
Hmmmm sudah beberapa hari aku nggak lihat Ariana? haha apa dia nyerah? nggak mungkin. Leela bergumam sambil duduk di teras dekat tepi kolam ditemani secangkir teh ditangannya. Sementara Andra sedang asik berenang ditemani pelatih dan salah satu pelayan perempuan. Sesekali Leela tersenyum melihat Andra yang melakukan tawar menawar kepada sang pelatih.
"Sekali aja ya" Andra memelas.
"no, harus bolak balik" jawab si pelatih.
"Permisi nyonya" tiba tiba seorang pelayan datang menghampiri Leela.
"ya" balas Leela saat pelayan yang ada disampingnya selesai bicara.
"Di depan ada tamu mau bertemu tuan, nyonya" pelayan itu memberikan informasi, namun si pelayan tak menyebutkan siapa yang ingin bertemu dengan Bimo. Sejak kejadian ia melihat Ariana dengan pria lain yang sedang duduk manis, dia melarang penjaga rumah memasukan siapa pin yanpa seizin Bimo sekalipun itu Ariana atau teman dekatnya. Semua tamu yang ingin berkunjung kerumahnya terpaksa harus menunggu terlebih dahulu, sampai salah satu penjaga kembali setelah lapor dan mempersilahkannya untuk masuk.
Leela mengerenyitkan dahi.
"Siapa? Lagian kenapa kau tidak coba sampaikan saja pada tuan mu, beliaukan masih di kamar" ucap Leela, tapi ia masih betah pada posisi semula menghadap kolam.
apa itu Ariana ya?
Pelayan itu diam tanpa menjawab, namun wajahnya menampakan ketidak beraniannya.
"Kenapa?" tanya Leela heran saat pelayan itu masih berdiri dan tak beranjak pergi.
"A-anu nyonya" pelayan itu meremas tangannya yang berkeringat.
"Sampaikan saja pada tuan mu, kalau tidak ada dikamar berarti diruang kerjanya, lagian kenapa sekarang repot banget sih, biasanya tamu juga langsung nyelonong aja masuk, kayak Ariana" Leela sendiri tidak tau menau perihal pengamanan ini semakin diperketat.
Bahkan ia juga heran kenapa Ariana tak lagi menunjukan batang hidungnya. Padahal ia perempuan tidak tau malu. Yang bisa datang kapan aja dan seenaknya. Seolah dia adalah nyonya di rumah mewah tersebut.
"Saya tidak berani mengganggu tuan, nyonya. Bisakah nyonya menolong saya, dengan memanggilkan tuan"
"Baiklah"
Sebenarnya Leela sendiri malas kalau harus berhadapan sama manusia sedingin es balok itu. Namun ia tak mungkin membiarkan tamu suaminya menunggu. Dengan berat hati ia beranjak dari kursi dan masuk menuju kamar dimana suaminya berada. Tanpa ia melihat tamu suaminya dulu.
Lagian hari ini kan bukan hari libur. Tapi entah kenapa Bimo tidak turun dari kamar dan pergi kerja. Padahal biasanya Bimo adalah orang yang anti malas malasan.
Horang kaya mah meni riweuh ih, meni loba pisan aturana gusti. Leela ngomel sendiri dalam hati. Padahal di kampungnya kalau ada tamu ya tinggal suruh tunggu sambil duduk, tak perlu repot seperti dirumah suaminya. uuupppsss suami??? ya suami kontrak haha.
__ADS_1
Leela sudah tiba dikamar, namun kamar tersebut tak ada orang. Leela melirik pintu kamar mandi yang tertutup. Kemudian ia mencoba melangkah dan mengektuk pintu kamar mandi tersebut.
tok tok tok
"Papinya Andra, apa kau ada di dalam?" teriak dari depan pintu kamar mandi.
Bimo yang sedang menikmati sensasi aroma dari busa sabun dalam bathup, melirik ke arah pintu yang diketuk dan sedikit mengerutkan kening merasa heran.
"Ya ada apa? apa kau mau mandi bersama ku?" tanya Bimo, dan spontan kalimat itu keluar tanpa aba aba.
Leela kaget saat mendengar jawaban Bimo.
