
Hari hari Leela dan Bimo dengan penuh cinta, sekarang hubungan mereka jauh lebih hangat dari sebelumnya.
Namun masih ada pertanyaan yang terselip dihati keduanya. Yaitu kata cinta yang belum pernah terucap dari mulut keduanya.
Baik Bimo ataupun Leela sendiri tak pernah mempertanyakan akan hal tersebut. Yang jelas keduanya sama sama menunjukan cinta masing masing dengan perbuatan.
Leela yang selalu menunjukan senyum manis nya didepan suami dan Bimo yang selalu memperlakukan Leela sebagai mana mestinya.
Walau kadang kadang mereka beradu mulut karena hal hal sepele yang menyangkut putra kesangannya. Meski ada perdebatan dan adu mulut tapi tak jarang semuanya sering berakhir panas dan manis di ranjang.
*Catatan Author"
bayangkan ku sorangan nggih!!!!
Seorang perempuan yang tak lain ialah Ariana sedang duduk manis sambil menikmati kopi yang disediakan oleh sahabatnya.
"Kau sedang merencanakan apa lagi Ar?" tanya Wiji.
"Aku bingung Wij, aku sudah melakukan banyak cara untuk mendapatkan Bimo kembali tapi aku nggak bisa Wiji" ucap Ariana bernada frustasi.
"Ya itu tandanya kau harus menerima kenyataan dia bukan jodoh mu". Memang selama ini Wiji tidak memihak siapa pun meski ia bersahabat dengan Ariana.
"Nggak bisa Wij, dia jodohku" teriak Ariana menunjuk ke arah Wiji.
Wiji tertawa melihat tingkah sahabatnya yang satu ini. "Jodoh?" tanya Wiji namun Ariana mendengarnya seperti Wiji yang sedang mengejeknya.
"Percuma aku bersahabat dengan mu yang tak bisa melakukan apapun untuk sahabatnya sendiri" ucap Ariana sambil berlalu meninggalkan Wiji, setelah sesaat menyaut tas nya terlebih dahulu.
Karena kesal dengan sikap Wiji yang tak mendukungnya, Ariana pergi dengan membanting keras pintu apartemen milik Wiji.
"Astaga Ar benar menurut mu begitu, tapi apa sahabat harus mendukung sahabatnya yang melakukan salah?" Dalam hati Wiji.
Wiji melanjutkan kembali aktifitasnya sementara Ariana masuk kedalam mobil dengan kekesalannya.
"Baiklah jika dengan cara itu tidak berhasil mendapatkan mu kembali, maka aku haris menggunakan cara lain" Ariana tersenyum seram dan yakin rencananya kali ini akan berhasil.
__ADS_1
Tuuutt tuuutt tuuuuttt Sambung telepon yang dibuat Ariana untuk menghubungi Bimo.
Lama tak ada sahutan dari sana, Tapi bukan Ariana namanya jika ia berhenti mencoba. Ia kembali lagi mendial nomor telepon milik Bimo yang dikasih nama Kekasihku. Huhu sungguh tidak tahu malunya dia.
Panggilan tersambung namun masih belum terangkat, Ia coba lagi dan Lagi.
"Apa?" Sahutan dari sana yang terdengar sangat dingin.
Ariana sempat gemetar saat mendengar suara Bimo yang tak lagi ramah kepadanya sejak kejadian Leela waktu itu.
Ariana ingat dengan ancaman yang Bimo ucapkan langsung kepadanya tanpa melalui Edvan sekertarisnya.
"Pergi jauh dari hidupku jika kau masih ingin menghirup udara dengan bebas"
Ucapan Bimo kembali terngiang diingatan Ariana. Padahal sebelumnya ia tak pernah menggubris ancaman Bimo yang pernah diutarakan oleh Edvan sekertaris Bimo.
Namun ketika Bimo sendiri yang mengucapkannya kekhawatirnya meningkat jadi 80°. Meski kekhawatiran masih menyelimuti dirinya tapi Ariana juga tetap yak ingin kehilangan apa yang ia anggap sudah jadi miliknya.
"A-aku ha-hanya ingin bertemu dengan mu" Ariana sedikit gemetar menjawab pertanyaan Bimo. "A-aku tunggu dikafe biasa" ucap Ariana lalu mematikan sambung telepon lebih dulu tanpa menunggu lawannya menjawab.
Sementara Ariana menghela nafas dengan tangan ia simpan didadanya. "Tenang Ar tenang, demi rencana ini kau tidak boleh takut, Semangat Ar semangat" ucap Ariana memberikan support pada dirinya sendiri.
Ariana mendongakkan kepalanya menatap langit langit mobilnya. Kenapa harus aku yang ada di posisi ini, kenapa tak ada yang mendukungku? tanya Ariana meratapi nasibnya.
Ia tetap berjuang meski tak pernah berhasil. Bahkan usahanya waktu itu bukan membuat Leela meninggalkan Bimo tapi malah membuat mereka semakin hangat dan mesra.
Ariana tak pernah senang akan hal tersebut. Ia merasa bahwa Leela tak pantas untuk itu, dan hanya dirinya lah yang dirasa pantas.
Ariana sudah berada dikafe tempat nya dan Bimo dulu sering bertemu, ya saat mereka jadi sepasang kekasih.
Dia mempoles wajahnya dengan dandanan secantik mungkin, bahkan ia menggunakan pakaian serta parfum yang dulu amat disukai Bimo.
Tak lupa Ariana juga duduk di kursi kesukaan Bimo. Mungkin niatnya ingin membuat Bimo mengingat kembali kenangan manis bersamanya.
Bimo sudah berada dalam mobil dan sudah siap dengan kemudi. Sejenak Bimo memandang benda pipih yang tergeletak di kursi penumpang tepat disebelahnya.
__ADS_1
"Coba aja datang, aku ingin tau apa lagi rencananya?" Tanya Bimo dalam hati kemudian melajukan mobilnya kearah kafe yang Ariana katakan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.Ok segini dulu ya untuk membuat hati para readers ku tenang dan tak mengomel lagi.
Etttss jangan tanya kenapa sedikit up nya? karena jawabanya akan muncul nanti besok pagi sekitar jam 9 akan ada beberapa up yang akan Author realese.
Ok jangan lupa jadikan novel ini fav kalian ya, vote, like dan comment akan membuat Author tambah semangat buat realese eps berikutnya.
__ADS_1
😘😘😘