Terpaksa Menikahi Duda Kaya

Terpaksa Menikahi Duda Kaya
episode tiga puluh dua


__ADS_3

Sekolah Andra


Leela merapikan seragam Andra yang sedikit kusut.


"jangan kemana mana sebelum mami jemput ya" ucap Leela setelah merapikan dan memberi kecupan pada kening putranya.


"ya mami" balas Andra dan segera berlari masuk menuju teman temannya.


Bimo sudah berangkat ke kantor, namun tidak dengan Ariana. Perempuan itu masih dirumah Bimo.


Leela yang memang sedikit tidak enak badan ia memilih untuk kembali pulang dan akan menjemput Andra kembali nanti siang.


Saat mobil yang ditumpanginya memasukinpintu gerbang, ternyata dibelakang juga ada mobil mertuanya yang akan baru masuk.


"mama, papa" sapa Leela sesaat setelah dia turun dari mobil dengan sempurna.


"Oohhh menantu mama yang cantik tapi masih cantik mama" celetuk Tresna saat sudah menghampiri menantunya. Disambut dengan Leela yang langsung mencium punggung tangan kedua mertuanya.


"Apa kau sakit Leela?" tanya wijaya saat memperhatikan wajah menantunya sambil berjalan masuk.


Ariana masih duduk diruang tamu saat Tresna dan Wijaya masuk. ia sempat kaget namun ia berusaha menguasai diri dan segera mencari perhatian keduanya.


"Tante, Om" ia berusaha tersenyum sambil menyapa.


Wijaya hanya membalas dengan tersenyum, namun tidak dengan Tresna. Ia malah menunjukan rasa tidak sukanya dengan cara mengacuhkan.

__ADS_1


"Leela tidak apa apa pah" Menjawab pertanyaan ayah mertuanya.


"kalau kau tidak sakit kenapa wajahmu pucat" Wijaya bertanya lagi sambil duduk.


"Oohhh mama tau, kau tidak sakit? berarti kau sedang hamil sayang" celetuk Tresna menimpali percakapan menantu dan mertua tersebut. Hal itu pun sengaja ia ucapkan untuk membuat Ariana merasa jengkel dan diacuhkan. Tresna mengelus Leela dan sesekali melirik Ariana.


"Belum mah" Leela menyangkalnya. ia berpikir bagaimana ia akan hamil sementara di sentuh aja belum.


"Haha mama yakin akan kualitas Bimo dia memang memiliki bibit premium" lanjut tresna sambil tertawa.


apa apaan ini. mereka mengacuhkan ku. tunggu saja hingga waktunya tiba Leela. kau akan di tendang dari sini secepatnya. Batin Ariana.


merasa bosan terus di acuhkan, Ariana memilih pergi.


"Saya pulang dulu om, tante" pamit Ariana.


"heeeemmm" sambil memutar bola mata menandakan ketidak sukaannya.


ada waktunya. tunggu saja. Batin Ariana sambil berlalu pergi.


Niatnya buruknya gagal lagi, gagal lagi. Namun wanita itu tak pernah mau menyerah walaupun Bimo tidak lagi seresfek dulu. Karena memiliki wajah yang cantik, pinggang yang ramping, kaki yang jenjang wanita itu masih memiliki percaya diri yang cukup tinggi. Berkali kali ia gagal mempengaruhi Leela. Namun semangatnya tak pernah surut, Karena Bimo sendiri masih membiarkannya.


Kalau seandainya Bimo yang menolaknya mungkin ia tak akan seberani itu.


Jam sudah menunjukan waktunya Andra untuk pulang. Ariana setelah pulang dari rumah Bimo melajukan mobilnya bukan ke apartemen nya melainkan menuju sekolah Andra.

__ADS_1


Leela yang baru selesai menyiapkan makan siang untuk Andra pun segera menyelesaikannya. Dan bersiap untuk menjemput


Andra baru keluar kelas bersama teman temannya. "Andla mami mu belum jemput ya" tanya salah satu temannya.


"iya" jawab Andra gusar.


"Aku pulang dulu ya, aku mau main sama adik balu ku" buru buru berlari ke arah yang menjemput.


Ariana menunggu Andra depan gerbang sekolah. Tapi Andra tak keluar dia ingat pesan mamanya tadi pagi agar tak keluar gerbang, sebelum ada yang menjemputnya.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.hai para readers baca juga ya novel ku yang berjudul "Asa yang Terbawa Arus" sebagai novel kedua ku jangan lupa vote nya ya 😘😘😘


__ADS_2