Ia merasa malu mendengarnya, hingga pipinya bersemu merah. Namun ia segera kembali menguasai diri tak ingin terlalu lama tenggelam yang akan membuatnya susah untuk bangkit kembali.
"Tidak, hanya saja di bawah ada tamu yang sedang menunggu anda" jawab Leela dari balik pintu.
"baiklah saya akan segera keluar"
Setelah mendengar jawaban Leela, Bimo segera berdiri untuk membersihkan sisa sabun dan mengambil handuk yang ada di lemari bawah wastafel.
Bimo keluar hanya dengan menggunakan handuk. Bimo memang memiliki kebiasaan yang sama dengan Leela, sama sama tak suka membawa baju ganti ketika mandi. Dan memilih mengganti pakaian di dalam kamar, dengan salah satunya harus keluar terlebih dahulu.
"maaf" kata Leela menyadari kesalahannya yang tak cepat pergi saat Bimo sudah mendekat untuk mengambil pakaian yang sudah disiapkan oleh Leela.
"tidak apa" jawab Bimo santai entah ada angin apa yang menerpanya ia mengatakan itu sambil meraih tangan Leela yang hendak beranjak pergi.
"kau tau siapa tamu yang ingin menemui ku?" lanjut Bimo lagi.
"tidak, bukankah aku tak boleh mencampuri urusan mu?" jawab Leela datar.
"kau tak pernah bertanya padaku mengapa Ariana tak lagi menemuiku?" Entah kenapa akhir akhir ini mulut Bimo susah dikontrol. Mulutnya tiba tiba saja mempertanyakan hal hal yang mengarah ke pribadi masing masing.
"saya hanya tidak ingin melampaui batas saya saja" balas Leela sambil mengambil handuk basah bekas Bimo yang tegeletak di lantai.
"ya ya ya, kau harus tau diri untuk hal itu" jawab Bimo sambil menatap dirinya dibalik cermin yang sedang merapikan rambut.
haaahhh tadi baik, sekarang kumat lagi.
__ADS_1
Bimo keluar menemui tamunya yang entah sudah berapa lama menunggunya. Sementara Leela mengambil baju kotor bimo dan meletakannya pada ranjang cucian kotor. Lalu ia melanjutkan dengan membersihkan kamarnya.
"Astaga Bimo sejak kapan kau pakai sistem keamanan seperti ini" Ucap Arga yang kesal haris menunggu di dalam mobil depan gerbang utama rumah Bimo. Bahkan ia menunggu cukup lama. Baru Bimo mengijinkannya masuk.
"Maaf ini demi keamanan keluarga saja" jawab Bimo santai sambil berjalan kearah sofa ruang tamu.
"tapi kau sungguh menyebalkan, kau membiarkan ku menunggu lama, astaga untung aku ganteng dari lahir, hingga tak luntur saat harus menunggu" ia membalas sambil mengikuti langkah Bimo.
"eh ngomong ngomong dimana istri mu? tanya Arga sambil matanya menyusuri ruangan rumah mewah tersebut, mencari sosok istri sahabatnya.
"untuk apa kau menanyakannya? apa kau kemari untuk menemuinya?" jawab Bimo dengan mata yang penuh selidik, jangan jangan sahabatnya ini menyukai istrinya, pikir Bimo.
"haha apa kau takut jika aku menemuinya?" balas Arga tanpa menjawab pertanyaan sahabatnya.
Leela yang sedang menuruni tangga sempat mendengar percakapan dua manusia yang super aneh. Yang satu manusia dingin, sedingin es balok di kutub utara, sementara yang satunya lagi manusia super narsis, seolah olah hanya dia yang paling ganteng.
"oh, hai" sapa Arga saat Leela berjalan melewati mereka.
"hai" balas Leela dengan sedikit senyum. Meski ia tak pernah dicintai oleh suaminya, namun ia mengerti batas mana yang tidak boleh dilalui seorang wanita yang bersuami.
.
.
.
.
.
.
.
.
.Hai para readers setiaku, aku tau kalian merindukan ku 🙊🙊🙊🙊, eh maksudnya merindukan Bimo dan Leela, jangan lupa dengan tugas para reader ya. Tugasnya gampang tinggal vote, like, dan comment aja.
__ADS_1
Selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan, semoga diberkahi kelancaran dan kesehatan