipi Arga.


Gadis itu segera berlari mencari keramaian agar ia selamat dari Arga.


"Aku ganteng kok, tapi kenapa dia malah menaparku?"


Arga kembali melajukan mobilnya ke arah tujuannya. Toh percuma rasanya ia berbaik hati menawarkan tumpangan malah disangka penjahat.


Sementara gadis itu terus berjalan menyusuri jalan dengan terus mengomel. Mulutnya tah henti menucapakan sumpah serapah untuk pria tadi. "Dasar laki laki sok ganteng, menganggap setiap wanita bisa jadi mainannya. Ku doakan kau tak kan mendapatkan wanita yang tulus mencintai mu, dan kau akan tersedak oleh setiap minuman yang kau minuuuuuuuuum" berteriak di akhir kalimat kutukannya.


Ini bukan pertama kali bagi nya menginjakakan kaki di tanah ibukota. Sebelelumnya ia pun pernah beberapa kali ke ibukota namun tanpa diketahui sang kakak.


Ya, gadis itu adalah Shepa adik pertama Leela, hari ini ia datang ke jakarta untuk urusan kuliahnya. Selain untuk itu ia juga punya misi membebaskan sang kakak dari pernikahan kontraknya bersama Bimo.


"Bang bang ke kampus xxx ya" sesaat setelah mobil angkutan berhenti di depannya.


***

__ADS_1


"Ini lagi pak berkas yang perlu anda pelajari" ucap Edvan si sekertaris ganteng.


"Apa setelah ini saya masih ada jadwal pertemuan?" tanya Bimo sambil menerima berkas yang disodorkan oleh Edvan.


"Tidak ada, hanya saja anda perlu mempersiapkan untuk pertemuan dengan klian kita dari jerman tiga hari kedepan" ucap Edvan.


Mendengar hari ini tak ada jadwal pertemuan lagi Bimo tersenyum lebar, sampai sampai Edvan sendiri merasa bingung dan heran.


"Kenapa?" tanya Bimo saat melihat rasa heran yang terpancar dari wajah sang sekertaris.


"Tidak pak" jawab Edvan singkat.


"kau punya pacar?" tanya Bimo lagi bahkan kali ini pertanyaannya bukan lagi soal pekerjaan melainkan masalah pribadi.


"tidak pak" Edvan hanya membalas dengan singkat meski ada rasa penasaran akan sikap Bimo namun ia tak berani bertanya lebih.


Bimo tersenyum membayangkan kedekatannya dengan Leela. Namun Edvan yang melihat bos nya tersenyum setelah mendengar jawaban darinya jadi bergidik ngeri sendiri.


apa pak Bimo mulai tidak normal ya.


Ah ku mohon jangan sampai aku menjadi sasarannya. Kurang apa istrinya?


Pemikiran Edvan bermain mencari jawaban atas senyum yang muncul di bibir Bimo.


"Eemmmhh setelah pekerjaan ku selesai kau juga boleh pulang" ucap Bimo.


Hah Edvan berucap tanpa suara sambil membelalakan matanya. Tuh kan kayaknya aku yang akan jadi korbannya.


Edvan menatap Bimo lekat.


Bimo menandatangani berkas yang sudah dipelajarinya. Memastikan terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahan yang akan merugikan perusahaan, setelahnya dia serahkan kembali berkas itu pada Edvan dengan senyum ramah.

__ADS_1


"Baiklah kau boleh pulang dan sampai jumpa kembali besok" ucap Bimo setalah memakai jas kerjanya kembali dan menepuk pundak Edvan pelan.


__ADS_2