Terpaksa Menikahi Duda Kaya

Terpaksa Menikahi Duda Kaya
Episode tiga puluh enam


__ADS_3

Siang itu Bimo sedang ada pertemuan dengan beberapa client hingga ia berpindah dari tempat satu ketempat lainnya. Ia juga tak sempat menanyakan kabar Andra.


"Maaf sudah membuat anda menunggu tuan" ucap Bimo pada salah satu client yang sedang duduk menantinya.


"Tidak tidak. mari silahkan duduk" ucap salah salah satu pria yang memiliki tinggi hampir sama dengan Bimo, berkulit putih dan diwajahnya sedikit ditumbuhi bulu bulu.


"baiklah kita mulai" ucap Bimo tak ingin membuang waktu lama, ya baginya time is money. Bimo tak suka jika menunggu terlalu lama, dan Benci orang Lelet yang tak memberi kejelasan.


Setelah hampir 2 jam diskusi, akhirnya mereka menemukan kesepakatan, client Bimo begitu tertarik saat Bimo menjelaskan dengan gayanya. Berbagai pujian pun kini ia kantongi.


"Baiklah siapkan kontrak kerjanya, kita bertemu lagi tiga hari kedepan" sontak Bimo kini semakin membanggakan diri. Berkali kali ia mendapatkan proyek besar dan mampu mengembangkan perusahaannya dengan pesat.


"Baik terimakasih, senang bekerja sama dengan anda tuan" Bimo menjabat tangan client nya menandakan pertemuan sudah berakhir. Pertemuan satu sudah selesai.


"Pak Anda jam 14:15 ada pertemuan dengan perusahaan Argotama" Edvan selaku sekertaris pribadinya mengingatkan.


"ya" balas Bimo.


Bimo ditemani oleh edvan bergegas untuk pertemuan berikutnya. Namun saat ia hendak berjalan keluar. Di sebuah meja yang berada di pojok, ia melihat kekasihnya sedang asik menikmati waktunya. Bahkan mereka duduk tanpa ada jarak sedikit pun.


Edvan yang menyadari situasi bosnya, ia pun mengikuti arah tatapan Bimo.


"Perlu saya selidiki pak" tanya edvan,


Bimo hanya memberi isyarat dengan mengangkat telapak tangannya. Hal itu edvan pasti sudah paham.


Bimo berjalan ke arah mobil tak lupa diikuti oleh edvan untuk meninggalkan tempat itu.


Edvan masuk dan duduk di belakang kemudi, sementara Bimo duduk disampingnya. Ia menatap ke arah Ariana yang terlihat jelas dari luar karena posisi duduknya.


Sepanjang perjalanan tak ada satu patah kata pun yang Bimo keluarkan. Seolah mengerti dengan posisi Bimo, Edvan pun tak banyak bicara, tak ingin menambah keruh suasana hari ini.


****


Dirumah Andra sedang tidur siang, semantara Leela sedang asik berkreasi dengan masakannya.


Meski ia memasak tak pernah mendapatkan pujian dari Bimo atas masakannya, tapi setidaknya Bimo masih menghargai dengan memakan masakan Leela, tanpa banyak protes.


kring kring kring

__ADS_1


Bunyi dari ponsel Leela, yang terpaksa ia harus menunda aktifitas masak memasaknya. Ia melihat nama adiknya tertera di ponselnya yang sedang berdering.


"iya dek?" tanya Leela saat telpon sudah tersambung.


"Kak apa kabar, kau tak merindukan ku" Suara dibalik telpon.


"tentu kakak sangat merindukan mu" tersenyum membayangkan wajah adik adiknya.


"kak kau pasti bangga, jika kau mendengar berita ini"


"apa" tanya Leela.


"lusa kemarin aku ikut lomba MTQ dan kabar membahagiakannya aku adalah pemenangnya" suara di sebrang sana begitu antusias menceritakan keberhasilnya pada sang kakak.


"oh ya?" tanya Leela ikut bangga.


"tentu,"


"gantian dong, kan aku juga mau bicara sama kakak" terdengar suara adik perempuannya yang ingin ikut bicara.


"gimana kabar ibu sama bapak" tanya Leela


"apa?" penasaran.


"bisakah kau meminjamkan ku uang, aku belum bayar biaya ujian kak" bisik adiknya di telpon tak ingin ada yang mendengar selain ia dan kakaknya.


"baiklah akan ku kirim nanti" Mereka asik bersenda gurau melalui sambungan telpon.


melepas rindu satu sama lainnya meski hanya lewat sambungan video call yang sudah Leela sambungkan. Sampai sesekali ia meneteskan air matanya.


***


Bimo dan Edvan sudah tiba di tempat tujuan ke dua. Ia segera mengembalikan suasana hatinya yang sempat terganggu tadi.


"Pak sudah siap" edvan memastikan situasi bosnya, saat mereka sudah sama sama diluar mobil.


"Tentu" jawab Bimo sambil tersenyum dan melangkah mendahului edvan. Pesona wajah yang tampan dan penuh wibawa ia pasang kembali saat akan menemui clientnya.


Melangkah dengan pasti, itu lah yang sering Bimo tampilkan. Maka tak sedikit setelah pertemuan selesai kontrak kerja sudah pasti terjalin.

__ADS_1


Pertemuan berlangsung hampir dua jam. Saat pertemuan itu terjadi Bimo selalu terlihat profesional, ia sejenak melupakan pikiranmu tentang Ariana tadi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.apa kabar para readers ku? semoga kalian sehat selalu ya. Biarkan novel ini jadi teman untuk mengisi kebosanan kita selama di rumah aja. harap maklum jika novel ini tak sebagus novel sebelah. jangan lupa tinggalkan vote nya, like and comen yang membangun untuk karya Author yang tak seberapa ini. thankyou 🤗🤗🤗


__ADS_2