
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan pada akhirnya Arga memantapkan hatinya memilih Revina.
Flashback
"Revina tunggu" ucap Arga saat kafe mereka sudah ditutup.
"Iya pak apa masih ada pekerjaan yang harus saya selesaikan?" tanya Revina tak ingin terlalu menunjukan rasa senangnya.
"Aku antar pulang ya"
"Hah serius pak Arga mau nganter saya pulang?" Revina meyakinkan.
"iya, sekalian ada yang ingin saya sampaikan" jawab Arga yakin.
Arga dan Revina ada dalam satu mobil yang sama. Hanya keheningan yang tercipta diantara mereka.
"Mau cari cemilan dulu nggak" tawar Arga untuk mengurangi kecangggungan yang terjadi diantara mereka.
"Boleh"
Arga menepikan mobilnya ke salah saru supermarket.
Arga dan Revina sama sama turun dan memasuki supermarket tersebut.
Tanpa mereka sadari seorang gadis cantik sedang berdiri dan menatap mereka dari kejauhan. Wajah cerianya berubah menjadi sendu, bahkan terlihat butiran bening yang merayap di pipi mulusnya.
"Apa itu alasannya Ga? kamu tak pernah mencari dan menghubungi ku lagi? Semoga itu pilihan yang tepat buat kalian" Ucapnya sambil tersenyum getir.
Sementara Arga dan Revina sedang bercanda memilih milih cemilan untuk mereka berdua.
Setelah mereka mendapatkan apa yang dicari, dan melakukan pembayaran mereka melanjutkan kembali perjalanan mereka.
"Re aku mau bicara sesuatu" ucap Arga yang melirik Revina sejenak lalu kembali fokus ke kemudi.
"Uhh pak Arga ini pake basa basi segala kan biasanya juga asal jeplak pak"
"Ini beda"
"emangnya apa yang pak Arga mau bicarakan?" penasaran sambil mengunyah cemilan yang tadi sempat dibelinya.
Arga menghentikan kembali mobilnya lalu membenarkan posisi duduknya menghadap Revina.
__ADS_1
"Rev, katakan saja aku terlalu percaya diri bahwa selama ini kamu menunggu momen seperti ini kan?" tanya Arga
"Maksud pak Arga?"
Arga tersenyum "Aku mencintaimu Revina" ucap Arga spontan yang berhasil membuat Revina melongo tak percaya.
"Heh, pak Arga jangan bercanda deh" Revina berusaha menepis gemuruh yang terjadi di dadanya.
"Aku serius, ya mungkin kamu selama ini melihat kalau aku cuma bercanda, tapi inilah yang sebenarnya terjadi" ucap Arga.
Revina diam tak tau kata apa yang harus keluar dari mulutnya. "Aku mencintaimu Revina" sekali lagi Arga meyakinkan Revina "Aku berharap tak ada penolakan, aku tak ingin bertepuk sebelah tangan" ucap Arga lagi.
Revina mengangguk tanda ia tak menolak apa yang diucapakan Arga. "Aku juga mencintai pak Arga" balas Revina.
Flashback off
***
Seorang gadis sedang merenung dikamar kost nya. Tidur terlentang menatap langit langit kamarnya, sesekali tangannya meraih handphone yang tergeletak tak jauh dari jangkauannya.
Diraihnya benda tersebut ia berharap ada sebuah notifikasi dari orang yang sedang ditunggunya.
"Bodoh, nggak mungkin dia akan kembali menghubungi ku, keinginannya kan sudah tercapai" ucapnya sedikit berkaca kaca.
Gadis itu sedang merutuki setiap kebodohannya. Ya gadis itu tak lain adalah Shepa. Dilihatnya kembali handphone tersebut namun masih sama.
"Astaga Shepa apa apaan kamu ini, bodoh bodoh bodoh astaga Shepa kenapa kamu jadi sebodoh ini" ucap Shepa membalikan badannya dan memukul mukul bantal yang tadi digunakannya sebagai alas kepalanya.
Tring sebuah notifikasi masuk di hp nya Shepa langsung menyamabar hpnya penasaran siapa yang mengirimkan pesan.
"She jangan lupa ibu dan bapak akan datang ke jakarta ke rumah kakak, ingat kamu juga harus datang. Kakak tidak terima alasan apa pun"~~ Kak Leela
Shepa mendengus "Ternyata kak Leela" ucapnya sambil meletakan kembali hpnya.
Tring terdengar kembali sebuah notifikasi, Shepa memanyunkan bibirnya "Pasti kak Leela lagi" ucapnya dengan malas ia kembali meraih hpnya.
"Hai apa kabar?"~~Arga
Seketika mata Shepa membulat, ia bangun dan membetulkan posisi duduknya. Ia kembali membaca pesan tersebut.
"Sumpah demi apa? dia kembali menghubungi ku? astaga benerkan ini Arga, Arga ku?" ucapnya spontan
__ADS_1
"Hah Arga ku? sejak kapan dia jadi Arga ku? Ah bodo amat yang penting ini berarti aku masih punya kesempatan untuk dekat dengannya hehe" ucapnya lagi.
"Ngomong apa sih kamu Shepa? ngelantur kalau ngomong" ucapnya lagi. Namun tak bisa dipungkiri bahwa dirinya merasa sesuatu yang hilang dari hidupnya telah kembali.
Ya meski tidak tau apa tujuan Arga menghubunginya. Shepa tau soal Arga dengan Revina karena ia sempat melihatnya. Namun seolah Shepa menutup mata ia tetap berharap suatu saat ia akan kembali dekat dengan Arga.
Shepa berbeda dari gadis lain yang pada umumnya. Shepa tak berani mengatakan perasaan secara langsung, ia lebih suka memendamnya sendiri. Seperti pepatah "Mencintai dalam diam dan doa ku."
*Author Lebay? wios da bakatπ*
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.Kalau ada yang namanya thor kok nggak nyambung alurnya? jawabannya author skip biar cepat selesai dan gak terlalu panjang.
Kepanjangan juga nanti bosen kan?
ok jangan lupa vote, like and comment.
Thor jangan baper dengan sebuah komentar!
__ADS_1
nggak kok author nggak baper, tapi memang membuat novel ini tamat adalah tujuan utama author π
Suka? silahkan baca nggak suka nggak apa apa π