Terpaksa Menikahi Duda Kaya

Terpaksa Menikahi Duda Kaya
episode lima puluh sembilan


__ADS_3

Leela sedang duduk menunggu Andra keluar kelas tanpa keluar mobil. Rencananya hari ini dia mau berbelanja buat oleh oleh untuk adik adiknya di kampung.


Memang sih belum dapat izin dari yang mulia tuan Bimo. Tapi setidaknya ia jaga jaga, jika nanti Bimo mengizinkannya maka ia tak perlu lagi repot berbelanja.


Rasa rindu pada keluarganya harus ia tahan, bahkan ia belum pulang sama sekali pada saat dirinya belum menikah. Leela bertemu keluarganya pada saat pernikahan dirinya dengan Bimo.


"mamii" suara Andra mampu membuyarkan lamunan Leela.


Leela menoleh dan turun dari mobil hendak menyambut putra sambungnya tersebut.


"Hallo yang mulia raja" canda Leela saat Andra sudah didekatnya. Peluk dan cium hangat selalu dia berikan.


Leela membantu Andra menaiki mobilnya. Pak satpam yang biasa bercanda dengan siapapun tersenyum dan menganggukan kepala saat mobil yang menjemput Andra melaju meninggalkan gerbang sekolah.


Andra bersenandung riang dan banyak menceritakan setiap kejadian disekolah setiap harinya.


"kok lama sih pak supil nyampe nya" keluh Andra saat merasa bosan setelah bercerita banyak.


"bentar lagi den" balas pak supir


"aaahhh lama" cemberut.


Mobil sudah memasuki kawasan parkir sebuah mall. Ketika melihat mall dan mobil memasuki tempat parkir Andra berteriak.


"Hollee jalan jalan ya mi?" tanya Andra.


Leela membalas dengan senyuman dan anggukan kepala. Leela dan Andra memasuki tempat berbelanja pakaian serta pernak pernik lainnya.


Setelah selesai membayar semua belanjaannya. Ia segera keluar, namun sesuatu mengejutkannya. Leela berpapasan dengan Ariana yang kebetulan saat itu sedang pergi dengan Wiji.


"Hei ternyata kau disini ya" Lantang Ariana berbicara.


"Leela?" sapa Wiji


"Lihatlah kau pasti sedang menikmati uang yang kau dapat dari kekasihku, kau sungguh sungguh matre ternyata"

__ADS_1


"jaga bicara mu Ariana" ucap Wiji pada Ariana.


"Hei kau membelanya" ucap Ariana menunjuk wajah Leela. "Dia adalah orang yang sudah merebut Bimo dari ku, wanita murahan" Teriak Ariana lantang.


Mendengar ucapana Ariana begitu mengiris hati Leela, ia tak menyangka bahwa Ariana akan mengucapkan hal tersebut. Air mata kini tak mampu lagi ia bendung saat Ariana terus mengucapkan kata kata menyakitkan bagi dirinya.


"Cukup Ariana, kau wanita berpendidikan tak jangan mempermalukan diri sendiri" ucap Wiji, karena Ariana terus saja melontarkan kata kata pedas kepada Leela.


Wiji baru mengetahui bahwa ternyata orang yang Ariana maksud tak lain adalah Leela. Orang yang mengagumi dan dikagumi oleh dirinya.


Percuma saja rasanya Leela menjawab dan menjelaskan. Terlebih pernikahan antara ia dan Bimo diawali bukan dasar saling menyukai melainkan sebuah perjanjian menguntungkan bagi keduanya.


Tak mungkin rasanya jika ia harus menceritakan hal yang sebenarnya pada mereka. Semakin banyak orang yang tertarik dengan hal tersebut sehingga tak sedikit orang-orang menghampiri mereka.


"Leela cepat pergi, jangan membuat mu semakin terlihat buruk" ucap Wiji.


Sejenak pandangan mereka bertemu, sebelum akhirnya Leela meninggalkan tempat tersebut.


"aku tak percaya jika Leela memang seperti itu. aku tau dia" ucap Wiji dalam hati. Ia memandang Leela yang berjalan menjauh darinya hingga perempuan itu tak terlihat lagi dari jangkauannya.


Melihat maminya berjalan mendekati mobil Andra berteriak. "Holle akhilnya pulang" teriak bocah kecil itu.


Pak sopir memperhatikan wajah sendu Leela, meski tak terlihat lagi air mata disana. Namun ia paham jika sang majikannya baru saja mengeluarkan air mata.


Setelah Leela memasuki mobil dan duduk dengan sempurna, tanpa banyak tanya sopir itu melajukan mobilnya ke arah jalan pulang.


Leela diam namun sesekali air matanya keluar tanpa izin. Masih terdengar jelas setiap ucapan Ariana tadi. Dan hal itu berhasil membuat dirinya goyah.


Sopir masih memperhatikan majikannya dari kaca spion tengah, namun ia tetap tak ingin melampaui batas dari pekerjaannya dengan mempertanyakan apa yang terjadi.


Andra sendiri jadi diam ikut memperhatikan sang mami yang berbeda dari biasanya. Padahal tadi maminya terlihat ceria dengan senyum mereka sempurna dibibirnya.


Namun setelah belanja bukannya ceria, ini malah sebaliknya. Seketika Leela melirik Andra yang duduk disebelahnya.


"mami" ucap Andra seperti bertanya kenapa mami nangis.

__ADS_1


"mami nggak apa apa kok" ucap Leela terdengar jelas nada bicaranya sungguh berat.


apa aku tega jika aku mengambil keputusan yang selama ini aku pikirkan? bagaimana dengan Andra nanti?


Leela memilih mendekap tubuh gembul bocah itu. Namun pikirannya terus saja bekerja untuk mencari sebuah keputusan yang tepat yang tak membuat salah satu pihak merasa tersakiti.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Segini dulu ya, jangan lupa Vote, Like and Comment.

__ADS_1


masih puasa teu? 🤔🤔🤔🤔


__ADS_2