
"Leela kau sungguh berbeda" teriak Arga dengan sengaja. Namun yang namanya di sebut tak membalas.
Leela kembali melihat Andra yang masih asik berenang.
"udahan yuk" ajak Leela pada Andra.
"bental lagi mi" menjawab sambil memainkan Air bersama pelatih nya. Mun ceuk bahasa sunda mah "silih simbeuh"
"yu udahan yuk" ajak pelatih renangnya dan beranjak naik ke tepi kolam.
"aaaahhhhhhhh gak mau" balas Andra sambil menepuk air dengan keras. Sekeras kerasnya juga tepukan anak kecil.
Gimana cara membujuk Andra. Kalau dia sudah senang dengan sesuatu, dia akan sulit berpindah ke yang lainnya.
aha, Leela memetik jarinya seolah dia mendapatkan sebuah ide.
"Memangnya Andra nggak mau ikut?" tanya Leela.
Andra menoleh sambil bertanya "mami mau kemana?"
"em ada deh, kalau nggak mau naik mami tinggal ya" Leela berackting seolah akan pergi.
"mami tunggu" Andra cepat cepat menepi dan hendak berlari.
Mengetahui ide nya berhasil, Leela tersenyum sambi menoleh ke arah putranya.
"Nggak usah lari ndra, nanti jatuh" ucap Leela sambil berjalan membawa handuk kecil untuk putranya.
***
Bimo dan Arga masih asik bercengkrama di sofa ruang tamu. Pak Diman sudah bolak balik menyajikan cemilan untuk tuannya.
Andra sudah dimandikan dan sudah rapi, serta wangi. Kemudian ia keluar kamar dan berlari menuruni tangga, menuju papinya yang sedang asik bercengkrama. Leela mengikuti.
"Hati hati ndra" saat Andra sudah di tangga.
Andra tak menghiraukan ucapan Leela.
"Pi jadi jalan jalankan?" tanya Andra dengan memasang wajah imutnya saat sudah di depan Bimo.
Bimo yang tidak tau apa apa melirik Leela. Namun yang dilirik hanya tersenyum tipis. Kenapa Andra bisa bertanya ke Bimo, padahal tadi pas di kolam renang Leela yang mengatakan ia akan pergi. Ternyata saat Andra sedang dimandikan oleh Leela ia bertanya.
"mami mau pelgi kemana?" tanya Andra sambil memainkan busa sabun pada perutnya yang sedikit buncit.
"dengar, mami tidak akan kemana mana. Emangnya Andra mau jalan jalan" Leela bertanya balik sambil masih menggosok bagian tubuh Andra yang lain.
"kata mami, mami mau pelgi" jawab Andra cemberut karena kecewa.
"kan ada papi, papi hari ini nggak kerja berarti papi mau ajak Andra jalan jalan, ya kan?" Leela sendiri bingung harus menjawab apa?. Sampai akhirnya kalimat itulah yang keluar dari mulutnya.
__ADS_1
"iya iya" jawab Andra girang. Pasalnya sejak adanya Leela, Bimo jarang sekali menghabiskan waktu bersama Andra. Terlebih Andra sendiri lebih suka bermanja pada Leela ketimbang pada papinya.
"pi ayo" Andra menarik tangan Bimo untuk pergi.
"iya bentar bentar" balas Bimo. Ah ini pasti ide Leela, pikir Bimo.
"Andra mau pergi?" tanya Arga sambil membenarkan posisi duduknya.
"iya om, kata mami Andla mau di ajak jalan jalan sama papi" balas Andra sambil memainkan jarinya.
Bimo dan Arga sama sama melirik Leela.
"hehe" Leela malah nyengir memperlihatkan giginya yang tertata rapi.
Astaga Leela. Geram Bimo.
Hari ini Bimo sengaja tak pergi ke kantor. Padahal niatnya Bimo ia ingin istirahat full di rumah tanpa pergi kemana pun. Tapi ternyata Leela mengacaukannya dengan mengatakan pada Andra, Bimo hendak mengajaknya pergi jalan jalan. Kalau Andra sudah merengek seperti ini, apa boleh buat? mau tidak mau ia harus pergi menuruti keinginan putra semata wayangnya itu.
Dengan wajah yang frustasi Bimo mengatakan "Baik lah kita pergi, Berhenti merengek!" ucap Bimo.
"holeeee jalan jalan" Andra terlihat begitu girang, berbeda sekali dengan papinya.
Arga yang melihat eksperi wajah Bimo pun tergelak.
