
Tiga hari sudah berlalu kini Andra sudah kembali ceria, bermain kesana kemari dan membuat kehebohan kembali rumah mewah tersebut.
Andra sedang bermain di ruang keluarga bersama kakek dan neneknya.
"Dra kamu nggak bosan main dirumah aja" tresna sebagai neneknya Andra mulai iseng.
Ditatap langsung oleh suaminya.
"Nggak kok nek kan mainnya nggak sendili" jawab Andra sambil memainkan dua robot ditangannya.
"Maa. jangan aneh aneh deh" Seru wijaya sambil menatap istrinya yang tak jauh beda dengan cucu nya suka iseng.
"Apa sih pa, udah deh gak usah rempong" santai tresna.
"Dra teman teman kamu main nya ngak sendiri gak kaya kamu, kamu mah kalah" lanjut tresna yang tau kelemahan cucunya yang tidak mau kalah oleh teman temannya.
"enggak" jawab Andra yang kesal dikatakan kalah oleh neneknya sambil memukul mukul paha tresna oleh mainannya.
__ADS_1
"iya" balas tresna menjulurkan lidahnya, semakin semangat untuk ngisengin cucunya.
"Mah" seru wijaya saat melihat cucunya mulai menunjukan reaksi kesalnya.
"Diam deh pah, papa tuh nggak tau rencana mama" balas tresna.
dibalas gelengan kepala oleh suaminya.
"Nenek menyebalkan" seru Andra di tertawakan oleh nenek dan kakeknya. sementara Leela sedang asik di dapur dengan kreasinya. Sejak menikah dengan Bimo Leela selain menghabiskan waktunya dengan Andra, dia juga menyalurkan hobinya memasak.
***
Ditengah asiknya menikmati makan malam.
"Pi aku mau punya teman belmain" Seru Andra di balas tatapan oleh Bimo yang tak suka ada yang bicara saat makan.
"kan ada mami sayang" lembut Leela agar Andra tak merengek. karena Leela paham betul jika Andra punya kemauan pasti banyak rengekannya.
__ADS_1
"Nggak mau. Aku maunya Adik" Seru Andra. Membuat semua orang yang ada di meja makan tersentak kaget dan meliriknya.
Tresna yang tau akan hal itu malah tersenyum. Ya hal itu terjadi karena tadi siang ia berhasil mempropokasi Andra untuk minta adik. Hal iti ia lakukan karena yakin jika Bimo sama sekali belum pernah menyentuh istrinya.
"Habiskan dulu makanannya" jawab Bimo sambil matanya menatap Leela. Dia berpikir hal ini terjadi karena ulah Leela. Tatapan mata yang siap menerkam musuhnya.
"Nggak mau, Papi harus bilang iya dulu" rengek Andra.
Tresna semakin tersenyum. Suaminya yang menyadari hal itu langsung melirik istrinya.
Tresna kembali fokus pada makanannya tanpa memperdulikan tatapan jengah suaminya. Dia bersikap seolah olah tidak melakukan apa apa.
Leela sendiri merasa tidak enak dengan tatapan Bimo yang seperti pisau yang mengiris keberaniannya. Ia tidak mengerti kenapa Andra bisa berkata hal sejauh ini. Tentu saja itu bukan ulahnya melainkan ulah sang mama mertua.
"Iya" jawab Bimo untuk membuat Andra berhenti merengek hal yang aneh baginya, Tanpa mengalihkan pandangannya pada Leela.
duuuhhh ini anak ada ada saja. Gimana setelah ini nasibku. habis sudah. Gumam Leela menghela nafas serah membuangnya kasar.
__ADS_1
"yeeeeaaaaa" Andra bersorak mengangkat kedua tangannya yang masih memegang sendok, Setelah mendapatkan jawaban walaupun tanpa kepastian.