"Ayo berangkat" ucap Bimo yang sudah berdiri sambil menyaut kunci mobil.
"Tunggu tunggu" ucap Arga yang sama sama berdiri mengikuti Bimo.
Bimo sungguh dibuat geram oleh sahabatnya sendiri. Dan benar saja Andra melirik ke arah Leela yang berdiri tak jauh dari posisi mereka saat ini.
"iya pi, pelginya sama mami juga ya pi" ucap Andra menaikan alisnya.
tuhan
"lain kali aja pergi sama maminya, sekarangkan Andra pergi sama papi dan om Arga" ucap Bimo.
Sebenarnya Bimo sendiri bingung apa ia harus mengajaknya atau tidak.
"Ndra papi jahat ya masa maminya nggak diajak" Arga memprovokasi lagi sambil tersenyum menyeringai.
Astagfirullah ini orang lemes banget ya punya mulut. Batin Leela yang geram melihat sikap mantan bosnya yang masih suka seenak jidatnya kalau bicara.
"iya papi jahat" memukul pahanya Bimo sekuat tenaga ya ia punya.
Arga tergelak lagi. Sementara Bimo dan Leela sama sama memasang wajah bingungnya.
"ayo papi ajak mami pelginya" lagi dan lagi Andra merengek.
"Ya udah ayo ayo" akhirnya Bimo mengalah dari pada urusannya makin ribet.
__ADS_1
"yeeeeeaaa" Andra bersorak riang, Akhirnya ia akan merasakan gimana rasanya jalan jalan bersama kedua orang tuanya. Selama ini ia kadang pergi bersama mami atau papinya dalam waktu yang berbeda, tak pernah bersama. Namun hari ini berkat Arga akhirnya ia akan merasakannya.
Mendengar jawaban Bimo, Leela sendiri merasa kaget pasalnya ini beri pertama kalinya setelah ia menikah dengan Bimo pergi bersama sama.
"Gak usah ganti baju" ucap Bimo pada Leela sambil berjalan menuju keluar rumah.
euuh tuh mulut ya, sungguh tak pernah berubah
Leela melirik Arga sang mantan bosnya dulu saat ia belum menikah dengan Bimo.
Ia bisa menikah dengan Bimo pun tak lain berkat adanya campur tangan Arga juga.
Arga memang memiliki sifat yang berbeda dengan Bimo. Arga terlihat sangat hangat pada siapa pun, tampan, baik hati, tapi kadang ia juga memiliki sikap yang tak kalah menyebalkannya.
Setelah melewati perdebatan yang cukup sengit antara Andra, Bimo dan Arga. Mereka akhirnya sama sama pergi. Arga pergi menggunakan mobilnya sendiri. Sementara Leela, Andra dan Bimo berada dalam satu mobil yang sama.
Sepanjang perjalanan Andra lah yang terlihat sangat senang. Tak ada pembicaraan antara Bimo dan Leela. Mereka sama sama diam, sesekali menjawab pertanyaan yang dilontarkan Andra pada salah satu diantara mereka. Mereka sama sama canggung, padahal mereka menikah sudah lewat dari 3 bulan bahkan tidur bersama dalam satu kamar. Terlebih Bimo yang terlihat sangat canggung, mengingat kelakuan perang yang ditunjukan Leela.
Astaga sepertinya aku harus meratakan gedung perusahaan milik Arga agar ia tak berulah lagi. Ini sungguh menyebalkan.
Bimo sesekali melirik putranya yang ada dipangkuan Leela. Sesekali ia pun mengusap rambut nya kebelakang untuk mengurangi rasa canggung diantara mereka.
Sementara di mobil lain Arga sedang tertawa puas mengingat ekspresi Bimo tadi.
"haha Bimo Bimo, jatuh cinta pada Leela baru tau rasa lho, hahaha" Sepanjang perjalanan tak henti hentinya ia tertawa karena berhasil mengerjai Bimo.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
. Holaaa, hatur nuhun kanggo sadayana pendukung Author, yang sudah menunggu next cerita dari novel "Terpaksa Menikahi Duda Kaya" karya ini memang tak seberapa bagus. Tapi author mengucapkan banyak Terimakasih bagi para readers yang masih setia membaca novel ini.
Tak lupa Author minta dukungannya ya. jangan lupa vote, like, and comment. Tong hilap di klik bentuk love na nya.
Hatur nuhun.
__ADS_1
Ig: Nuryanthiag
ting hilap di vote novel na di Follow ig na 😊😊